Kamis, 29 Februari 2024

Cara Mengurus Pindah Datang ke Kab. Bogor Bagian 2

Surat pernyataan dan draft KK yang didapatkan dari Disdukcapil dibawa oleh suami ke rumah Pak RT. Setelah alamat tervalidasi, kami datang ke Kecamatan untuk Pengajuan.

Di Kecamatan, datang ke loket 1, Berkas yang diserahkan adalah 
  1. Surat pernyataan dari Pak RT, 
  2. Surat Keterangan Pindah, dan 
  3. Draft KK dari Disdukcapil. 
Tapi jangan lupa tetap membawa dokumen seperti fotokopi Akta Nikah/buku nikah, akta lahir, ijazah, dan lain-lain. Dokumen ini hanya akan diperiksa, jika sudah sesuai akan dikembalikan lagi.

Baca postingan sebelumnya di sini.

Kanan: Loket 1 tempat pengajuan KK, Kiri: Loket 2 tempat pengajuan KTP


Setelah menyerahkan berkas, diberikan selembar kertas sebagai berita acara untuk pengambilan KK. Butuh 2 hari untuk mengambil KK yang baru dari pengajuan.

Setelah KK yang baru selesai, kami fotokopi. Dan langsung ke loket 2 untuk pengajuan KTP. 

Dulu ketika pengajuan pindah datang ke Jakarta, biasanya sudah sepaket KK dan KTP baru. Bahkan di Majalengka pun sama, enaknya lagi, hari ini pengajuan, asal mau nunggu, di hari yang sama, kita pulang sudah bisa membawa dokumen yang terbaru. Mungkin kebijakan di Bogor berbeda.

Jadi berkas yang diserahkan ke Loket 2 adalah 
  1. Fotokopi KK 1 lembar
  2. Fotokopi KTP yang akan diupdate
  3. Menyertakan email untuk notifikasi
  4. Menyertakan nomor handphone
Jadi KTP yang baru akan dikirim ke alamat yang sesuai dengan KK, sebelumnya akan dikonfirmasi melalui telpon.

Antisipasi jika ada hal urgent yang membutuhkan KTP, kami akhirnya melakukan aktivasi KTP digital.

Caranya:
  • Download aplikasi Identitas Kependudukan Digital
  • Isi NIK, email, dan captcha.
  • Kemudian melakukan selfie.
  • Setelah itu, scan QR dari petugas setempat.
  • Kita akan mendapatkan email berisi link aktivasi.
  • Klik link aktivasi tersebut kemudian masukkan kodenya (berupa 6 digit angka).
  • 6 digit angka tersebut sebaiknya diingat atau disimpan karena akan terus digunakan untuk mengakses aplikasi ini.
Selama proses pengajuan dokumen ini, tidak ada antrian yang terlalu panjang, atau drama yang berlebihan. Alhamdulillah semuanya lancar. Aku hanya berharap semoga akan ada inovasi yang lebih efisien dalam proses mengurus dokumen kependudukan di kota Bogor ini seperti Alpukat Betawi Jakarta atau bahkan lebih baik.

Tinggal menunggu KTP dikirim ke rumah, semoga tidak terlalu lama. Karena sore hari setelah pengajuan kami mendapat email dari Ditjen Dukcapil Kemendagri bahwa KTP kami telah resmi diterbitkan dan sebenarnya bisa dicetak mandiri di Mesin Adm terdekat.

Update:
Mesin Adm sudah tidak beroperasi.

KTP dikirim tanggal 19 April 2024. 
Dalam 1 KK dikirim per KTP. Karena di KK ada 2 orang yang mencetak KTP, maka dikirim 2 paket dengan biaya COD menggunakan ekspedisi Ninja Xpress (walaupun alamatnya sama).

Continue reading Cara Mengurus Pindah Datang ke Kab. Bogor Bagian 2

Kamis, 22 Februari 2024

Mengurus Pindah Datang ke Kab. Bogor

Sebuah privilege yang terasa nyata sebagai warga Jakarta adalah kemudahan dalam mengurus administrasi dan juga akses transportasi.

Baru terasa setelah 6 bulan tinggal di Kab. Bogor.

Kami baru mengurus administrasi setelah pemilu berlalu.

Langkah-Langkah Mengurus Pindah Datang:

1. Meminta surat keterangan pindah

Aku mengajukan pindah keluar dari DKI Jakarta melalui Aplikasi Alpukat Betawi. Bagi yang belum punya akunnya, silahkan daftar, isi semua data dengan benar. 

Kemudian ajukan pada menu Permohonan Perpindahan. Dokumen yang perlu diupload adalah KK dan KTP. Selesai diajukan, tinggal pilih jadwal, kapan dokumen akan diambil.

Note: Yang bisa mengajukan hanya akun kepala keluarga

Tanggal 21 Februari 2024, aku datang ke kelurahan sesuai dengan jadwal kedatangan yang dipilih di aplikasi Alpukat Betawi.

Prosesnya cepat dan mudah. Hanya perlu memberikan KK yang asli dan memperlihatkan KTP yang asli, dan juga aplikasi alpukat betawinya.

Di kelurahan ini, diberikan surat keterangan pindah untuk diajukan ke tempat tinggal yang dituju.


2. Mengajukan Pindah Datang

Proses ini bisa dilakukan dengan menggunakan email ke 

dukcapil.pindat.kab.bogor@gmail.com

(Sumber: SI SAPA DUKCAPIL)



Jangan lupa lampirkan surat keterangan pindah yang didapatkan dari kota asal (surat yang didapat dari poin 1).

Berhubung ada human error dari aku, jadi aku mengirim email namun lampirannya tidak terkirim, dan sama sekali tidak ada respon dari email dukcapil.

Akhirnya tanggal 22 Februari 2024, aku memutuskan untuk datang langsung ke Disdukcapil Kab. Bogor yang terletak di daerah Cibinong (sebelah kantor pemadam kebakaran).

Aku menghampiri bagian informasi, dan mengatakan bahwa sudah mengirim email untuk pindah datang namun belum direspon (sebelum tahu ada human error).

Akhirnya dilayani oleh seorang petugas di sampingnya. Tidak sampai 5 menit, prosesnya beres. Saya mendapatkan draft KK (Kartu Keluarga) dan Surat Pernyataan yang harus diisi oleh RT yang akan kita tinggali. Tujuannya untuk validasi alamat tempat tinggal kita yang baru.


Bersambung...

Cara Mengurus Pindah Datang Ke Kab. Bogor Bagian 2 bisa baca di sini.

Continue reading Mengurus Pindah Datang ke Kab. Bogor

Sabtu, 10 Februari 2024

Belajar tentang Hikmah

"Bukan soal sukses atau gagal belaka, tapi soal hikmah yang datang sesudahnya." - Anies Baswedan

Dalam kontestasi politik kali ini, banyak hal yang relate dengan kehidupan saya. Salah satunya adalah belajar tentang hikmah.

Kutipan di atas bisa dilihat di playlist Tiktok "Kenalan Ulang Anies" Part 9. 

Dalam video tersebut beliau bercerita tentang kegagalan. Cita-cita masuk ke sebuah sekolah yang sudah tertanam lama dari sejak kecil namun tidak bisa terealisasi karena sebuah kebijakan baru.

Yang saya apresiasi adalah bagaimana beliau membuat sebuah turn over dari sebuah kegagalan menjadi prestasi.

Apa yang Membuat Video Pak Anies Relate dengan Kehidupan Saya?

Pada tanggal 9 Februari 2024 kemarin, kami mendapatkan sebuah pengumuman penerimaan murid baru. 

Dari ±120 pendaftar hanya 84 orang yang diterima, namun anak kami bukan termasuk diantaranya.

Sedih? Pasti. 

Kami yang baru 6 bulan berdomisili di sini, belum sempat mengurus dokumen kepindahan, otomatis dicancel dari sekolah Negeri. 

Berhubung ini adalah pengalaman pertama mengikuti PPDB ini, kami belum terlalu paham bagaimana tips dan tricknya. Kami hanya mendaftar di satu sekolah itu.

Alasannya sederhana, akreditasinya bagus, lokasinya di belakang rumah, programnya keren, termasuk salah satu dari dua sekolah yang mendapat label "Sekolah penggerak" di Bogor.

Ketika mendapat informasi anak kami tidak diterima, kami kalang kabut mencari sekolah yang masih membuka PPDB.

Bahkan sempat mengeluh pada Tuhan, ya Allah, ampuni kami.

Seolah menjawab kegundahan saya, Allah mengantarkan saya melihat video Pak Anies tersebut. 

Oh, ya. Kenapa manusia susah sekali mengaplikasikan rukun iman yang ke-6 yakni beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk (Qodo dan Qodar)?

Padahal anak saya tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut, bahkan dia bilang, belajar di rumah dengan Ibu pun aku happy.

Tapi justru orang dewasa seperti kami, orang tuanya yang kurang bijak menyikapi takdir. Ya Allah, ampuni kami.

Sambil menunggu hikmah yang bisa kami cerna, kami masih ikhtiar mencari sekolah untuk anak pertama kami.

Jika Qodarullah tidak mengizinkan anak kami untuk sekolah formal, kami sudah ikhlas akan melanjutkan sekolah non-formal yang selama ini sudah kami jalani. Bismillah. Kami berserah pada kehendak-Nya.

Continue reading Belajar tentang Hikmah