Sabtu, 13 Juli 2013

Pengalaman Belanja di Bukukita

Kemajuan dalam teknologi benar-benar memberikan kemudahan dalam kehidupan manusia. Setidaknya itu yang aku harapkan. Dan ini pertama kalinya aku menggunakan jasa online book shop. Awalnya tidak begitu tertarik dengan berbagai penawaran di media social, tapi setelah mempertimbangkan banyak hal, aku pikir tidak adanya ruginya menggunakan jasa online shop sebagai pilihan.

Palasari biasanya merupakan pilihan paling nyaman untuk berbelanja buku. Tapi mengingat transportasi yang njelimet, 3 kali naik turun angkot, ongkos yang naik seiring kenaikan harga BBM, belum ditambah hiruk pikuk jalanan kota Bandung, setelah itung-itungan, ongkir dengan ongkos yang biasa aku habiskan ke palasari tidak jauh beda, bedanya aku tidak perlu menghabiskan energy untuk datang ke tkp apabila menggunakan online shop, dan buku yang kita cari bisa dipastikan tersedia selama shop tersebut memberikan keterangan tersedia.

Tidak mau mengadu peruntungan, aku memutuskan untuk menggunakan jasa online book shop yang sudah secara pasti menjual buku Muhammad Lelaki Penggenggam Hujan. Buku ini sudah agak sulit dicari. Jadi menemukannya di online shop memberikan harapan yang besar untuk bisa segera mengoleksi buku tersebut.

Pengiriman yang dijanjikan oleh online book shop yang aku pakai jasanya hanya 4-5 hari, dan ditambah 1-2 hari apabila buku tersebut habis di gudangnya sehingga harus meminta langsung ke gudang penerbit. Tapi ternyata sampai menghabiskan waktu 2 minggu lebih. Jelas hal tersebut mengundang kekecewaan. Pasalnya buku tersebut dialamatkan ke kampus dan menjelang liburan. Aku harus menangguhkan liburan demi menanti kedatangan buku tersebut.

Kekecewaan sedikit terobati ketika paketnya datang, ya bagaimanapun kesabaran selalu berbuah manis, kan? Melihat buku yang dikemas rapi tanpa cacat, dan yang penting buku yang benar-benar sangat aku nantikan datang, kebahagiaannya tak terperi. Alhamdulillah. Sekarang koleksi Buku Muhammad karya Tosaro GK-ku lengkap. :)
Continue reading Pengalaman Belanja di Bukukita

Jumat, 12 Juli 2013

There’ll Always Be an Excuse for Hating This Place

Bulan ini pulang ke rumah dengan suasana hati yang resah. Masih ada ganjalan yang seharusnya menangguhkan kepulanganku. Tapi bagaimanapun akhirnya aku tetap pulang, menyingkirkan semua gundah, karena egoku yang memegang kendali.

Ada dua mata kuliah yang dititipkan kepada kami untuk diselesaikan di rumah. Statistika praktik dan Manlab Praktik. Entah harus bersikap seperti apa, senang atau marah? Keleluasaan yang diberikan jelas merupakan satu keuntungan yang patut disyukuri. Tapi ketidakpraktisannya menjadi perintang hati.

Hal lain yang benar-benar menguji kesabaran adalah tanggal 23 Juli nanti, masih tersisa ujian praktik AMAMI. Ujian satu mata kuliah yang tersisa. Jeda waktu 2 minggu. Benar-benar egois kan? Tidak jelas apa alasannya, yang aku tahu, mereka tidak menghargai orang yang tinggal di luar Bandung. Pulang ke rumah adalah moment yang paling dinantikan, langka, apalagi berharap libur panjang, angan tersebut sudah kami libas jauh-jauh hari. Setidaknya mempersingkat tempo ujian dengan melaksanakan pada waktu yang tepat atau sesuai jadwal yang ditentukan akan membuat kami setidaknya sangat berterimakasih.
Continue reading There’ll Always Be an Excuse for Hating This Place