Rabu, 26 November 2014

LDR

Rasanya sedih membayangkan kekasihmu yang berada di kota seberang harus datang ke kotamu hanya untuk menemanimu nonton bioskop di kota tetangga. Kencan yang penuh perjuangan. Cinta tidak selalu butuh aksi heroik. Walaupun sedih tapi mau bagaimana?

Jumat, 21 November 2014

Speak less, Write more

Terjaga di sepertiga malam. Menscroll handphone yang ditinggal terlalu dini malam tadi. Ada 55 pesan wa. Mereka yang membahas tentang cara pengenceran LED 1:4, diff count, cara menghitung Hb, dan bahkan sampai harga untuk reagen Fe. 

Tiba-tiba seperti ada benda keras yang menghantam dada. Oksigen yang masuk ke rongga pernafasan terasa seperti memerlukan waktu yang lebih lama dari biasanya. Dan ada jeda di setiap hembusan nafas seolah mencoba menikmati oksigen yang sedari tadi diperebutkan oleh jutaan manusia pun tumbuhan. Apakah ketika dini hari tumbuhan masih menghirup oksigen? Oh ayolah... mengalihkan perhatian tidak membuatmu terasa lebih baik.

Selain wa, ada juga 1 pesan di bbm. Dia berkata, "Maaf, semalam aku ketiduran."
Tidak masalah mengingat aku tertidur dengan pulas karena mata yang lelah menghadapi monitor laptop seharian. Manga Bleach chapter 500 sekian mengalihkan duniaku belakangan ini. 

Ketika menengok home, ada yang berkata kalau tumblrnya dihack.
Seperti tergelitik, tangan langsung membuka akun tumblr dan di dashboard aku menemukan seseorang yang sangat dekat bahkan seperti saudara walaupun kami tidak terlalu sering chit-chat memposting "Letter for scholarship". Terharu dengan cita-cita dan passionnya yang kuat untuk menjadi future leadership bagi Indonesia. Semoga Allah memudahkan dan menuntun jalanmu menuju mimpi-mimpimu, sahabatku! Aku bangga--sekaligus iri--. Mendesah. Sekali lagi, mengalihkan perhatian tidak membuat segalanya terasa lebih baik. Apakah diam lebih baik?

Ketika menscroll lebih jauh, ada seseorang nun jauh di sana, seseorang yang aku ketahui telah menjadi sahabat dari seseorang yang aku kenal. Dia berterimakasih karena temanku begitu perhatian padanya, dan akan mengajaknya jalan-jalan pekan ini.

Rumput tetangga selalu lebih hijau. Sebenarnya bukan perasaan iri yang menggerogoti ketenanganku di pagi yang damai ini, melainkan sebuah kesadaran, apa yang akan aku lakukan untuk membuat hidupku lebih produktif, di saat semua orang menggeluti passion mereka, perlahan menjejaki tangga yang lebih tinggi menjadi semakin dekat dengan mimpi mereka, di sini aku hanya bingung dan berpikir, "apa yang harus aku lakukan?"

Ketika menscroll tumblr tadi ada seseorang yang memposting image quote.
"Browse less and read more, think less and try more"
Aku tidak terlalu mengerti dengan quote tersebut. Dengan hal apa aku harus memulai "act"-ku? Aku tidak mau terlena oleh zona nyaman. Tapi apa yang harus aku lakukan, sekarang, detik ini? Teringat caption foto seorang sahabat, "Jika detik yang akan datang adalah masa depan, jangan sia-siakan waktu, semangat untuk mengejar mimpi-mimpimu!" (Kurang lebih demikian).

Aku tidak terlalu fasih dalam mengungkap kegundahan hati dalam bentuk lisan, tapi setidaknya aku merasa lebih baik setelah menulis tulisan tak jelas ini. Walaupun tidak mendapat jawaban, dan aku menulis bukan bermaksud untuk mengabadikannya, tapi dengan cara seperti ini terkadang membuatku merasa lebih baik seolah semua kegelisahan yang memenuhi otakku tersedot ke dalam tulisan ini.
Thank you my blog, you are my another string to my bow.

Senin, 17 November 2014

Hidup itu Materi

Telinganya seperti terasa terbakar ketika mendengar kata materi. Dari kecil dia dibesarkan dengan penuh cinta dari orang-orang di sekelilingnya. Namun dunia berubah menjadi kejam ketika dia beranjak dewasa, semua orang berpegang pada pundaknya.

Life changed. Seperti tersentak dia kembali berpijak. Earth is not cruel, but people are. Dia tiba-tiba tersenyum ketika melihat handphone jadul di tangannya. Getir. N**ia 18o0c hp pertama ayahnya yang penuh kenangan. Sekilas terlintas kembali beberapa peristiwa yang dia alami baru-baru ini.

Department store yang selama beberapa tahun tak pernah dijamahnya terlihat begitu asing. Dia terlihat sesak tapi tetap angkuh. Di tempat itulah dia hendak mereparasi handphonenya. Dan alih-alih normal seperti sediakala, dia malah mendapat cacian dan pandangan rendah. Orang macam apa yang mau mereparasi hp yang biaya reparasinya setengah dari harga beli handphone tersebut saat itu? Dia kembali tersenyum. People never respect memory.

Dia terus menerawang, menikmati rasa sakitnya. She hates when her mind become wilder. Tapi tak bisa ditolak, pikirannya memutar rekaman memori jauh sebelum insiden reparasi hp itu terjadi.

Dia menghadiri annual meeting keluarganya di Depok. Pada kesempatan itu, didatangkanlah seorang ustadz kondang yang terkenal karena manisnya lesung pipitnya. Setelah tausyiah dan rangkaian acara selesai, tibalah sesi foto-foto. Semua orang begitu excited. Mereka berbaris rapi di samping kanan dan kiri ustadz tersebut. Tuan rumah menyediakan kamera slr, dan entah manajer atau siapanya (kaki tangan ustadz tersebut) menawarkan untuk mengambil foto. 

Dia yang juga terlena oleh suasana tersebut meminta tolong kepada orang yang sama untuk mengambil foto menggunakan hp lil'g yang sekarang sudah tidak diproduksi. Hp yang selama tiga tahun terakhir begitu setia menemaninya dalam suka ataupun duka, bahkan ketika poop. Namun orang itu menggeleng dan menolak secara halus sambil tertawa.

Hp yang canggih pada zamannya kini sudah tidak dilirik. Teknologi begitu dinamis, apakah manusia juga harus menjadi budak teknologi? Ketika hp jadul bisa digunakan semaksimal mungkin, bisa dibilang bisa mengikuti teknologi walaupun tertatih-tatih atau bahkan hp jadul yang sudah tidak setara untuk disandingkan dengan jenis hp canggih baru, apakah mereka harus disingkirkan?

People respects richmen.

Selasa, 04 November 2014

Aku, Kau, dan Gede

Alhamdulillah masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk naik gunung lagi. Rasanya seperti burung yang lepas dari sangkar emas kali ya hehe… Seneeeeeengg!!! Tapi pendakian kali ini sedikit berbeda, karena menggunungnya harapan akan cerita bahagia sepasang karib. Gunung Gede mungkin jadi tempat yang bersejarah untuk Bang Anyuk dan Kak Uki, pasalnya di tempat inilah kuncup-kuncup cinta mereka merekah dengan indah. Lucky you, kak! ^^ ♥

Menurutku keputusan untuk mengajak wanita mendaki gunung adalah sebuah keputusan yang sangat berani.
Ketika punggungmu sakit, ada dia yang merelakan punggungnya untuk menanggung bebanmu,

ketika semua orang melangkah cepat di depanmu dan meninggalkanmu, ada dia yang menjejeri langkahmu,

ketika nafasmu mulai terasa sulit, ada dia yang menemanimu istirahat menstabilkan nafas,

ketika kerongkonganmu terasa kering, ada dia yang menyodorkan air untuk menghapus dahagamu,

ketika kamu merasa ragu dan takut untuk melangkah, ada dia yang mengulurkan tangan, meyakinkan dan memberimu rasa aman untuk melangkah,

ketika kamu mulai mengeluh, dalam lelah dia tetap tersenyum dan menyemangatimu,

ketika kamu lengah, ekor mata dan kesigapannya tak pernah lengah menjagamu,

ketika yang lain terlelap dalam kehangatan, dia rela menerobos dingin hanya untuk mengantar dan menungguimu buang air,

ketika kamu kedinginan, ada tangannya yang menggenggam jemarimu dan memberikan jaketnya untuk menghangatkanmu,

Selalu ada dia yang berusaha keras untuk menjaga dan membahagiakanmu.

 

Ketika mendaki gunung, karakter dari masing-masing kepala seolah begitu transparan, dari sanalah keterikatan hati mudah terjalin. Hahaha… jadi mellow gini. Abang, I love you!

Matahari pagi Surya Kencana

Well, menurut banyak orang, Gunung Gede adalah tempat yang sangat memukau, tapi bagiku, Gunung Ciremai tetap menempati deretan teratas karena di sanalah langkah awal perjalananku sebagai penikmat (atau Pencinta?) alam dimulai dan chemistry antara aku & abang mulai terjalin :p


Perjalanan ke Gede, jika boleh aku ingin mengulangnya. :(

Jam 6.30 a.m. aku berangkat dari Majalengka dan sampai sekitar pukul 2 p.m. di Jakarta, kemudian sebelum packing ulang kami menghabiskan waktu di tempat bang Sugy. Dengan berjalan kaki, jam 10 p.m. lewat sekian menit kami menjadi orang paling terakhir yang datang ke PMI Jakbar. Aku bertemu wajah-wajah baru. Tanpa memperkenalkanku, abang langsung tenggelam dalam euphoria sahabat-sahabat karib. Aku sendirian. Abang Jahat!!! :( *Cuma bang Anyuk dan kak Leha yang menjabat tanganku*

Dengan menggunakan mobil tronton yang disediakan oleh panitia, perjalanan menuju Gede pun dimulai. Belum sempat istirahat dari pagi, rasa kantuk pun menyerang, tapi karena ga bisa tidur kepala pun sedikit pusing, tapi hal tersebut tidak mengurangi sukacitaku, orang-orang baru di sekelilingku begitu talkactive dan menyenangkan. Ada saja tingkah mereka yang membuatku ngakak dalam hati.

Bogor di depan mata, Jakarta pun perlahan tertinggal di belakang. Aku ga suka medan licin, aku gamau menyusahkan abang, maka sepanjang perjalanan yang kadang diselingi oleh gerimis dan hujan lebat, aku mengetuk pintu langit, mengudarakan do’aku supaya perjalanan kami lancar dan hari cerah.

Sekitar pukul 2 a.m. kami tiba di daerah pemukiman warga (entah apa namanya) jalur Gunung Putri. Kesan pertama? Dingiiiiiiiiiin… sedikit gerimis. Kak Kiki memberiku permen, dan aku sedikit berbincang dengan orang-orang yang ada di dekatku saat itu, mereka ramah, itu menjadi perintang hati yang sedikit menenangkan perasaanku.

Pendakian dimulai pukul 4 a.m. tepat setelah adzan shubuh berkumandang, dimulai dengan do’a, kami telah menyiapkan hati kami untuk menyapa salah satu keagungan-Nya.

Gunung Gede termasuk yang agak ribet perizinannya (tapi karena panitia yang ngurus, aku gatau gimana ribetnya hehehe) dan termasuk gunung favorit para pendaki. Ketika sampai di GPO kami dicek, harus memakai sepatu, tidak boleh membawa barang-barang yang mengandung bahan kimia seperti shampoo, pasta gigi, sabun, dan entah apa lagi.

Entah bagaimana awalnya, mungkin pengaruh hormon juga (hari itu aku sedang menstruasi hari ke-2), emosi menguasai diriku, aku ga terlalu suka jika abang terlalu memperhatikan wanita lain. Aku memang tipikal pencemburu hahaha but love is nothing without jealousy, isn’t it? :p

Perasaan negatif itulah yang membunuh konsep-konsep yang sudah dipersiapkan sebagai hadiah untuk pasangan yang sedang berbahagia, dan juga kenikmatan yang seharusnya menemani perjalanan kami. Aku dan abang ditemani kebisuan, awan hitam yang biasanya setia menemani langit kota hujan itu seakan berpindah ke pelupuk mataku, berat sekali rasanya.


Setelah melewati pos pertama kami terpisah dari rombongan, mendamaikan hati yang bahkan tak berselisih. Dan berdamai setelah semua akar masalah diutarakan.

Dalam hidup ada banyak cara untuk menyelesaikan masalah, tapi dasar dari semua itu adalah keterbukaan dan keberanian untuk mengeluarkan “kata”. Dan jangan pernah mencoba berbohong dengan mengatakan jika kamu baik-baik saja, padahal sebenarnya tidak!

Entah siapa yang berpendapat, hati menjadi lapang ketika melihat hal yang lapang. Ketika sampai di suryakencana, mata, hati, pikiran, rasanya semua inderaku dimanjakan oleh keindahan ciptaan-Nya. Kebahagiaan itu terasa lengkap, karena dia di sisiku. Semua perasaan negatif  yang sebelumnya muncul, sirna sudah. Kami pun terus menyusuri padang edelweiss menuju sumber mata air mencari mas Daus dan bang supri yang telah lebih dulu sampai. Setelah bertemu, sambil menunggu rombongan, kami menggelar tenda dan mengisi perut. Tapi kami tak menemukan satu orang pun dari rombongan sampai penutupan hari.

Berjalan beriringan menyusuri padang Edelweiss


Ada dua hal yang abang ingkari, pertama ketika aku mengajak foto di padang edelweiss, abang menawarkan untuk berfoto dengan edelweiss yang dihiasi cantiknya embun pagi, tapi kami tak pernah melakukan itu. Kedua, aku mengajak keluar untuk melihat sunset, abang menawarkan untuk melihat sunrise tapi esoknya, abang kedinginan dan gamau bangun :(

Surya Kencana ketika masih sepi

Setelah bercengkrama menikmati dinginnya pagi sambil menyeruput susu, makan mie dan roti bakar, kami berbagi tugas, bang supri dan mas daus mengambil air, abang bikin kopi, beresin tenda, sedangkan aku mencari anggota rombongan yang lain. Tapi sayang aku tidak menemukan mereka.

Canda Tawa menghangatkan suasana pagi

Akhirnya kami pun muncak dan di tengah perjalanan menuju puncak, kami bertemu dengan rombongan. Waaaah, haru biru mewarnai pertemuan kami hehehehe bang Jajang bercerita tentang bagaimana khawatirnya beliau karena berkali-kali mencari kami tapi tak jua bertemu. Kami pun merasakan hal yang sama ditambah perasaan bersalah karena membuat yang lain khawatir. Tapi setelah itu kami berpisah lagi. Zzzzz…

Aku belum pernah bertemu orang banyak di puncak gunung lain, selain di Gede dan Tangkuban Parahu. (jelas lah orang jarang naik gunung hahaha). Satu hal yang aku sesali, kami tidak sempat menjadi saksi romantisme lamaran bang Anyuk untuk kak Uki. :(

Kami turun melalui jalur Cibodas, mengulur-ulur waktu sepanjang perjalanan, menghabiskan waktu untuk sekedar menyeduh kopi dan menyantap mie di tengah perjalanan, mengambil air dan beristirahat lama di tempat camp tapi rombongan tak juga menyusul. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan berempat. Beberapa meter sebelum sampai basecamp (bada maghrib), turunlah hujan lebat. Aku membayangkan rombongan, dan semakin kagum lah aku pada mereka yang menghandle barang sekaligus menjaga para wanita.




[caption id="attachment_1512" align="aligncenter" width="300"]"I am Proud of being d'black g'black's Family," said Abang "I am Proud of being d'black g'black's Family," said Abang[/caption]

Sekitar jam 11 malam, kami pun berkumpul dan bersiap untuk kembali ke Jakarta.




Terima kasih untuk pengalaman hebat bersama orang-orang hebat. Mohon maaf untuk semua yang hal yang tidak berkenan, semoga kita bisa berjalan bersama lagi di waktu, Tempat, dan keadaan yang lebih baik.


Rabu, 15 Oktober 2014

Curug Muara Jaya

Ketika browsing tempat wisata di Majalengka, kebanyakan yang keluar adalah wisata curug/air terjun, dan yang paling beken adalah curug Muara Jaya. Awalnya saya pikir Curug Muara Jaya, Curug Maja, dan Curug Apuy itu adalah curug yang berbeda, ternyata sama. Curug ini terletak di Kampung Apuy, Desa Argamukti, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka.

Dari Majalengka, jalan terus menuju Maja, sampai di terminal Maja, ada jalan kecil di sampingnya, maka ikuti jalan itu lurus terus sampai menemukan papan petunjuk menuju Curug Muara Jaya.

Buat yang suka tantangan boleh deh main ke sini, jalannya mangstap. Bagus sih, tapi turunan, tanjakan, tikungannya itu loh, udah 4 hari badan masih pegel-pegel sepulang dari sana (ketahuan jarang gerak hehe). Jalannya kecil, tapi bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Agak susah memang kalau ada dua mobil yang papasan.

Tips pertama dari saya:

Dalam mengemudikan kendaraan harus ekstra hati-hati, pas tanjakan jangan telat ngoper gigi (buat yang motor bebek), kalau bisa jangan ada di belakang motor lain, nanti pas motor depan kita engap, kita jadi ikutan engap :p , kalau pas turunan, hati-hati tekor, jangan gegayaan deh, jangan mentang-mentang tracknya asyik jadi ceroboh. (ini berdasarkan pengalaman ya hehe)

Buat yang naik angkutan umum, dari Majalengka bisa naik elf turun di terminal maja, terus nanti nyewa mobil bak terbuka (kol gundul), atau bisa juga naik ojeg.

Tiket masuk ke tempat wisata ini yaitu Rp 8.000,- per orang (dewasa), dan Rp 3.000 untuk anak-anak, camping Rp 10.000,- per orang, parkir Rp 2.000,- tapi di dalam curug nanti ditagih lagi Rp 2.000,- mungkin untuk biaya kebersihan. (mahaaaaal…)

Dari tempat parkir, jalan lagi menuju jalan setapak yang dipaving blok kemudian akan ada banyak warung penjual makanan dan minuman, toilet, mushola, ruang pertemuan, dll untuk ke curug harus turun lagi melalui jalan berundak.

Hmm… kami datang terlalu pagi jadi masih sangat sepi, hanya kami bertiga, dan petugas setempat.

Tips yang kedua:
Pilihlah teman yang enak buat diajak jalan. 
Wisata curug itu menyenangkan, damai, sejuk, tenang, tapi kalau keadaannya terlalu sepi dan teman jalan kita juga pendiam, serem juga kaan? :(

Masih pagi, jadi kami memutuskan hanya bermain air, dingin… awalnya airnya jernih tapi sekitar jam 11 lewat tiba-tiba airnya berubah kecoklatan, jadi kek susu cokelat. Ketika kami pulang, baru banyak orang yang datang berkunjung, kasian mereka datang di saat airnya sudah keruh. Ckckck

Dibandingkan dengan rasa lelahnya, keindahan alam yang disajikan kurang memuaskan mungkin karena ditambah faktor teman jalan yang kurang ekspresif kali ya…

Cimplo

Pas nyetrika ditawarin cimplo sama mamah. Urusan suka ga suka belakangan yang penting mau dulu hehe toh kalo ga suka, nanti kan bisa buat jatah tambahan mamah atau si ade. (gamau rugi) :p

Buat yang asing dengan makanan ini, cimplo itu sebenarnya apem, campuran dari tepung beras dan terigu ditambah ragi yang dihidangkan dengan air gula merah dicampur parutan kelapa. Rasanya? Hmm… aku suka tapi ga terlalu doyan. Sesuap juga cukup hehehe

Menurut masyarakat, cimplo ini makanan khusus yang hanya ada di bulan shafar, bukannya sekarang masih bulan Dzulhijjah ya, ko udah ada yang jual cimplo? :bingungs:

Private

Beberapa jam yang lalu pasang display profile bbm menggunakan foto tahun 2012. Dan langsung banyak orang yang ngechat.

H
Damn. I bit jealous >.< Why you two always got captured in sweet moments like that?
Saya senang ada teman yang cocok sekali dan manis dengan pasangannya seperti kalian.


F
Ya ampun so sweet banget.


E
Ka Riska fotonya bagus…


Wanita mana yang ga senang ketika lelakinya membuat para wanita lain (bahkan lelaki juga) di dunia cemburu? Hehehe. Mungkin naluriah wanita memang suka pamer ya? -_-


Pendakian yang Berujung di Empire (in the midnite)

Tapi beberapa menit setelah ganti dp, ditegur sama abang, katanya foto itu private jadi lebih baik diganti dengan foto lain. Sedih sih… but your wish is my command, honey :*
Abang memang sangat hati-hati dengan foto-foto kami. Mencegah sesuatu hal buruk terjadi.



Rabu, 08 Oktober 2014

Happy Graduation

Happy Graduation --- A.Md. AK

Sasana Budaya Ganesha tanggal 30 September 2014 adalah tempat dimana hari wisudaku berlangsung. Ada sekelumit cerita dibalik ceremonial tersebut. H-1 atau tepatnya ketika gladi resik aku baru berangkat ke Bandung. Belum book hotel maupun salon. 

Hari itu aku menunggu bang Majid yang hendak mengantarku ke Bandung di Kadipaten. Aku sudah berada di kadipaten sejak jam 6 dan ternyata bang Majid baru berangkat dari Indramayu. Sebelumnya rokku kena rantai motor si ade jadi kotor dan rusak. 

My Future Husband

Setelah menunggu sekitar 1 jam, jam 7 akhirnya dia datang, aku menghampirinya sambil menangis dan berkata “Terbang juga ga bakal nyampe ke Bandung jam 9”. Abang hanya menghela nafas dan berkata pelan. Ternyata kehendak Allah berkata lain, walaupun kami hanya mengendarai motor dengan kecepatan rata-rata 70 km/jam, sempat ke SPBU untuk ngantri ngisi bensin dan pipis, ternyata jam 9 tepat kami sudah sampai di daerah Gasibu. Hahahaha pengen ketawa kalau inget insiden itu :p

Sasana Budaya Ganesha Tempat Wisudaku


Hari itu benar-benar melelahkan. Setelah perjalanan patas, ke kampus untuk ngambil peralatan wisuda, gladi di Sabuga, kemudian ngeprint foto keluarga di tirta anugerah (tempat print langganan), kami menuju ke puri tomat di daerah dago. Malangnya tidak ada kamar kosong, semuanya penuh terisi. Bingung harus mecari penginapan dimana lagi, akhirnya kami bertanya ke bapak-bapak yang sedang berjualan. Beliau mengarahkan kami ke Wisma PMI di samping puri tomat. Alhamdulillah, ada tempat kosong, dengan harga Rp 165.000,- aku mendapat fasilitas yang memuaskan. Recommended banget deh.

Setelah merapikan barang-barang, kami langsung berangkat menuju Jonas photo studio untuk foto angkatan dan kelas. Hampir terlambat, belum sempat merapikan diri langsung ditodong untuk foto. Haaaah hasilnya? entahlah…

Special 27's outfit "Terancam Cum Laude
 
Setelah beres foto-foto kami kemudian kami mencari butik shafira yang memang menerima make up and style, segala puji bagi Allah yang Maha Penyayang lagi Maha Pengasih, tidak perlu berputar-putar, tempat yang dituju langsung ketemu. Alhamdulillah. Dengan menyampaikan maksud kepada security di sana, kemudian aku diantar menemui customer service yang super ganteng dan ramah. Hotel & Salon booked. Kami pun mampir ke warung pecel ayam, kemudian belanja kebutuhan untuk semalam itu ke alfa, dan barulah kami bisa beristirahat. Alhamdulillah…

Butik Shafira Tempatku Make up

Malamnya, sekitar jam 10, aku terbangun oleh sebuah telpon, ada 3 misscalled dan 1 sms. Dari stylist butik shafira, beliau mengkonfirmasi kedatanganku besok, dan kami berjanji bertemu pukul 5. Sekitar jam 3 pagi aku terbangun, berdo’a untuk kelancaran semua urusan, dan baru bangun untuk mandi 30 menit kemudian, shower dengan aroma therapy dari sabun, rasanya mengalahkan dinginnya air pagi itu. Menyenangkan. 4.50 kami check out ternyata sudah disediakan makanan dan minuman dari pihak wisma. Ah subhanallah sekali, pantas diacungi jempol, terima kasih banyak wisma PMI Provinsi Jabar.

Sampai di butik shafira, ternyata ada sebuah mobil yang juga hendak make up sepertinya. Ibu tersebut membawa tas wisuda sepertiku, awalnya aku berpikir beliau adalah D3 program khusus hehehe ternyata beliau adalah kajur Keperawatan Gigi. Omo… Sambil menunggu ibu kajur selesai didandani, aku berkeliling menikmati suasana elegan dan cantik dari butik itu. Tiba giliranku untuk dandan ternyata ibu kajur menungguku dan mengajakku untuk berangkat bersama menggunakan mobilnya. Baik sekali. Terima kasih ibu :) ----
 
Biaya make up dan style kerudung Rp 150.000,- awalnya aku takut akan terlihat menor, tapi ternyata bagus, berkeringat pun make upnya malah semakin bagus. Alhamdulillah puas. :)

Kebanggaan Keluarga, Bangsa, dan Agama aamiin


Keluargaku yang berangkat dari Majalengka pukul 3, sampai sampai sekitar 5.30 di Sabuga. Kemudian kami bertemu dan mencari bang Majid. Setelah semua berkumpul, kami pun sarapan bersama dan melakukan sesi foto-foto karena tukang foto keliling tidak henti-hentinya mengganggu kami.



Terlena oleh kehangatan keluarga, aku hampir terlambat masuk ke sabuga. Ketika giliran analis dipanggil masuk, aku ditarik untuk diberi konsumsi, akhirnya aku ga terekam video :( Acara berlalu dengan khidmat sampai penutup pukul 13.00.

Keluarga Besar
Alhamdulillah, akhirnya perjuangan tiga tahun ini terbayar dengan kebanggaan orang tuaku. Terima kasih karena selalu berkorban demi kepentinganku, aku akan melakukan apapun yang terbaik untuk kalian. Mohon maaf apabila aku terlalu sering menyakiti kalian. Mohon do’a untuk kesuksesan di fase kehidupanku selanjutnya.

Acara wisuda selesai, aku pun sibuk mencari keluargaku, mereka yang menunggu di luar, maupun mamah dan mpa, mereka semua berpencar. Akhirnya aku tidak sempat berfoto dengan semua teman-teman angkatan 27. Tapi hal tersebut tidak mengurangi kebahagiaanku karena setelah keluargaku semua terkumpul, kami melakukan sesi foto-foto, kocak, semua bergembira. (foto jadi dokumentasi pribadi).

Keluarga divisi Klinik, Keluarga kosan Akbar, dan sahabat tercinta

Terima kasih kepada keluarga MRC Divisi klinik, keluarga di kosan luhur garasi (Akbar kost), adik-adik kelas, sahabat tercinta semuanya yang telah memberikan ucapan selamat, do’a dan bunga. Terima kasih banyak. Uhibbukum fillah. :*

Alamat Wisma PMI Jawa Barat:
Jl. Ir. H. Juanda 426 A, Telp. (022)2510092 Bandung – 40135

Alamat Butik Shafira:
Jalan Sulanjana, dari persimpangan dukomsel, jalan kaki sedikit.

Alamat Jonas Photo Studio:
Jl. Banda 38 Bandung 40115 Telp. (022) 42011010 Fax: (022) 441077

Telinga Gatal? Jangan Dikorek!

Beberapa minggu yang lalu telingaku sakit, dan ketika diperiksa ke dokter beliau hanya mengatakan hal tersebut disebabkan oleh kotoran tapi tidak menjelaskan secara detail diagnosisnya apa. Aku pulang dengan berbekal banyak sekali obat, obat tablet untuk mengobati rasa gatal, paracetamol, antibiotic cefadroxil, dan pembersih kotoran telinga. Tapi aku tidak meminum obatnya dan hanya menggunakan pembersih kotoran telinganya saja.

Ketika melihat label botol cairan pembersihnya, ternyata H2O2 3%, aku baru tahu kalau hydrogen peroksida bisa digunakan sebagai pembersih telinga. Pasalnya di kampus tidak jarang menggunakan reagen ini. Ternyata berbeda konsentrasi, berbeda juga fungsinya.

Hydrogen peroksida 3% ini bisa mencairkan kotoran telinga. Ketika terjadi kontak dengan jaringan yang mengandung enzim katalase, larutan akan melepaskan oksigen yang mempunyai efek antibakteri. 

Pelepasan oksigen ini bisa terlihat dengan adanya gelembung seperti busa di telinga yang kotor, menurut instruksi teteh farmasi yang memberikan obat, ketika busanya sudah semakin banyak maka harus dikeluarkan dengan memiringkan kepala kita untuk mengeluarkan oksigen tersebut. (Jika hydrogen peroksida disuntikkan atau dimasukkan ke dalam rongga tubuh tertutup seperti pembuluh darah dimana oksigen yang dilepaskan tidak bisa keluar dengan bebas, hal ini dapat menimbulkan terjadinya embolisme oksigen dan emfisema lokal). Tidak disarankan menggunakan H2O2 3% atau cairan pembersih lainnya jika ada cairan yang keluar dari telinga, karena berarti ada lubang/kelainan di organ dalam telinga.

Kenapa telinga kotor bisa terasa sakit? Sebenarnya yang menyebabkan rasa sakit bukan dari kotorannya itu sendiri, tapi dari perilaku yang suka mengorek telinga. 

Kotoran telinga atau cerumen ini tidak perlu dibersihkan jika jumlahnya normal karena hampir setiap saat saluran telinga membersihkan dirinya sendiri. kotoran telinga dan sel kulit dalam telinga secara lambat, teratur, dan terus menerus dikeluarkan dibantu saat kita mengunyah dan oleh pergerakan rahang kotoran tersebut akan keluar (biasanya dalam bentuk serpihan, kering). 

Tidak adanya kotoran telinga akan membuat telinga kering dan gatal. Namun, apabila terjadi penumpukan kotoran telinga, baru konsultasikan ke dokter. Ketika mengorek telinga dengan alat seperti cotton bud, tutup pulpen, dan semacamnya, tindakan tersebut hanya mendorong kotoran masuk lebih ke dalam telinga, lebih bahayanya lagi apabila tindakan mengorek telinga ini merusak gendang telinga kita. 

Oleh karena itu, mari stop mengorek telinga! Di samping karena tidak aman, menurutku hal tersebut bisa menyebabkan kecanduan, ketika gatal sedikit langsung dikorek dan biasanya ketika mengorek telinga terasa seperti flying.

Boga Rasa

Lirik-lagu-boga-rasa



Lirik:

Najan langit teu pati lenglang
Bulan teu burung nembongan
Tapi asal urang ayeuna duaan
Asa caang narawangan

*
Dina wengi ieu
Urang pada jangji, ngaraksa cinta nu nali
Cinta urang mekar
Mun tos cunduk waktu
Urang petik ke duaan

**
Dina lengkah urang duaan
Mugi tong aya legang panghalang
Anu rek megatan
Ngahihileudan jajalaneun cinta urang

Rabu, 24 September 2014

Pengalaman Ujian CPNS Kemenkeu

Begitu manisnya salah satu kalimat yang ada di buku bahagianya merayakan cinta ini, ust. Salim A. Fillah memang mengemas buku ini dengan sangat luar biasa. Tapi kali ini saya tidak bermaksud untuk mengulas buku tersebut.

Setiap orang pasti mencari kenyamanan, pembenaran, dan dukungan. Dan setiap pasangan pasti berharap bisa menjadi yang demikian untuk pasangannya.

Hari ini, ujian cpns kemenkeu berlangsung, dan abang merupakan salah satu peserta ujian tersebut. Tapi malang tak dapat ditolak. Abang tidak dapat mengikuti ujian tersebut dikarenakan adanya miss informasi. Berdasarkan keterangan dari abang, di lembar lokasi di sana tidak dicantumkan lokasi gedung tempat ujian, sehingga hari ini abang dan banyak peserta ujian lainnya salah memasuki gedung (malah datang ke tempat di mana kemarin mencetak tanda peserta). Baru setelah ada pengaduan, para panitia memberi tahu dimana lokasi gedung tempat ujian berlangsung.

Perasaan kesal, marah, sedih, jengkel, sekelumit perasaan lain yang tak akan bisa dijelaskan pasti menyelimuti hatinya. Ketika itulah seharusnya seorang pasangan berperan, menjadi tempatnya mencurahkan segala unek-unek tanpa merasa dijudge, menjadi penetralisir perasaan ketika perasaan negatif membayang-bayangi, menjadi mood booster yang melapangkan dadanya yang terasa sempit dan sesak, menjadi penyejuk yang memadamkan letupan emosi, menjadi teman sekaligus orang terdekat yang bisa membuatnya melupakan sejenak masalahnya.

Tapi, aku sebagai pasangan salah menempatkan posisi. Mungkin karena kurangnya kematangan emosi membuat aku memperkeruh keadaan, dengan mengambil lakon seorang motivator picisan yang terkesan menjudge, menggurui, dan menyalahkan.

"Yaudah gpp legowo aja. Ekspektasinya kecil kayanya kalo harus ngadain ujian ulang. Pengalaman buat ke depannya, gagal mempersiapkan = mempersiapkan kegagalan."

"Persiapan ga cuma selingkup materi ujian, fisik, materi, mental, dll tapi juga ada faktor x yg mungkin keliatannya sepele."

"Kenapa penting buat datang jauh lebih awal, kenapa penting buat menelusur informasi, kenapa penting belajar dari pengalaman orang lain.. banyak ilmu dan hikmah yg bisa dipetik dari kejadian hari ini."

"Jangan sedih sayangku.. :*
ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, sebenernya Allah udah menyediakan banyak pintu kebahagiaan yg terbuka"

Mohon maaf untuk abang dari lubuk hatiku yang terdalam, tidak ada sama sekali maksud negatif dalam diri ini. Aku sedih dan turut menyesalkan apa yang terjadi, tapi bukankah itu kehendak dari yang Kuasa?

Aku turut berdo'a semoga usaha yang kamu lakukan berbuah hasil yang manis, semoga pihak layanan pengaduan mencermati permasalahan yang terjadi dan memberikan kebijakan yang adil.

Semoga Sang Maha Pembolak balik hati manusia, mengusir segala perasaan negatif seperti sedih, penyesalan dan lain sebagainya.

Dan semoga Sang Maha Pemberi Petunjuk, menunjukkan langkah yang terbaik yang bisa diambil untuk saat ini maupun ke depannya.

Allah telah menetapkan masing-masing rezeki setiap manusia, kewajiban kita adalah menyongsongnya, jangan patah semangat sayang, rezeki Allah begitu luas adanya.

Kasokandel, 24 September 2014 - 2:42 pm di tengah penantian menunggu balasan pesanmu di bbm.
Aku yang begitu ingin kau jadikan sandaran,

Sabtu, 20 September 2014

#Smansa53rd


Rangkaian acara bazar dan reuni #Smansa53rd memang luar biasa spektakuler. Tapi hingar bingar, pijakan drum bertalu-talu menohok hati, lautan manusia dengan masing-masing eufhorianya, kepulan asap rokok, sorot lampu menyilaukan mata bukan duniaku banget. Aku lebih suka suasana hijau, hening, dan sejuk dengan pemandangan yang memanjakan mata.




Aku lebih suka mobilisasi dibandingkan harus stay di tempat yang sama dalam waktu yang lama. Aku lebih suka travelling dibanding nonton konser romantis.

Senin, 15 September 2014

Ujian SIM C

Selamat ulang tahun mamah, semoga panjang umur, makin romantis sama mpa, banyak rezekinya, makin dicintai oleh banyak orang. Aamiin. Hadiah ulang tahun mamah, saya diizinkan membuat SIM, yeaayy!

Jadi sekitar pukul 6.30, saya dan mama (kakek) berangkat dari Kasokandel menuju Polres Majalengka untuk membuat SIM. Ketika sampai di sana, ternyata bagian SIM masih tutup, tapi ada polisi yang sedang memberi informasi kepada sepasang suami istri. Maka saya pun mendekat dan bertanya tentang syarat-syarat untuk membuat SIM (sebenarnya mau nanya dimana tempat untuk tes kesehatan).

Syarat-syarat untuk membuat SIM diantaranya:
1. Fotokopi KTP 1 (tempatnya ada di belakang tempat untuk membuat SIM)
2. Surat keterangan sehat dari dokter yang ditentukan (Tempat untuk tes kesehatan “yang direkomendasikan” letaknya ada di luar polres, tepatnya di seberang polres majalengka, agak ke dalam ‘tempat praktik dr. Jajang’ dengan cat tembok berwarna ungu)
3. Fotokopi sidik jari. (Tempat pembuatan sidik jari ada di samping kanan tempat untuk membuat SIM)

Jumat, 12 September 2014

Siapa yang Tak Tahu Monas?

Siapa yang tak tahu monas? Monumen nasional ini merupakan icon kota Jakarta. Bagi yang belum pernah mengunjungi kota Jakarta, pastilah sering melihatnya di televisi atau media informasi lainnya.

Di sini pernah terjadi peristiwa penting, yakni berkumpulnya seluruh rakyat Indonesia pada 19 September 1945 dalam rangka untuk menguatkan Kemerdekaan Indonesia yang baru diproklamasikan. Oleh karena itu, dulu monas dikenal dengan nama Lapangan IKADA.
Pemandangan Kota Jakarta dari Puncak Monas
 
Pernah beberapa kali ke tempat ini, tapi baru kemarin berkesempatan untuk masuk ke tugu monas. Biasanya kami hanya santai di tamannya, sekedar untuk berteduh. Dulu pernah bertanya-tanya, bagaimana caranya orang-orang masuk ke dalam tugu monas? Tugu dikelilingi oleh pagar dan tidak ada pintu masuk. 

Ternyata, untuk masuk ke dalam kita harus melalui terowongan, dari depan bisa berjalan ke arah kanan, nanti akan ada penunjuk arah menuju terowongan. Cirinya banyak pedagang kaki lima yang berjualan di sana. Di ujung terowongan terletak loket tiket. Monas ini dibuka setiap hari dari pukul 08.00-15.00. Tarif tiketnya bermacam-macam diklasifikasikan sesuai umur (yaitu anak-anak, mahasiswa dan dewasa) dan apakah anda hanya berkunjung ke cawan atau juga ke puncak. Kemarin kami yang akan berkunjung ke puncak dikenakan tarif mahasiswa sebesar Rp 8.000,-.



Bagi para pengunjung yang akan berkunjung ke puncak, diberikan gelang karet berwarna sebagai tiket masuk. Gelang ini ada beberapa warna disesuaikan dengan waktu kunjungan. Tapi sayangnya, karena kurangnya sosialisasi tentang gelang ini, maka aturan waktu kunjungan tersebut tidak berlaku.

Tugu monas ini dibagi beberapa bagian, lantai paling dasar yaitu museum sejarah nasional (3 meter di bawah permukaan tanah). Dari loket tiket, untuk menuju lantai dasar tugu, kita harus berjalan lagi beberapa meter sampai bertemu dengan penjual makanan ringan. Di museum ini terdapat banyak sekali diorama yang menampilkan sejarah Indonesia sejak masa pra sejarah sampai masa orde baru. 

Diorama tersebut benar-benar keren, ditambah keterangan bilingual di bagian luarnya. Di sini juga terdapat toilet wanita dan laki-laki yang dipisah oleh deretan diorama. Masing-masing toilet tersebut berdekatan dengan mushola. Kita perlu ke toilet untuk mengambil air wudlu, jadi bisa dipastikan bagi suami istri akan shalat terpisah. Bagi perempuan yang lupa membawa mukena, jangan khawatir karena di mushola wanita disediakan mukena. Hp lowbatt? Lupa bawa powerbank tapi bawa charger? Di sini juga ada tempat buat ngecharge (cari aja! Hehehe biasanya dibalik tiang-tiang tinggi, ada banyak ko yang tiduran sekedar nunggu baterai hp penuh).

Diorama Ibu Kartini

Setelah puas berputar-putar di museum, saya sarankan untuk langsung naik ke puncak (ketinggian 115 meter), karena semakin siang, antrian akan semakin panjang. Untuk mencapai puncak kita harus naik lift dengan kapasitas 11 orang. Setelah mengantri sekian panjang, ketika sampai di puncak anda akan disambut oleh pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. 

Tempatnya kecil beda jauh dibandingkan dengan lantai dasar, puncak ini hanya mampu menampung 1/10 dari kapasitas di lantai dasar yakni 50 orang. Di sini juga disediakan teropong untuk melihat panorama kota Jakarta secara lebih dekat. 

Puncak Monas

Di papan informasi katanya harus menggunakan koin untuk memakai teropong tersebut, tapi sepertinya aturan tersebut sudah tidak berlaku, karena teropongnya bisa langsung digunakan. Memang benar gedung-gedung jadi terlihat begitu dekat, tapi sayangnya blur, menurut saya pemandangannya lebih cantik dilihat tanpa menggunakan teropong.

Untuk turun, kita harus mengantri di depan lift yang sama seperti pertama naik, hanya saja diturunkan di lantai dua atau biasa disebut cawan, anda bisa keluar dan menikmati angin yang berhembus kencang ditemani pemandangan indah berlatar gedung-gedung pencakar langit, masjid istiqlal dan pemandangan lainnya. Di cawan ini, kami diminta foto bersama oleh turis mancanegara dari Jepang (kapan lagi jadi artis? Hehehe). Kami tidak perlu menggunakan bahasa Jepang, karena salah satu dari turis tersebut ada yang sangat fasih sekali berbahasa Indonesia (wah keren ya, I Love Indonesia!).

Cawan

Kemudian kami turun menggunakan tangga, karena lift di lantai 2 tidak diperbolehkan untuk digunakan. Nah, kembali ke tempat antrian menuju puncak, anda bisa mengunjungi ruang kemerdekaan ke arah kanan. Di ruangan ini terdapat burung Garuda sebagai lambang Negara Indonesia, dan katanya ada naskah asli Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, peta kepulauan NKRI, Bendera Sang Saka Merah Putih, dan dinding yang bertulis naskah proklamasi kemerdekaan RI. Walaupun tempatnya redup dan hening, menurut saya tempat ini cocok untuk mengerjakan TA (loh..?!!)

Ruang Kemerdekaan 

Tidak hanya orang Indonesia yang datang ke sini, tapi juga banyak turis mancanegara. Tidak heran karena seperti yang dikatakan oleh The head of Jakarta City Government Tourism and Culture Office:
Jakarta guarantees your unforgettable and memorable experiences of pleasure. Arie Budhiman

Turis Jepang. Awalnya minta difotoin terus minta foto bareng



Wah, jadi ga sabar buat jadi warga Jakarta! ^^


Alamat monas:
Jl. Taman Silang Monas, Gambir, Jakarta Pusat


Referensi:








Kamis, 11 September 2014

Cara Menghilangkan Mobogenie

Mobogenie sekarang muncul di Android. Pada awalnya saya kira karena ketika mendownload lagu di sebuah situs, dan secara tidak sengaja mengklik fast download, tapi pada waktu itu langsung dicancel. Biasanya kalau mobogenie terinstall di laptop atau Andorid, untuk menghilangkannya hanya perlu untuk menguninstallnya. Tapi kasus yang saya temui, mobogenie samasekali tidak terinstall di hp, jadi bingung untuk menghapusnya. Aplikasi ini benar-benar mengganggu, ketika sedang mengoperasikan aplikasi lain di android, mobogenie ini selalu muncul mengganggu, menyarankan untuk menginstallnya dan sebagainya.

Ketika browsing, ada yang mengatakan bahwa mobogenie bisa saja bawaan dari suatu aplikasi tertentu. Oleh karena tu saya mengclear data opera mini saya, ternyata si mobogenie ini masih tetap nakal. Kemudian saya uninstall opera mini tersebut, saya khawatir mobogenie ini bawaan opmin karena alasan di atas. Ternyata setelah diuninstall masih belum ada perubahan.

Alhamdulillah, akhirnya si adik mengatakan bahwa salah satu game android "Pou" membawa aplikasi ini. Dia berasumsi demikian karena dia juga menginstall permainan tersebut, dan memang sering ada iklan yang muncul, tapi iklan yang ada di hpnya bisa hilang sendiri ketika melakukan force close aplikasi pou tersebut. Penasaran saya uninstall aplikasi Pou tersebut, dan ternyata benar. Mobogenie ga pernah muncul lagi. ^^

Minggu, 07 September 2014

Kebun Teh Majalengka Sensasi Lembang

Di sini rumah kita
Yang terindah di dunia
Tanah yang merdeka, Negeri Indonesia
Karena ku tahu di sini ada cinta
Yang kan ku jaga selamanya
(Twentyfirst Night, Selamanya Indonesia)

Majalengka Menawan, tagline yang tepat untuk menggambarkan kecantikan Majalengka. Majalengka selain merupakan kabupaten yang identik dengan kecap dan anginnya yang aduhai, ternyata memiliki objek wisata menarik yang sayang kalau dilewatkan. Salah satunya adalah panorama perkebunan teh.



Bagaimana cara menuju ke lokasi kebun teh ini?

Perkebunan teh ini terletak di Desa Cipasung Kecamatan Lemahsugih Majalengka. Menurut informasi dari web Kabupaten Majalengka, letaknya sekitar 59 Km dari pusat kabupaten Majalengka, berarti sekitar 74 Km dari Kasokandel (Desaku tercinta). Alurnya dari Pusat Majalengka - Maja - Bantarujeg - pas polsek Bantarujeg belok kiri - Desa Lemah Putih (cirinya ada warung sate Citra Buana belok kiri) - Borogojol - Cipasung - jalan terus sampai ada sebuah tanjakan yang berujung pada dua jalur, nah ambil jalur kanan.

Perjalanan menuju kebun teh ini sangat memakan waktu, kami yang berangkat pukul 11 dari Kasokandel, baru sampai di lokasi sekitar jam 14.00 (sebenarnya bisa lebih cepat kalau tidak nyasar dan foto-foto di jalan). Tapi dijamin anda tidak akan menyesal karena sepanjang perjalanan, mata anda akan dimanjakan oleh tanaman-tanaman hijau dan cuaca yang sejuk, jalanannya pun enak.

Apakah Tempat Wisata ini Gratis?

Kebun teh dengan luas ±58 Ha ini dikelola oleh Koperasi Buana Mukti dan untuk masuk ke sini kita dikenakan biaya retribusi sebesar Rp 2.500,- per orang, parkir gratis).




Apa ada tempat parkir?

Berhubung kami yang baru pertama kali datang ke sini, jadi awalnya bingung mencari tempat parkir. Anda hanya perlu mengikuti jalan setapak sampai bertemu dengan warung pertama, nanti akan ada banyak motor pengunjung lain yang terparkir di sana dan orang yang memberikan tiket. Sebenarnya motor boleh dibawa naik ke atas selama anda yakin dengan keselamatan anda.

Apa saja fasilitas yang kita dapatkan di Kebun Teh ini?

Selain panorama perkebunan teh yang sejuk (walaupun tengah hari tetap sejuk), hijau, di sini juga ada warung yang menjual makanan-makanan ringan dan minuman, jadi anda tidak perlu takut kelaparan. Ada juga mushola kecil yang bersih.



Menikmati secangkir kopi dan jalakotek (perbekalan sendiri) dengan disuguhi pemandangan cantik, angin yang berhembus ramah, bersama dengan orang tercinta, merupakan sensasi tersendiri yang membuat anda akan betah berlama-lama di tempat ini.

Saran sebelum menuju ke perkebunan teh:

1. Naiklah kendaraan beroda dua. Pastikan kendaraan tersebut dalam keadaan prima. Usahakan jangan naik motor tua :p pengalaman kami memakai motor bebek s*pra eks benar-benar engap, jalannya ngos-ngosan karena medannya berkelok-kelok dan naik turun (daerah sekitar Maja - Lemahsugih), pastikan ban kendaraan anda tidak gundul, karena jalanan di sekitar tempat wisata masih kurang bagus.

2. Datanglah ramai-ramai, khususnya buat anda yang single, di sini bukan tempat yang pas untuk menggalau, karena yang datang ke tempat ini rata-rata kek sandal jepit, pasangan semua, otomatis anda akan bertambah galau :p

3. Jika anda berdomisili jauh dari tempat ini, usahakan datang pagi-pagi. Selain untuk keamanan (perumahan masih jarang), juga untuk mendapatkan view yang maksimal dari tempat wisata ini.




Note:
1.Dokumentasi berupa gambar hanya sedikit, hal tersebut ditujukan agar anda merasa penasaran dan datang langsung ke TKP.
2.Dokumentasi berupa gambar diambil oleh amatir menggunakan kamera hp sungsang lil’g dengan sedikit sentuhan sotosop. (ada juga yang diambil dalam keadaan bergerak di atas motor).
3.Model bernama Ari Rinaldi Iskandar :p


Referensi:

Rabu, 03 September 2014

Nikmat Allah Tak Pernah Putus

Ketika bicara tentang nikmat Allah maka itu akan menjadi topik yang sangat luas. Maha Besar Allah.

Adapun perjalanan abang kali ini menuju Jambi pun adalah sebuah nikmat Allah. Semoga menjadi ladang rezeki yang halal, lautan ilmu yang bermanfaat, dan pengalaman yang membanggakan untuk dishare pada anak cucu kelak.

Walaupun jadwal keberangkatannya sempat ditarik ulur bahkan sampai ketinggalan pesawat, lupa makan siang, dan ga bawa bekal makanan untuk di perjalanan, semoga pihak panitia yang mengakomodasi perjalanan ini siap siaga, semoga selamat sampai tujuan dan kembali dengan segudang cerita bahagia.

Jangan lupa menyiapkan amunisi agar bisa menampilkan performa yang prima, dan jangan lupa bahwa dalam setiap kenikmatan ada kewajiban yang harus ditunaikan. Jangan sampai perjalanan kali ini melalaikan ibadahmu, karena barangsiapa yang bersyukur atas nikmat Allah maka Allah akan menambah nikmat-Nya.

Fiiamanillah. Semoga Allah melindungimu dalam kebaikan, menjaga hati dan pandanganmu, serta melingkarkan engkau dengan orang-orang yang diberi petunjukNya. Aamiin.

Kamis, 14 Agustus 2014

Taman Fotografi

Berhubung galau TA, jadi saya memutuskan untuk mengunjungi semua taman tematik yang ada di Bandung, setelah taman lansia dan taman pustaka bunga, kemudian taman music, kini saya mengunjungi taman fotografi. Taman cempaka atau yang lebih popular dengan nama taman fotografi ini ada di Jalan Cempaka.

2014-05-18 16.17.36

2014-05-18 16.18.18

Saya jalan kaki dari taman Musik ke sini broo..!! Kirain deket, ternyataaa :D

2014-05-18 16.19.25

2014-05-18 16.20.14

Waktu itu saya sempet nyasar, patokannya dari Riau (kalau dari BIP ke arah kanan) lurus terus melewati berapa lampu merah kemudian ketika menemukan Resto Suis Butcher belok ke kanan, sebenarnya kalau belok ke kiri juga ada taman Anggrek tapi masih belum dikembangkan seperti taman Cempaka.

Taman Musik

Setelah dari Taman Pustaka Bunga saya langsung lari ke Taman Musik di kawasan Jl. Belitung Pinggir SMAN 5 Bandung, Dekat Taman Lalu Lintas.

2014-05-18 14.14.36

2014-05-18 14.15.00

Taman Lansia dan Taman Pustaka Bunga, Rasakan Sensasinya!

Berbeda dengan Taman Pustaka Bunga yang sesuai namanya di sana terdapat berbagai macam jenis tanaman atau aneka bunga, taman lansia ini walaupun namanya untuk lanjut usia tapi pengunjungnya tidak hanya para orang tua kok.

2014-05-18 13.38.58

2014-05-18 13.31.49

Baik di taman lansia dan taman pustaka bunga, masing-masing disediakan free wifi. Jadi tempatnya asik banget kalau dipake untuk acara sharing komunitas/club, buat kongkow-kongkow, atau semacamnya lah bahkan dulu saya mengerjakan TA di sana (lumayan wifinya kenceng :D ). Taman Pustaka Bunga juga bisa dijadikan wisata edukasi, karena tanaman yang ada di sana disertai dengan nama ilmiahnya.

Jomblo? Mampir Ke Sini!

Entah kenapa dinamakan taman jomblo tapi yang jelas semenjak diresmikan oleh walikota Bandung juara pada tanggal 4 Januari 2014 lalu, taman jomblo alias taman Pasupati ini jadi ramai dikunjungi. Dari yang mulai kongkow, istirahat, pacaran, sampai yang hanya numpang foto-foto.

2014-01-17 15.34.13
Letaknya di bawah jembatan Pasupati, dekat (pinggirnya) Baltos (Balubur Town Square). Designnya sama kaya di Majalengka loh, hanya kalau di Bandung berupa balok-balok sedangkan di Majalengka daerah Sawala itu merupakan lahan kosong yang diisi besi-besi aneka ukuran seperti di taman jomblo. (Sayang belum ada dokumentasinya, in syaa Allah nanti kalau dapet langsung diupdate :D )

2014-01-17 15.34.39

2014-01-17 15.37.33

Di belakang Taman Jomblo ini juga ada arena skate board yang selalu ramai oleh anak muda.

2014-01-17 15.35.57

Gimana akses menuju taman jomblo?
1.Dari Terminal Cicaheum bisa naik angkot Cicaheum-Ledeng. Kalau dari Wastu Kencana bisa naik Caringin-Sadang Serang. Selain itu banyak angkot lain yang lewat sini seperti Cisitu Tegalega, Caringin – Dago, Panghegar – Dipati Ukur.
2.Naik Taksi :D
3.Kalau naik motor sih dari jembatan pasupati tinggal turun aja, atau dari Wastu tinggal ke arah Taman Sari.

Rabu, 13 Agustus 2014

Open Recruitment SMKAA 2014

Ada kabar gembiraaa...! Rekrutmen Sahabat Museum KAA kembali dibuka.
Pendaftarannya kini bisa dilakukan online.Periode pendaftarannya Kamis, 07/08/2014, Pkl. 00:00 WIB s.d. Minggu, 24/08/2014, Pkl. 00:00 WIB
ButnBloCAAEGLW1

Bagaimana mekanismenya dan ada klub apa saja? Bisa dicek di sini. Jangan lupa follow @AsiAfricaMuseum untuk mendapatkan informasi terbaru.

Senin, 23 Juni 2014

Tugas Informatika Poltekkes

Beberapa jam yang lalu merasa gaptek KW 1. Ceritanya saya sedang memplot data ke dalam bentuk grafik di excel. Tapi anehnya grafik yang terbentuk
hanya berupa titik dengan absis 0. Begitu berulang-ulang. Kebetulan lama tak bercengkrama dengan program
office yg satu ini, saya jadi tidak begitu confident. Kepala yang memang sudah pening sedari pagi, terasa semakin berat. Dia terus bertanya-tanya. Apa
yang berbeda? Apa yang salah?
Pengaruh Excel 2010 kah, kenapa dulu adem ayem aja?
Saya memblok semua range data yang akan dibentuk grafik. FAILED!

Minggu, 08 Juni 2014

Jalan-jalan ke BPOM

Tersebutlah tanggal 23 Mei 2014 saya pertama kalinya menjejakkan kaki di BPOM. Disambut oleh satpam saya langsung dipersilakan menuju gedung BPOM.

Di sebelah kiri jalan dari pintu masuk utama, dalam beberapa menit saya pun langsung masuk dan menemui orang di bagian lantai 1. Awalnya saya dipersilakan langsung menuju laboratorium. Namun setelah ngobrol lebih lanjut saya diarahkan ke bagian SERLIK di gedung sebelah. Menurut keterangan beliau orang-orang di laboratorium sedang ada kunjungan ke luar kota.

Akhirnya saya datang ke bagian serlik, menunggu sekitar sejam karena waktu itu saya datang ketika jam istirahat dan ada orang dari pihak kampus lain yang juga berkepentingan di sana.

Akhirnya giliran saya untuk berkonsultasi, menurut bagian SERLIK saya diharuskan membawa surat pengantar untuk dapat mengunjungi laboratorium. Dengan berat hati saya pun kembali ke kampus untuk membuat surat pengantar.

Dan karena berselang dengan dua hari libur di minggu ini, akhirnya surat pengantar pun baru bisa diambil hari Jumat. Hari itu saya langsung kembali mengunjungi BPOM. Saya menghubungi ibu di samping SERLIK. Dan menurut keterangan beliau surat pengantar yang saya harus direvisi namun beliau tetap memasukan datanya.

Hari senin saya kembali ke BPOM dengan membawa surat revisi, dan menghubungi ibu yang hari Jumat saya temui. Beliau menyuruh untuk menghubungi Ibu Kania sekretaris kepala balai. Akhirnya saya pun naik ke lantai 1 dan menemui beliau. Menurut bu kania surat saya sudah sampai di disposisi tapi entah di disposisi mana. Beliau menyuruh saya untuk datang lagi besok dan memberikan contact TU.

Senin, 02 Juni 2014

Color Your Life with Making Friend!

[caption id="" align="aligncenter" width="640" caption="Yenny"]image[/caption]



Waktu yang singkat bukan jadi penghalang untuk membangun ukhuwah. Yenny adalah teman seperjuangan, kami sama-sama SPG Reguler kompas yang ditempatkan di SPBU Jalan Surapati. Wanita kelahiran 1994 ini berstatus ibu satu anak usia 1,5 tahun. Suaminya bekerja di PT. Nusantara. Dia lulusan SMK dan pernah berpengalaman sebagai Financial officer di PT. Agrodana. Selama kerja kami bisa berkoordinasi dengan baik, di luar kerja pun kami cukup akrab, makan bersama, belanja bersama, jajan bersama, ngerumpi bersama.

[caption id="" align="aligncenter" width="640" caption="Desya Ides Dariah"]image[/caption]



Nah, kalau yang satu ini nama panggilannya Ides. Dia 2 tahun lebih muda dariku tapi nampak matang dan dewasa. Dia adalah operator di SPBU JL. Surapati. Kami menjadi sangat akrab karena kebetulan berasal dari kampung halaman yang sama, Majalengka. Hanya saja rumahnya di Bantarujeg, jauh dari tempat tinggalku. Di kostannyalah aku menjadi parasit selama 2 hari :D
Menyenangkan punya teman untuk berbagi, tak saling menuntut namun saling memberi. Dia suka menggambar dan menulis puisi. Dia paling suka melihat bintang. Dia ingin melanjutkan pendidikan ke bidang multimedia, dan berharap bisa masuk dunia perfilm-an. Dia bercita-cita menjadi seorang camera-man. Aamiin. Semoga Allah mendengar semua do'amu, ya des!

Semoga ukhuwah kita terjalin sampai ke jannah-Nya. Aku mencintai kalian karena Allah, teman-teman baruku ^^
Terima kasih Allah dan kompas yang telah mempertemukan kami.



Selasa, 27 Mei 2014

Love Julinsee

Love Julinsee ini merupakan film romance Thailand. Film yang disutradarai oleh Chainarong Tampong dan Sakon Tiacharoen ini dirilis pada 3 Maret 2011. Filmnya terdiri dari 4 scene dengan masing-masing love story yang berbeda tapi diikat oleh ending "Big Mountain Music Festival" di Khao Yai National Park.

image


Berikut ringkasan cerita dari masing-masing scene:

1. Senior Crush - Sometimes Love doesn't care about age
Cast:
Piboonthanakiet as Boat
Apinya Sakuljaroensuk as Fon

Senin, 26 Mei 2014

Pengalaman jadi SPG, Gampang-Gampang Susah

Apa yang terpikir dalam benak kalian ketika mendengar kata SPG? 

Cewek-cewek cantik yang genit? 

Orang-orang yang suka memaksa? 

Seorang SPG adalah orang yang berjuang untuk hidup dengan menawarkan barang dari agensinya. Mereka bekerja di bawah tekanan target.

Siapa yang akan berpikir kalau saya akan turut pula menjadi seorang SPG? Dengan tetap berpenampilan syar'i, rok, kemeja panjang dan jilbab, saya ditempatkan di SPBU Surapati Bandung depan mesjid Pusdai.

Bagaimana rasanya? Melelahkan, baik fisik mau psikis. Di tengah rendahnya minat baca orang-orang Indonesia dan menjamurnya internet user, menawarkan koran menjadi susah-susah gampang.

Di hari pertama saya hanya menjual 4 buah koran selama 8 jam kerja. Bayangkan! Tidak ada seperenamnya dari target. :(

Suasana di SPBU sebenarnya tidak terlalu sepi hanya saja memang jarang orang yang tertarik apalagi kalau menjelang siang.

Selama bekerja saya banyak sekali mendapat komentar dari para konsumen:

"Ko mau sih neng, ngasong?"

"Zaman sekarang baca koran ketinggalan zaman, neng!"

"Ah, mending dari internet, lebih up to date"

"Saya ga suka baca!"

"Saya ga bisa baca!"

Dan masih banyak lagi. Menjadi SPG adalah sebuah tantangan tersendiri. Mudah-mudahan di hari kerja selanjutnya bisa lebih hoki dan mencapai target. Aamiin. Do'akan saya, ya!