Senin, 15 September 2014

Ujian SIM C

Selamat ulang tahun mamah, semoga panjang umur, makin romantis sama mpa, banyak rezekinya, makin dicintai oleh banyak orang. Aamiin. Hadiah ulang tahun mamah, saya diizinkan membuat SIM, yeaayy!

Jadi sekitar pukul 6.30, saya dan mama (kakek) berangkat dari Kasokandel menuju Polres Majalengka untuk membuat SIM. Ketika sampai di sana, ternyata bagian SIM masih tutup, tapi ada polisi yang sedang memberi informasi kepada sepasang suami istri. Maka saya pun mendekat dan bertanya tentang syarat-syarat untuk membuat SIM (sebenarnya mau nanya dimana tempat untuk tes kesehatan).

Syarat-syarat untuk membuat SIM diantaranya:
1. Fotokopi KTP 1 (tempatnya ada di belakang tempat untuk membuat SIM)
2. Surat keterangan sehat dari dokter yang ditentukan (Tempat untuk tes kesehatan “yang direkomendasikan” letaknya ada di luar polres, tepatnya di seberang polres majalengka, agak ke dalam ‘tempat praktik dr. Jajang’ dengan cat tembok berwarna ungu)
3. Fotokopi sidik jari. (Tempat pembuatan sidik jari ada di samping kanan tempat untuk membuat SIM)
Continue reading Ujian SIM C

Jumat, 12 September 2014

Siapa yang Tak Tahu Monas?

Siapa yang tak tahu monas? Monumen nasional ini merupakan icon kota Jakarta. Bagi yang belum pernah mengunjungi kota Jakarta, pastilah sering melihatnya di televisi atau media informasi lainnya.

Di sini pernah terjadi peristiwa penting, yakni berkumpulnya seluruh rakyat Indonesia pada 19 September 1945 dalam rangka untuk menguatkan Kemerdekaan Indonesia yang baru diproklamasikan. Oleh karena itu, dulu monas dikenal dengan nama Lapangan IKADA.
Pemandangan Kota Jakarta dari Puncak Monas
 
Pernah beberapa kali ke tempat ini, tapi baru kemarin berkesempatan untuk masuk ke tugu monas. Biasanya kami hanya santai di tamannya, sekedar untuk berteduh. Dulu pernah bertanya-tanya, bagaimana caranya orang-orang masuk ke dalam tugu monas? Tugu dikelilingi oleh pagar dan tidak ada pintu masuk. 

Ternyata, untuk masuk ke dalam kita harus melalui terowongan, dari depan bisa berjalan ke arah kanan, nanti akan ada penunjuk arah menuju terowongan. Cirinya banyak pedagang kaki lima yang berjualan di sana. Di ujung terowongan terletak loket tiket. Monas ini dibuka setiap hari dari pukul 08.00-15.00. Tarif tiketnya bermacam-macam diklasifikasikan sesuai umur (yaitu anak-anak, mahasiswa dan dewasa) dan apakah anda hanya berkunjung ke cawan atau juga ke puncak. Kemarin kami yang akan berkunjung ke puncak dikenakan tarif mahasiswa sebesar Rp 8.000,-.



Bagi para pengunjung yang akan berkunjung ke puncak, diberikan gelang karet berwarna sebagai tiket masuk. Gelang ini ada beberapa warna disesuaikan dengan waktu kunjungan. Tapi sayangnya, karena kurangnya sosialisasi tentang gelang ini, maka aturan waktu kunjungan tersebut tidak berlaku.

Tugu monas ini dibagi beberapa bagian, lantai paling dasar yaitu museum sejarah nasional (3 meter di bawah permukaan tanah). Dari loket tiket, untuk menuju lantai dasar tugu, kita harus berjalan lagi beberapa meter sampai bertemu dengan penjual makanan ringan. Di museum ini terdapat banyak sekali diorama yang menampilkan sejarah Indonesia sejak masa pra sejarah sampai masa orde baru. 

Diorama tersebut benar-benar keren, ditambah keterangan bilingual di bagian luarnya. Di sini juga terdapat toilet wanita dan laki-laki yang dipisah oleh deretan diorama. Masing-masing toilet tersebut berdekatan dengan mushola. Kita perlu ke toilet untuk mengambil air wudlu, jadi bisa dipastikan bagi suami istri akan shalat terpisah. Bagi perempuan yang lupa membawa mukena, jangan khawatir karena di mushola wanita disediakan mukena. Hp lowbatt? Lupa bawa powerbank tapi bawa charger? Di sini juga ada tempat buat ngecharge (cari aja! Hehehe biasanya dibalik tiang-tiang tinggi, ada banyak ko yang tiduran sekedar nunggu baterai hp penuh).

Diorama Ibu Kartini

Setelah puas berputar-putar di museum, saya sarankan untuk langsung naik ke puncak (ketinggian 115 meter), karena semakin siang, antrian akan semakin panjang. Untuk mencapai puncak kita harus naik lift dengan kapasitas 11 orang. Setelah mengantri sekian panjang, ketika sampai di puncak anda akan disambut oleh pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. 

Tempatnya kecil beda jauh dibandingkan dengan lantai dasar, puncak ini hanya mampu menampung 1/10 dari kapasitas di lantai dasar yakni 50 orang. Di sini juga disediakan teropong untuk melihat panorama kota Jakarta secara lebih dekat. 

Puncak Monas

Di papan informasi katanya harus menggunakan koin untuk memakai teropong tersebut, tapi sepertinya aturan tersebut sudah tidak berlaku, karena teropongnya bisa langsung digunakan. Memang benar gedung-gedung jadi terlihat begitu dekat, tapi sayangnya blur, menurut saya pemandangannya lebih cantik dilihat tanpa menggunakan teropong.

Untuk turun, kita harus mengantri di depan lift yang sama seperti pertama naik, hanya saja diturunkan di lantai dua atau biasa disebut cawan, anda bisa keluar dan menikmati angin yang berhembus kencang ditemani pemandangan indah berlatar gedung-gedung pencakar langit, masjid istiqlal dan pemandangan lainnya. Di cawan ini, kami diminta foto bersama oleh turis mancanegara dari Jepang (kapan lagi jadi artis? Hehehe). Kami tidak perlu menggunakan bahasa Jepang, karena salah satu dari turis tersebut ada yang sangat fasih sekali berbahasa Indonesia (wah keren ya, I Love Indonesia!).

Cawan

Kemudian kami turun menggunakan tangga, karena lift di lantai 2 tidak diperbolehkan untuk digunakan. Nah, kembali ke tempat antrian menuju puncak, anda bisa mengunjungi ruang kemerdekaan ke arah kanan. Di ruangan ini terdapat burung Garuda sebagai lambang Negara Indonesia, dan katanya ada naskah asli Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, peta kepulauan NKRI, Bendera Sang Saka Merah Putih, dan dinding yang bertulis naskah proklamasi kemerdekaan RI. Walaupun tempatnya redup dan hening, menurut saya tempat ini cocok untuk mengerjakan TA (loh..?!!)

Ruang Kemerdekaan 

Tidak hanya orang Indonesia yang datang ke sini, tapi juga banyak turis mancanegara. Tidak heran karena seperti yang dikatakan oleh The head of Jakarta City Government Tourism and Culture Office:
Jakarta guarantees your unforgettable and memorable experiences of pleasure. Arie Budhiman

Turis Jepang. Awalnya minta difotoin terus minta foto bareng



Wah, jadi ga sabar buat jadi warga Jakarta! ^^


Alamat monas:
Jl. Taman Silang Monas, Gambir, Jakarta Pusat


Referensi:








Continue reading Siapa yang Tak Tahu Monas?

Kamis, 11 September 2014

Cara Menghilangkan Mobogenie

Mobogenie sekarang muncul di Android. Pada awalnya saya kira karena ketika mendownload lagu di sebuah situs, dan secara tidak sengaja mengklik fast download, tapi pada waktu itu langsung dicancel. Biasanya kalau mobogenie terinstall di laptop atau Andorid, untuk menghilangkannya hanya perlu untuk menguninstallnya. Tapi kasus yang saya temui, mobogenie samasekali tidak terinstall di hp, jadi bingung untuk menghapusnya. Aplikasi ini benar-benar mengganggu, ketika sedang mengoperasikan aplikasi lain di android, mobogenie ini selalu muncul mengganggu, menyarankan untuk menginstallnya dan sebagainya.

Ketika browsing, ada yang mengatakan bahwa mobogenie bisa saja bawaan dari suatu aplikasi tertentu. Oleh karena tu saya mengclear data opera mini saya, ternyata si mobogenie ini masih tetap nakal. Kemudian saya uninstall opera mini tersebut, saya khawatir mobogenie ini bawaan opmin karena alasan di atas. Ternyata setelah diuninstall masih belum ada perubahan.

Alhamdulillah, akhirnya si adik mengatakan bahwa salah satu game android "Pou" membawa aplikasi ini. Dia berasumsi demikian karena dia juga menginstall permainan tersebut, dan memang sering ada iklan yang muncul, tapi iklan yang ada di hpnya bisa hilang sendiri ketika melakukan force close aplikasi pou tersebut. Penasaran saya uninstall aplikasi Pou tersebut, dan ternyata benar. Mobogenie ga pernah muncul lagi. ^^
Continue reading Cara Menghilangkan Mobogenie

Minggu, 07 September 2014

Kebun Teh Majalengka Sensasi Lembang

Di sini rumah kita
Yang terindah di dunia
Tanah yang merdeka, Negeri Indonesia
Karena ku tahu di sini ada cinta
Yang kan ku jaga selamanya
(Twentyfirst Night, Selamanya Indonesia)

Majalengka Menawan, tagline yang tepat untuk menggambarkan kecantikan Majalengka. Majalengka selain merupakan kabupaten yang identik dengan kecap dan anginnya yang aduhai, ternyata memiliki objek wisata menarik yang sayang kalau dilewatkan. Salah satunya adalah panorama perkebunan teh.



Bagaimana cara menuju ke lokasi kebun teh ini?

Perkebunan teh ini terletak di Desa Cipasung Kecamatan Lemahsugih Majalengka. Menurut informasi dari web Kabupaten Majalengka, letaknya sekitar 59 Km dari pusat kabupaten Majalengka, berarti sekitar 74 Km dari Kasokandel (Desaku tercinta). Alurnya dari Pusat Majalengka - Maja - Bantarujeg - pas polsek Bantarujeg belok kiri - Desa Lemah Putih (cirinya ada warung sate Citra Buana belok kiri) - Borogojol - Cipasung - jalan terus sampai ada sebuah tanjakan yang berujung pada dua jalur, nah ambil jalur kanan.

Perjalanan menuju kebun teh ini sangat memakan waktu, kami yang berangkat pukul 11 dari Kasokandel, baru sampai di lokasi sekitar jam 14.00 (sebenarnya bisa lebih cepat kalau tidak nyasar dan foto-foto di jalan). Tapi dijamin anda tidak akan menyesal karena sepanjang perjalanan, mata anda akan dimanjakan oleh tanaman-tanaman hijau dan cuaca yang sejuk, jalanannya pun enak.

Apakah Tempat Wisata ini Gratis?

Kebun teh dengan luas ±58 Ha ini dikelola oleh Koperasi Buana Mukti dan untuk masuk ke sini kita dikenakan biaya retribusi sebesar Rp 2.500,- per orang, parkir gratis).




Apa ada tempat parkir?

Berhubung kami yang baru pertama kali datang ke sini, jadi awalnya bingung mencari tempat parkir. Anda hanya perlu mengikuti jalan setapak sampai bertemu dengan warung pertama, nanti akan ada banyak motor pengunjung lain yang terparkir di sana dan orang yang memberikan tiket. Sebenarnya motor boleh dibawa naik ke atas selama anda yakin dengan keselamatan anda.

Apa saja fasilitas yang kita dapatkan di Kebun Teh ini?

Selain panorama perkebunan teh yang sejuk (walaupun tengah hari tetap sejuk), hijau, di sini juga ada warung yang menjual makanan-makanan ringan dan minuman, jadi anda tidak perlu takut kelaparan. Ada juga mushola kecil yang bersih.



Menikmati secangkir kopi dan jalakotek (perbekalan sendiri) dengan disuguhi pemandangan cantik, angin yang berhembus ramah, bersama dengan orang tercinta, merupakan sensasi tersendiri yang membuat anda akan betah berlama-lama di tempat ini.

Saran sebelum menuju ke perkebunan teh:

1. Naiklah kendaraan beroda dua. Pastikan kendaraan tersebut dalam keadaan prima. Usahakan jangan naik motor tua :p pengalaman kami memakai motor bebek s*pra eks benar-benar engap, jalannya ngos-ngosan karena medannya berkelok-kelok dan naik turun (daerah sekitar Maja - Lemahsugih), pastikan ban kendaraan anda tidak gundul, karena jalanan di sekitar tempat wisata masih kurang bagus.

2. Datanglah ramai-ramai, khususnya buat anda yang single, di sini bukan tempat yang pas untuk menggalau, karena yang datang ke tempat ini rata-rata kek sandal jepit, pasangan semua, otomatis anda akan bertambah galau :p

3. Jika anda berdomisili jauh dari tempat ini, usahakan datang pagi-pagi. Selain untuk keamanan (perumahan masih jarang), juga untuk mendapatkan view yang maksimal dari tempat wisata ini.




Note:
1.Dokumentasi berupa gambar hanya sedikit, hal tersebut ditujukan agar anda merasa penasaran dan datang langsung ke TKP.
2.Dokumentasi berupa gambar diambil oleh amatir menggunakan kamera hp sungsang lil’g dengan sedikit sentuhan sotosop. (ada juga yang diambil dalam keadaan bergerak di atas motor).
3.Model bernama Ari Rinaldi Iskandar :p


Referensi:
Continue reading Kebun Teh Majalengka Sensasi Lembang

Rabu, 03 September 2014

Nikmat Allah Tak Pernah Putus

Ketika bicara tentang nikmat Allah maka itu akan menjadi topik yang sangat luas. Maha Besar Allah.

Adapun perjalanan abang kali ini menuju Jambi pun adalah sebuah nikmat Allah. Semoga menjadi ladang rezeki yang halal, lautan ilmu yang bermanfaat, dan pengalaman yang membanggakan untuk dishare pada anak cucu kelak.

Walaupun jadwal keberangkatannya sempat ditarik ulur bahkan sampai ketinggalan pesawat, lupa makan siang, dan ga bawa bekal makanan untuk di perjalanan, semoga pihak panitia yang mengakomodasi perjalanan ini siap siaga, semoga selamat sampai tujuan dan kembali dengan segudang cerita bahagia.

Jangan lupa menyiapkan amunisi agar bisa menampilkan performa yang prima, dan jangan lupa bahwa dalam setiap kenikmatan ada kewajiban yang harus ditunaikan. Jangan sampai perjalanan kali ini melalaikan ibadahmu, karena barangsiapa yang bersyukur atas nikmat Allah maka Allah akan menambah nikmat-Nya.

Fiiamanillah. Semoga Allah melindungimu dalam kebaikan, menjaga hati dan pandanganmu, serta melingkarkan engkau dengan orang-orang yang diberi petunjukNya. Aamiin.
Continue reading Nikmat Allah Tak Pernah Putus

Kamis, 14 Agustus 2014

Taman Fotografi

Berhubung galau TA, jadi saya memutuskan untuk mengunjungi semua taman tematik yang ada di Bandung, setelah taman lansia dan taman pustaka bunga, kemudian taman music, kini saya mengunjungi taman fotografi. Taman cempaka atau yang lebih popular dengan nama taman fotografi ini ada di Jalan Cempaka.

2014-05-18 16.17.36

2014-05-18 16.18.18

Saya jalan kaki dari taman Musik ke sini broo..!! Kirain deket, ternyataaa :D

2014-05-18 16.19.25

2014-05-18 16.20.14

Waktu itu saya sempet nyasar, patokannya dari Riau (kalau dari BIP ke arah kanan) lurus terus melewati berapa lampu merah kemudian ketika menemukan Resto Suis Butcher belok ke kanan, sebenarnya kalau belok ke kiri juga ada taman Anggrek tapi masih belum dikembangkan seperti taman Cempaka.
Continue reading Taman Fotografi

Taman Lansia dan Taman Pustaka Bunga, Rasakan Sensasinya!

Berbeda dengan Taman Pustaka Bunga yang sesuai namanya di sana terdapat berbagai macam jenis tanaman atau aneka bunga, taman lansia ini walaupun namanya untuk lanjut usia tapi pengunjungnya tidak hanya para orang tua kok.

2014-05-18 13.38.58

2014-05-18 13.31.49

Baik di taman lansia dan taman pustaka bunga, masing-masing disediakan free wifi. Jadi tempatnya asik banget kalau dipake untuk acara sharing komunitas/club, buat kongkow-kongkow, atau semacamnya lah bahkan dulu saya mengerjakan TA di sana (lumayan wifinya kenceng :D ). Taman Pustaka Bunga juga bisa dijadikan wisata edukasi, karena tanaman yang ada di sana disertai dengan nama ilmiahnya.
Continue reading Taman Lansia dan Taman Pustaka Bunga, Rasakan Sensasinya!

Jomblo? Mampir Ke Sini!

Entah kenapa dinamakan taman jomblo tapi yang jelas semenjak diresmikan oleh walikota Bandung juara pada tanggal 4 Januari 2014 lalu, taman jomblo alias taman Pasupati ini jadi ramai dikunjungi. Dari yang mulai kongkow, istirahat, pacaran, sampai yang hanya numpang foto-foto.

2014-01-17 15.34.13
Letaknya di bawah jembatan Pasupati, dekat (pinggirnya) Baltos (Balubur Town Square). Designnya sama kaya di Majalengka loh, hanya kalau di Bandung berupa balok-balok sedangkan di Majalengka daerah Sawala itu merupakan lahan kosong yang diisi besi-besi aneka ukuran seperti di taman jomblo. (Sayang belum ada dokumentasinya, in syaa Allah nanti kalau dapet langsung diupdate :D )

2014-01-17 15.34.39

2014-01-17 15.37.33

Di belakang Taman Jomblo ini juga ada arena skate board yang selalu ramai oleh anak muda.

2014-01-17 15.35.57

Gimana akses menuju taman jomblo?
1.Dari Terminal Cicaheum bisa naik angkot Cicaheum-Ledeng. Kalau dari Wastu Kencana bisa naik Caringin-Sadang Serang. Selain itu banyak angkot lain yang lewat sini seperti Cisitu Tegalega, Caringin – Dago, Panghegar – Dipati Ukur.
2.Naik Taksi :D
3.Kalau naik motor sih dari jembatan pasupati tinggal turun aja, atau dari Wastu tinggal ke arah Taman Sari.
Continue reading Jomblo? Mampir Ke Sini!