Selasa, 18 November 2025
Jumat, 24 Januari 2025
Resolusi 2025
Entah sejak kapan berhenti menulis resolusi hidup di tahun baru. Rasanya setelah berganti status, aku kehilangan diriku (yang dulu). Prioritasku bergeser menjadi segalanya untuk kepentingan anak-anak dan suami.
Ada rasa tidak percaya diri bahkan ketakutan untuk melanjutkan mimpi. Rasanya ini tidak benar, rasanya tidak boleh, belum saatnya.
Padahal mimpi adalah hak setiap manusia terlepas apapun profesinya. Tapi mungkin bermimpi bagi seorang Ibu, terlalu mahal harga yang harus ditukar. Aku hanya belum siap mengorbankan sesuatu yang dibutuhkan untuk menggapai mimpi tersebut.
Oleh karena itu, mari kita catat harapan-harapan kecil yang semoga terlaksana di tahun baru ini.
1. Mengurangi makan di luar dan lebih sering masak
Setelah membuat rekap laporan tahunan keuangan kami di tahun 2024, porsi jajan "makanan berat" cukup lumayan besar dibanding groceries.
Memasuki akhir bulan Januari ini, aku menemukan perasaan nyaman ketika mencoba resep-resep baru. Jika dulu ada perasaan bosan dan ingin beli saja. Ternyata kuncinya adalah di variasi makanan.
Alhamdulillah tahun baru ini berhasil mencoba resep baru seperti tongseng, nasi ayam hainan, dan pecak ikan.
2. Be Present
Ini maknanya luas. Aku ingin menikmati masa saat ini, mengurangi overthinking dan kekhawatiran tentang hari esok.
Aku juga ingin mengurangi aktivitas menggunakan gawai, hadir lebih intens menemani keseharian anak-anak.
3. Lebih bisa mengontrol keuangan
Ada beberapa target keuangan yang ingin aku raih seperti:
- Take over KPR ke Bank Syariah dan sebisa mungkin untuk melakukan pembayaran ekstra sebelum memasuki masa floating.
- Sebagai generasi sandwich, aku berharap bisa menyisihkan secara lebih dan konsisten untuk membantu perekonomian keluarga.
- Maintenance rumah seperti memasang torrent, menggunakan jasa pest control untuk membasmi rayap.
- Lebih giat berbagi dengan orang-orang di sekitar. Seperti tetangga, tukang kebun, satpam sekolah Anak, satpam perumahan, Masjid yang sering minta sumbangan di jalan yang sering dilalui.
- Memperpanjang silaturahmi, hadir ketika mendapat undangan di hari istimewa teman atau saudara.
- Pengen umroh bareng suami.
- Menyiapkan dana pendidikan anak untuk jenjang selanjutnya. Tahun ini anak keduaku masuk Sekolah Dasar dan biaya cukup menguras kantong, aku sampai harus menjual beberapa aset. Semoga untuk jenjang selanjutnya bisa lebih siap dan terencana.
4. Melanjutkan kuliah.
Ini salah satu mimpi yang rasanya cukup challenging untuk dilaksanakan. Membagi biaya, waktu, dan tenaga. Mampukah kiranya aku?
5. Mengisi core memory anak dengan berkegiatan menyenangkan setiap weekend. Entah dengan pergi ke tempat baru atau melakukan sesuatu yang seru di rumah.
6. Mendampingi anak dalam mencapai target kompetensi yang ditetapkan sekolahnya. Seperti hafal juz 30, melancarkan membaca dan berhitung, lebih sering berdiskusi, mengajak anak untuk transparan tentang perasaan dan pikirannya.
7. Mengontrol emosi. Aku berharap bisa mengurangi omelan untuk hal-hal sepele diganti dengan mengajak anak critical thinking terhadap apa yang sudah mereka kerjakan (baik itu benar maupun salah).
Istirahat yang cukup, makan makanan sehat, memperbanyak protein, buah dan sayur. Mengurangi gluten, juga lebih sering berolah raga.
Saat ini, hanya itu yang terpikirkan, jika nanti ada hal yang baru terpikirkan, mungkin list-nya akan bertambah. Jika dulu ketika kuliah, aku mendengar motivasi "Tuliskan mimpi-mimpimu, biar Tuhan yang mewujudkannya satu persatu", sejujurnya sampai saat ini aku masih percaya dengan hal itu.
Dan aku tidak pernah kecewa dalam berdo'a kepada Allah. Aku yakin Allah bersama prasangka hamba-Nya. Alhamdulillah atas segala kenikmatan hidupku saat ini ya Allah, sesungguhnya masalah hidup yang ku hadapi tak ada secuil pun dari Rahmat-Mu.
Jumat, 01 Maret 2024
Rekomendasi Tukang Service AC di Bojong Gede
"Kalau tahu AC bakal minta service terus, pas pindah rumah, mending AC lama ditinggal dan beli baru saja." Gerutuku pada suami.
Hidup memang penuh kejutan, terutama ketika pindah rumah. Banyak sekali drama yang kami alami. Salah satunya adalah AC yang menguras cukup banyak isi dompet kami.
Kami meminta jasa orang yang biasa kami panggil untuk membongkar AC. Biasanya kami memakai jasanya untuk membersihkan AC setiap tiga bulan sekali melalui aplikasi.
Berhubung kami tidak memiliki informasi mengenai orang yang biasa membongkar pasang AC, jadilah kami menghubunginya.
Semua berjalan lancar. Kemudian dia bertanya apakah kami sudah memiliki "link" untuk nanti memasang AC di rumah baru?
Tentu saja belum. Dia merekomendasikan temannya yang juga terdaftar di aplikasi yang biasa kami pakai. Setelah kami cek, ternyata orang yang direkomendasikan memang pernah membersihkan AC kami juga.
Jadilah ketika sampai di rumah baru, kami menghubungi orang yang direkomendasikan tersebut.
Berikut kronologinya:
8 Juli 2023
Bongkar AC di rumah Jakarta biayanya Rp 300.000 sudah termasuk dengan biaya cuci AC.
9 Juli 2023
Pasang AC di rumah baru biayanya 250.000, karena setiap pemasangan baru harus divacum, jadi biaya vacum yang dikeluarkan 100.000, jasa tukang servicenya 100.000, dan nambah freon 250.000.
10 Juli 2023
Awalnya ada tetesan air dari AC, lama kelamaan timer berkedip berwarna merah, AC jadi ga dingin. Tukang service datang lagi, dan bilang ada kebocoran freon.
12 Juli 2023
Setelah diservice, pas power dinyalakan, jarak dari nyala ke mati itu cuma berselang 1 detik. Rusak lagi.
21 Juli 2023
Masih dengan orang yang sama, kami disarankan beli pipa baru dan lem, total biayanya 536.000
27 Juli 2023
Tukang service ACnya menyerah (banyak alasan ketika dipanggil ke rumah kami lol), dan kami juga merasa sudah kehilangan kepercayaan dengan Abang servicenya.
Kami memanggil tukang service AC yang lain atas rekomendasi Mba Citra (bagian dari marketing di Cluster kami). Jam 14.00 hari itu juga langsung datang buat visit. Wow!
30 Juli 2023
Setelah visit terakhir, abang service yang baru ini datang. AC kami dilas (bagian yang bocornya), isi freon, vacum. Totalnya 650.000
2 minggu kemudian timernya kembali berkedip. Untungnya masih garansi jadi kami memanggil tukang AC lagi, ternyata masih ada bocor halus. Posisi AC kami yang mepet ke atap, sedikit dipindah agak ke bawah.
Abang servis yang baru ini memberikan sinyal kalo tukang service sebelumnya terlihat seperti baru belajar, dilihat dari cara pemasangannya yang berantakan.
Aku pikir drama selesai, ternyata setelah garansi dipakai, penyakitnya kumat lagi. Aku yang sudah hopeless, memilih untuk tidak memperbaiki AC lagi. Padahal cuaca sedang sangat ekstrim saat itu, panas sekali dan kipas angin kami pun sedang rusak.
28 Januari 2024
Dengan pertimbangan bayi yang sudah semakin aktif, bisa merangkak, mudah sekali kegerahan sampai timbul biang keringat. Kami memutuskan untuk memperbaiki AC kembali.
Namun ada missed komunikasi antara suami dengan pihak layanan service AC. Suami booking untuk service AC dan pindah outdoor. Ketika hari H, petugas yang datang hanya untuk pindah outdoor. Karena katanya untuk service, harus dengan orang yang sama dengan yang menservis sebelumnya.
Biaya pindah outdoor AC: 300.000
29 Januari 2024
Abang AC yang dulu menservice AC kami (dimulai 27 Juli 2023) datang kembali ke rumah. Mengecek, dan ternyata harus dijadwalkan ulang karena peralatannya kurang lengkap.
4 Februari 2024
Berhubung jadwal weekend antriannya panjang, akhirnya Bosnya langsung yang datang, dengan membawa 2 asistennya.
Keran AC kami diganti. Biayanya 650.000
Dan Alhamdulillah sampai tulisan ini dibuat, AC kami sudah tidak drama lagi.
Tukang Servis AC yang kami pakai adalah Artamili Teknik Service AC Bogor dan Depok.
Kelebihannya seperti yang bisa dilihat di kronologi, pemiliknya menyediakan garansi. Dan sales after servicenya juga oke. Setiap waktunya cuci AC akan ada reminder ke no. Whatsapp kita.
Oh, iya, total kerusakan pindah AC ini jika diakumulasi dari awal: 3,136,000.
Jadi buat yang sedang mempertimbangkan untuk bawa AC ketika pindah rumah, bisa dipertimbangkan lagi. Semoga bermanfaat.
Update: 25 Maret 2024 AC kami kedip kedip lagi powernya, ketika dilas malah makin banyak. Dan akhirnya tukang service menyarankan untuk ganti unit.
Kesimpulannya: AC lebih baik tidak dipindah tempat.
Kamis, 29 Februari 2024
Cara Mengurus Pindah Datang ke Kab. Bogor Bagian 2
- Surat pernyataan dari Pak RT,
- Surat Keterangan Pindah, dan
- Draft KK dari Disdukcapil.
![]() |
| Kanan: Loket 1 tempat pengajuan KK, Kiri: Loket 2 tempat pengajuan KTP |
- Fotokopi KK 1 lembar
- Fotokopi KTP yang akan diupdate
- Menyertakan email untuk notifikasi
- Menyertakan nomor handphone
- Download aplikasi Identitas Kependudukan Digital
- Isi NIK, email, dan captcha.
- Kemudian melakukan selfie.
- Setelah itu, scan QR dari petugas setempat.
- Kita akan mendapatkan email berisi link aktivasi.
- Klik link aktivasi tersebut kemudian masukkan kodenya (berupa 6 digit angka).
- 6 digit angka tersebut sebaiknya diingat atau disimpan karena akan terus digunakan untuk mengakses aplikasi ini.
Kamis, 22 Februari 2024
Mengurus Pindah Datang ke Kab. Bogor
Sebuah privilege yang terasa nyata sebagai warga Jakarta adalah kemudahan dalam mengurus administrasi dan juga akses transportasi.
Baru terasa setelah 6 bulan tinggal di Kab. Bogor.
Kami baru mengurus administrasi setelah pemilu berlalu.
Langkah-Langkah Mengurus Pindah Datang:
1. Meminta surat keterangan pindah
Aku mengajukan pindah keluar dari DKI Jakarta melalui Aplikasi Alpukat Betawi. Bagi yang belum punya akunnya, silahkan daftar, isi semua data dengan benar.
Kemudian ajukan pada menu Permohonan Perpindahan. Dokumen yang perlu diupload adalah KK dan KTP. Selesai diajukan, tinggal pilih jadwal, kapan dokumen akan diambil.
Note: Yang bisa mengajukan hanya akun kepala keluarga
Tanggal 21 Februari 2024, aku datang ke kelurahan sesuai dengan jadwal kedatangan yang dipilih di aplikasi Alpukat Betawi.
Prosesnya cepat dan mudah. Hanya perlu memberikan KK yang asli dan memperlihatkan KTP yang asli, dan juga aplikasi alpukat betawinya.
Di kelurahan ini, diberikan surat keterangan pindah untuk diajukan ke tempat tinggal yang dituju.
2. Mengajukan Pindah Datang
Proses ini bisa dilakukan dengan menggunakan email ke
dukcapil.pindat.kab.bogor@gmail.com
(Sumber: SI SAPA DUKCAPIL)
Jangan lupa lampirkan surat keterangan pindah yang didapatkan dari kota asal (surat yang didapat dari poin 1).
Berhubung ada human error dari aku, jadi aku mengirim email namun lampirannya tidak terkirim, dan sama sekali tidak ada respon dari email dukcapil.
Akhirnya tanggal 22 Februari 2024, aku memutuskan untuk datang langsung ke Disdukcapil Kab. Bogor yang terletak di daerah Cibinong (sebelah kantor pemadam kebakaran).
Aku menghampiri bagian informasi, dan mengatakan bahwa sudah mengirim email untuk pindah datang namun belum direspon (sebelum tahu ada human error).
Akhirnya dilayani oleh seorang petugas di sampingnya. Tidak sampai 5 menit, prosesnya beres. Saya mendapatkan draft KK (Kartu Keluarga) dan Surat Pernyataan yang harus diisi oleh RT yang akan kita tinggali. Tujuannya untuk validasi alamat tempat tinggal kita yang baru.
Bersambung...
Cara Mengurus Pindah Datang Ke Kab. Bogor Bagian 2 bisa baca di sini.
Kamis, 18 Februari 2021
Pengalaman Terjun ke Dunia Saham
Aku tertarik untuk berinvestasi sejak masih kuliah. Aku sering mencari informasi di internet tapi akhirnya mereka hanya membawaku pada forex, binomo, dan lain-lain.
Banyak komentar negatif mengenai hal-hal tersebut. Tapi aku tetap berusaha mencari ilmunya. Aku membaca ebook melalui perpusnas mengenai trading forex. Tapi melelahkan, rasanya ini bukan duniaku. Aku merasa akan tersesat jika berkenalan dengan hal-hal itu.
Aku berpikir akan jauh lebih baik jika belajar sambil praktik langsung, tapi aku terkendala dana. Anak kuliah belum punya modal. XD
Tahun berganti, sekitar tahun 2015, aku akhirnya berubah status menjadi seorang karyawan yang memiliki penghasilan tetap. Aku sempat bertanya kepada salah satu atasanku mengenai pandangannya tentang investasi. Apakah beliau mengenal forex dan lain-lain?
Beliau berkata pernah menyelam dalam dunia itu, memang bisa mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat tapi kerugiannya pun sekejap mata. Aku kembali bimbang.
Forex Bukan Saham
Entah ada berapa orang di luar sana sepertiku dulu yang beranggapan bahwa forex, binomo, bitcoin dan teman-temannya adalah saham. Padahal bukan.
Salah satu yang meresahkan untuk terjun ke dunia saham adalah hukumnya. Apakah haram? Banyak orang yang berkata jika forex dll itu seperti judi dan jelas hukumnya haram dalam Islam. Tapi yang jelas forex bukan saham, dan hukum saham pun halal, ini bukan ranahku untuk mengupas alasannya, teman-teman bisa cari sendiri ya di akun-akun saham syariah.
Perusahaan Tempat Aku Bekerja IPO
Ini adalah titik balik aku kembali ingin belajar saham. Perusahaanku mengumumkan sebuah berita yang mengejutkan mengenai bonus tahunan ketika itu tidak akan cair dalam bentuk uang melainkan saham.
Hal ini dikarenakan perusahaan yang awalnya merupakan milik pribadi memutuskan untuk IPO atau Initial Public Offering yaitu melakukan penjualan saham kepada investor atau masyarakat umum.
Masing-masing karyawan yang telah bekerja lebih dari dua tahun akan mendapatkan saham pertama perusahaan ketika go public. Wah, beruntung sekali pikirku saat itu walaupun aku belum terlalu mengerti tentang saham.
Sayangnya aku belum beruntung mendapatkan saham cuma-cuma tersebut. Banyak terjadi pro kontra mengenai dikonversinya bonus uang menjadi saham tersebut. Protes keras datang terutama dari kalangan para Ibu-Ibu. Mereka menyampaikan tidak mengerti dunia saham dan tidak tahu bagaimana mengelolanya.
Mereka menawarkan kepada karyawan lain saham mereka agar mendapatkan uang tunai. Sayangnya kepemilikan saham tidak boleh diperjualbelikan selama kurun waktu tertentu.
Bagi mereka yang pro, merasa saham merupakan investasi yang bagus untuk masa depan. Mereka bisa menahannya untuk waktu jangka panjang dengan harapan nilainya akan terus naik.
Berkenalan dengan SPM
Ada salah seorang seniorku yang memposting fotonya ketika di Bursa Efek. Aku menekan tombol love dan berusaha mencari tahu apa yang dilakukannya di sana melalui caption dan komentar. Tapi nihil.
Akhirnya aku menghubunginya melalui Facebook Messenger. Setelah cukup berbasa-basi mengingat lama tidak kontak semenjak lulus kuliah, aku langsung mengutarakan maksudku.
"Kak, aku tertarik investasi saham, tapi aku bingung harus memulai dari mana. Aku lihat kakak sudah terjun di dunia saham, ya?"
"Coba ikut SPM, ka! Search aja! Kalau di Jakarta bisa langsung datang ke BEI."
Berbekal chat itu aku browsing tentang SPM atau sekolah pasar modal. Wah, aku benar-benar merasa semakin tertarik. Hanya saja waktu itu aku sedang dalam keadaan hamil, jadi berusaha memutuskan untuk menunda hal tersebut.
![]() |
| Semangat Yuk, Nabung Saham! |
Aku pikir setelah melahirkan, aku akan punya banyak kesempatan melakukan banyak hal seperti dulu. Hahaha. Sungguh pemikiran yang naif, ya!
Ternyata aku jauh lebih sibuk dan bingung bagaimana caranya supaya bisa mengalokasikan waktuku dengan baik untuk bekerja, belajar dan juga merawat anak.
Aku memutuskan kembali menunda proses belajarku.
Memanfaatkan Media Sosial untuk Belajar
Tuhan mempertemukanku dengan salah satu akun tentang saham di media sosial. Beliau adalah seorang pegiat yang ingin membuat para investor lokal menggeliat dan semangat untuk membangun Negeri melalui investasi.
Aku membaca highlight di akunnya. Ada banyak sekali. Aku mencatat semua informasi penting di buku. Aku membeli beberapa buku yang direkomendasikannya.
Dan dari akun ini aku tahu bahwa saham itu berbeda dengan forex dan semacamnya dan hukumnya pun halal.
Aku melakukan riset dari buku-buku yang aku beli, dan berusaha memantapkan kembali apa tujuanku berinvestasi.
Setelah mendapat jawabannya, aku akhirnya mendaftar SPM online, karena tidak memungkinkan untuk datang ke BEI langsung.
Pasti beda rasanya belajar secara eyes to eyes dengan hanya otodidak. Kamu tidak menemukan partner untuk sharing. Mereka yang sama-sama merangkak dari garis awal sepertimu. Kamu juga tidak bisa menjumpai orang yang bisa setiap saat kamu tanya ketika mendapat masalah.
Pantang menyerah, setelah mendapatkan ilmu dasar, sambil terus belajar dan mencari informasi terkini. Aku memutuskan untuk terjun langsung ke bursa saham.
Ribet? Pusing? Sama sekali jauh dari bayanganku. Tidak seribet itu, tidak sesusah itu. Teknisnya kita sama seperti di pasar konvensional, yang membedakan hanya barang yang diperjualbelikan adalah saham. Membeli ketika harga murah dan menjual ketika mahal.
Hal-hal yang Membuatku Bingung Dulu
Aku harus mencari sekuritas untuk memulai investasi saham. Aku mencari informasi ini di media sosial yang sama. Jika kalian penasaran, akun yang aku maksud adalah @ngertisaham silahkan browsing sendiri ya!
Ketika mendaftar Sekolah Pasar Modal, kita diharuskan memilih akan belajar dengan sekuritas mana, karena mereka yang akan membantu kita membuat Rekening Efek dan juga SID/SRE.
Oh, iya, lebih baik mempersiapkan rekening sesuai dengan yang dianjurkan sekuritas supaya lebih mudah proses kedepannya. Aku menggunakan BCA.
Setelah semua beres, berbekal analisis fundamental yang aku pelajari, aku membeli beberapa saham.
Aku tidak paham analisis fundamental ini di luar kepala, selalu harus membuka catatan untuk melakukan analisis.
Perilaku Investasi Membentuk Habit Baru
Banyak orang yang takut berinvestasi karena merasa mereka belum mampu menyisihkan uang. Padahal kebiasaan investasi membuat habit baru dalam kehidupan kita. Contohnya menghilangkan perilaku konsumtif. Setiap akan membeli barang yang nominalnya lumayan, aku akan bertanya, seberapa butuh aku terhadap barang itu. Jika aku belikan saham, pasti aku bisa membeli beberapa lot dengan harga segitu.
Ada banyak pertimbangan.
Salah satu manfaat dari saham adalah nilainya yang tidak tergerus inflasi. Berbeda jika kita menabung di Bank, nilainya akan terus tergerus. 100 juta hari ini akan tidak bernilai 20 tahun yang akan datang.
Bagaimana Cara Memilih Saham yang Bagus
Jika kalian sudah memutuskan untuk berinvestasi di pasar saham. Belajarlah dengan tekun lebih dulu, jangan membuat kesimpulan hanya berdasarkan pendapat orang lain.
Apa yang dipelajari? Analisa Fundamental dan Teknikal. Analisa fundamental ini lebih tentang perusahaan itu sendiri. Sederhananya kita tidak mungkin berinvestasi di perusahaan yang akan bankrut kan? Nah, untuk mengetahui kekuatan perusahaan tersebut untuk bertahan adalah dengan analisa fundamental.
Kita bisa mencari tahunya melalui laporan keuangan yang mudah sekali diakses baik itu melalui sekuritas maupun dari web.
Sedangkan analisa teknikal adalah untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk membeli atau menjual saham. Aku pun belum terlalu menguasai ilmu ini karena aku berencana untuk berinvestasi jangka panjang dengan mendukung gerakan nabung sejuta saham.
Jangan Berinvestasi dengan Kondisi Seperti ini
Jangan memutuskan berinvestasi dengan harapan ingin cepat kaya. Mungkin di drama Korea yang sempat booming yaitu Start Up, Pak Han bisa mendapatkan keuntungan 80 kali lipat dari saham, selama kurun waktu satu tahun. Anggap saja itu sebuah motivasi, karena dalam investasi pun dibutuhkan skill dan ilmu pengetahuan.
Hanya karena teman-temanmu terjun di dunia saham, dan kamu merasa tidak ingin tertinggal tren oleh mereka, maka kamu terjun tanpa persiapan yang mumpuni. Hati-hati terbawa arus!
Jangan memaksakan berinvestasi ketika kalian tidak memiliki dana segar. Jangan memakai dana untuk kebutuhan lain untuk berinvestasi. Banyak sekali aku baca, para mahasiswa yang memakai uang semesteran mereka untuk berinvestasi. Tidak ada yang bisa menjamin kalian akan selalu beruntung di pasar modal.
Jangan berhutang untuk berinvestasi. Banyak perusahaan sekuritas yang menawarkan pinjaman untuk berinvestasi. Menurutku itu terlalu memaksakan diri, apalagi jika kita tidak memiliki dana darurat.
Jangan Terbawa Nafsu. Hal yang sulit ketika berinvestasi adalah menginjak pedal rem pengendalian diri.
Intinya, jangan takut untuk berinvestasi! Belajarlah dahulu, kenali produk dari saham yang kita beli, pilih sekuritas yang menawarkan tutorial atau cepat tanggap ketika dihubungi, dan juga biaya administrasinya kecil.
Siapapun bisa berinvestasi, siapapun bisa memulai untuk mencapai mimpi-mimpi mereka. Jangan pernah malu untuk bertanya ataupun memulai. Selalu libatkan Tuhan dalam setiap aktivitasmu karena hanya Dia yang mampu menuntun jalanmu. Happy investing!
Selasa, 09 Februari 2021
Sudah Bayar Zakat Penghasilan?
"Sebenarnya semalam aku mau bahas soal hastag yang trending di Twitter. #RezimNgemisWakaf. Jadi pemerintah menganjurkan menggunakan dana wakaf untuk pembangunan infrastruktur."
![]() |
| Sudahkah kamu membayar zakat? |
Ketika menemani anakku bermain, tiba-tiba aku teringat topik obrolan yang hendak aku usung sebagai pengantar tidur tadi malam. Tapi karena suami baru pulang kerja lembur dan ketiduran selagi menunggu aku mengerjakan tugas dari salah satu pelatihan yang aku ikuti, kami batal membahasnya.
Aku mengirimkan teks tersebut di whatsapp. Tanpa tahu bagaimana ekspresi wajahnya, aku mendapatkan balasan.
"Wah, kalau begitu kita bayar zakat di Dom*etdhuaf* saja!"
Jadi semenjak aku mengikuti acara yang diselenggarakan oleh @teduhmindful sebuah family financial educator kami jadi rajin membayar zakat penghasilan setiap bulannya.
Wajib Membayar Zakat Ketika Sudah Mencapai Nishab
"Sebenarnya kalau dihitung, penghasilan kita setahun belum mencukupi Nishab untuk membayar zakat, beb."
Jadi, dikutip dari situs Badan Zakat Nasional, Nishab zakat penghasilan itu sebesar 85 gram emas per tahun. Kadarnya senilai 2,5% dari penghasilan yang didapatkan tersebut.
Apakah Zakat Harus Ditunaikan Sekaligus?
Zakat penghasilan bisa dikeluarkan per bulan jika nominalnya sudah mencapai nishab per bulan.
Berapa Nishab per Bulannya?
Yaitu setara dengan seperduabelas dari 85 gram emas (mengikuti harga Buyback emas ketika zakat akan dibayarkan).
Misalnya, harga buyback hari ini adalah 837.000.
Nishab: 1/12 x (85 x 837.000) = 5.928.750
Jadi, jika kita memiliki gaji 6.000.000 per bulan. Itu berarti sudah mencapai Nishab. Dan harus dikeluarkan zakatnya.
Jumlah zakat yang harus dikeluarkan:
2.5% x 6.000.000 = 150.000
Jadi jumlah zakat yang harus dikeluarkan bulan ini bagi yang memiliki gaji 6.000.000 adalah sebesar 150.000.
Bagaimana Jika Penghasilan per Bulan Belum Mencapai Nishab?
Jika penghasilan per bulan belum mencapai Nishab, bisa penghasilan 1 tahun dihitung, zakat bisa ditunaikan jika penghasilan bersihnya mencapai Nishab.
Contoh perhitungannya:
Gaji per bulan: 6.000.000
Gaji per tahun: 6.000.000 x 12 = 72.000.000
Harga buyback emas: 837.000
Nishab emas: 85 x 837.000 = 71.145.000
Berarti penghasilan sudah wajib zakat karena sudah mencapai Nishab.
Jumlah zakat yang harus dikeluarkan =
2,5% x 6.000.000 = 150.000 per bulan
Bagaimana jika penghasilan per bulan atau satu tahun masih belum mencapai Nishab? Maka tidak wajib mengeluarkan zakat, kita bisa berinfak sesuai kemampuan untuk mendapat keberkahan dari harta yang didapat.
Di teks yang aku dapat dari suamiku, beliau berkata, "Gpp beb, keluarkan saja (zakatnya), sebagai bentuk syukur kita."
Sebenarnya aku ingin menjawab, "innamal a'malu binniyat". Jika memang tidak mencapai Nishab, lebih baik niatnya infak saja.
Belum massive-nya sosialisasi mengenai zakat ini, memang masih membuat simpang siur.
Satu hal yang harus diingat adalah zakat yang dikeluarkan adalah penghasilan yang didapat ditambah bonus dan lain-lain kemudian dikurangi oleh hutang, kebutuhan pokok, dan lain-lain. Hal ini sesuai dengan yang tertuang dalam Fatwa MUI No. 3 Tahun 2003 tentang Zakat Penghasilan tertanggal 7 Juni 2003, yang menyebutkan penghasilan yang wajib dizakati adalah penghasilan bersih (netto).
Tapi Allah mengetahui kemampuan kita dan juga niat kita. Kembali lagi ke manfaat dari zakat itu sendiri yaitu sebagai rukun Islam yang akan menyucikan dan menambah harta kita sehingga tercapai keberkahan dalam hidup.
Wallahu 'alam.
Kamis, 28 Januari 2021
Pengalaman Mudik ketika Pandemi
Ada yang tidak pernah pulang kampung selama pandemi? Well, aku juga. Bulan Desember kemarin adalah pertama kalinya sejak pandemi.
Bukan karena keadaan sudah aman atau kondusif untuk melakukan perjalanan, atau karena sudah kebal dengan corona. Walaupun jenuh berada di rumah terus dengan aktivitas yang monoton setiap harinya, housekeeping and motherhood, tapi itu bukan alasan untuk melakukan traveling pada masa ini.
Stay at home.
Baca juga: Cara Supaya Anak Betah di Rumah
Kenapa Memutuskan Pulang Kampung ketika Pandemi?
Selasa, 07 Mei 2019
Enam Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Belanja Online
Kamis, 04 April 2019
Tidak Bisa Isi Ulang Token Listrik, Kenapa Ya?
Kamis, 13 Desember 2018
Kontemplasi Pagi Hari: Mempertanyakan Takdir Tuhan
Selasa, 06 November 2018
Absennya Sang Obat
Melayang dalam benak, kenapa hati tak seputih kapas? Kenapa pikiran tak sejernih embun?
Berkelebat bayangan rasa bersalah atas rasa benci yang tumbuh subur. Bahkan ikrar yang termaktub tentang rival to death.
Jarak dan waktu sang obat hati absen datang.
Kamis, 11 Oktober 2018
Cara Memperpanjang SIM Online
Senin, 17 September 2018
Cara Mengurus Akta Kelahiran yang Hilang
1. Membuat surat kehilangan dari kepolisian.
Saya datang ke polsek Penjaringan. Cukup membawa ktp dan salinan akta kelahiran yang hilang. Sebenarnya yang dibutuhkan adalah nomor aktanya, saya tidak memiliki salinan hardcopy akhirnya mencetak dari email tapi tidak masalah. Jika tidak memiliki salinan akta, maka diharuskan ke dinas kependudukan dan catatan sipil untuk meminta salinan akta. Proses di polsek ini tidak dipungut biaya sepeserpun dan prosesnya cepat sekitar 10 menit.
2. Datang ke Suku Dinas Kependudukan
Akta kelahiran anak saya terdaftar di sudin Jakarta Barat. Syarat-syarat untuk membuat permohonan duplikat akta kelahiran sebagai berikut:
1) Surat Kehilangan dari kepolisian
2) Fotokopi Kartu Keluarga
3) Fotokopi KTP ayah dan Ibu
4) Fotokopi Buku Nikah
5) Salinan Akta Kelahiran
Setelah menyerahkan semua persyaratan, nanti petugas memberikan surat penerimaan untuk pengambilan akta baru. Di dalam surat tertera 5 hari kerja tapi kata petugasnya baru bisa diambil setelah 2 minggu.
Ternyata mengurus sendiri dokumen-dokumen penting itu tidak terlalu rumit. Hanya terkadang susah menyesuaikan waktu operasionalnya dengan jam kerja.
Sabtu, 18 Agustus 2018
Futur Akibat Maksiat
Jumat, 17 Agustus 2018
Kerja di Ibukota Sudah Dapat Apa?
Minggu, 17 Juli 2016
Dikhitbah, rasanya...
Ya Allah, telah Engkau tunangkan aku tidak lain dengan 'dia' yang semoga mendekatkan dengan Engkau. Engkau satukan kami dalam majlis yang Engkau ridhai, aku hamba Mu yang tak punya apa-apa selain Engkau sebagai sandaran harapan. Engkau maha mengetahui apa yang tidak aku ketahui...


















