Kamis, 24 Mei 2018

Pilih-Pilih Breastmilk Storage

Bagi para ibu yang aktif bekerja di ranah publik pasti sudah akrab dengan breastmilk storage, karena kebutuhan ASIP untuk si buah hati selama ditinggal bekerja. Tapi tak jarang ibu yang bekerja di ranah domestik pun sering menstock ASIP, walaupun bayinya tetap direct breastfeeding. Soalnya prinsipnya kan demand and supply, semakin sering kita mengosongkan payudara, maka akan semakin banyak ASI kita.

Nah, setelah dipumping, tentu jadi kewajiban para ibu nih untuk memilih breastmilk storage yang aman buat si buah hati.

Berikut breastmilk storage yang pernah saya pakai:

1. Botol ASI steril

Botol steril ini kapasitasnya 100mL. Harganya sekitar 8k/botol. Lumayan yaaa huhuhu

2. Botol bekas UC

Botol bekas? Yakin? Eits... Jangan parno dulu mak, sebelumnya pasti disterilisasi dulu dong. Jadi berhubung waktu itu di kantor ada acara, dan sebagai booster supaya tetap fit, para staff dibagikan minuman ini. Berlimpah ruah lah itu botol, daripada dibuang, mending tak ambil. Kapasitasnya bisa sampai +/- 140mL *cmiiw*
Continue reading Pilih-Pilih Breastmilk Storage

Selasa, 22 Mei 2018

Busui ikut Puasa?

Banyak pertanyaan seputar ibu menyusui yang ikut berpuasa. Bolehkah busui berpuasa? Amankah untuk bayi? Bagaimana supaya ASI tetap deras?

Awalnya juga saya ragu-ragu untuk ikut puasa, tapi saya mencoba sehari berpuasa dan ternyata Alhamdulillah kuat. Maka saya lanjutkan berpuasa. Pengalaman ketika hamil dulu yang Alhamdulillah bisa berpuasa sebulan penuh juga menambah optimisme saya.

Bolehkah busui berpuasa?

Jawabannya tentu boleh, dengan pertimbangan tidak membahayakan ibu dan si bayi.

Contoh berbahaya seperti apa jika busui berpuasa?

Sebenarnya yang dikhawatirkan adalah ibu dan si bayi mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Pengalaman saya sendiri, beberapa kali di luar bulan Ramadhan, sempat mengalami pusing, mual, dan lemas setelah memompa/menyusui. Tapi Alhamdulillah jika diniatkan beribadah sambil tetap mengASIhi, Allah selalu memberi jalan.

Bagaimana supaya ASI tetap deras walaupun sedang berpuasa?

Saya sendiri sebenarnya tidak ada treatment khusus, hanya beberapa hal yang saya terapkan:

1. Minum air putih yang cukup

Saya berusaha untuk minum air putih minimal 2L sehari. Saya menyediakan botol minum berukuran 2L yang bisa membantu mengontrol asupan cairan yang diminum.

2. Makan makanan yang bergizi

Ini jelas penting, selain jumlah ASI, perhatikan juga kualitas ASI kita ya, bun. Karena apa yang kita makan akan mengalir ke bayi kita juga. Saya selama bulan puasa ini biasanya memakan sayuran berkuah seperti sop, untuk dessert bisa berupa kolak, saya juga mengkonsumsi buah-buahan. Seringnya sih pisang, murmer dan menunda rasa lapar hehehe. Tidak lupa juga saya mengkonsumsi susu.

3. Istirahat yang cukup

Untuk menjaga kesehatan perlu istirahat yang cukup. Istirahat yang cukup juga bisa membantu kita mengontrol emosi.

4. Makan kurma

Banyak yang menyarankan untuk minum air nabeez selama berpuasa, yakni jus kurma dicampur dengan susu. Tapi karena masih pro kontra, saya hanya mengkonsumsi buah kurmanya langsung. Makan kurma ketika ifthar kan sunnah ya? 😊

5. Rileks, jangan stress!

Ketika kita rileks, maka tubuh akan mengeluarkan oksitosin yang membantu melancarkan ASI. Jadi kalau bunda aktif di ranah publik dan pekerjaan rumah menumpuk, rileks, kerjakan once bite a time, nanti juga beres, jangan keburu stress. Hehehe.

Hindari juga permasalahan yang membuat bunda kesal, tolerir suatu masalah jika memang masih bisa ditolerir. Bunda yang terlalu perfectionist biasanya akan lebih mudah stress, turunkan standar dan rileks bun.

6. Pumping

Walaupun sedang berpuasa, tetap pumping ya bun. Karena prinsipnya supply and demand, maka semakin sering kita mengosongkan payudara, maka tubuh akan memerintahkan untuk mensupply asi lebih banyak.

7. Minta dukungan dari suami dan keluarga

Suami bisa mendukung dengan melakukan pijat oksitosin untuk melancarkan ASI. Memberikan support secara verbal, seperti memuji istri untuk membuat hatinya bahagia. Mengajaknya berjalan-jalan atau liburan untuk menghilangkan kejenuhan.

Intinya, kita harus bahagia, ya, bun! Semoga bermanfaat!
Continue reading Busui ikut Puasa?