Minggu, 25 Agustus 2013

Pendakian ke Gunung Sumbing

Make a trip along strangers and being the only girl maybe was my craziest thing i ever did. My sweetheart invited me to go on vacation with him. I came along, even though i just close with some of them. It was irritating when i am thinking how come I could go?

Our trip embarked on Wednesday, August 14th, 2013. But I went to Bandung on Sunday with my relatives. I stayed for two days at my boarding house. Everything settled rapidly and all i need to do just to follow my sweetheart's rules. He was worried i would be tired so i am asked to go earlier and stay at his home. I have no choice but agree it. :p

I spent about a week for vacation with them. Bang Noonk as the driver, bang Iwan as guide leader, Bang Dani, Bang Eky, bang Rey (rosani), and also my sweetheart. At first we fetched bang Roy (another my sweetheart's friend) at Bumi Ayu. He is the most handsome among the other. Then we were heading Desa Saradan, Pemalang, Central Java to attend bang Bakray's wedding. Bang Bakray is one of abang's friend who is in Virapala (Pinggir Rawa Pecinta Alam) too. Unfortunately, I, abang, and bang Noonk couldn't see their akad/ijab qabul cause i heard that the headman (penghulu) was in hurry. He started it without waiting for the whole family get together.

Bang Bakray's Wedding - Left to Right, Up to Bottom: (Bang Eky, Bang Rey, Bang Majid, Me, Bang Bakray, Bang Bakray's Wife, Bang Roy, Bang Noonk, idk, Bang Jabenk, Bang Iwan, Bang Dani)


Then our member increased. Bang Jabenk who has stayed at bang Bakray's house few days ago join us to go to Mount. Sumbing. We arrived at 7 sharp. We are greeted friendly by the people at the basecamp "Green Grass". They were so amusing. The most i love from climbers is their hospitality. We called the rangers of Mount Sumbing, Mas Kris. He is a half old man and how surprisingly, he can speaks Sundanese. Whole people got excited, me too :*

We started climbing at 9 pm but abang as the leader got astray, so we spent about an hour to get to first pos. Finally, We camp there. Cold, Stars in the sky are the right time to exchange the stories with a glass of tea or a cup a coffee. Romantic!

 The first pos

Later on, the boys is really hard to be awakened and we just started the adventure(?) at 9 am. We arrived at second pos about 4.5 hours and our waters was running out. Thanks to God near by Second pos (Petai China) there is beautiful savana and water saver. After refilled waters we camp again. There is flurry here. 

Bang Iwan and Bang Roy decided not to go to the Top. I was a bit dissapointed because i don't know when i could be in Sumbing again, and I prepared something to celebrate Whina's Birthday at the top. hiks. But if I continue the trip, we'll got there at night and we had to back to the basecamp in that night too. Finally we decided to rest for a little time and poop, eat, take pictures, blablabla...



At 7 pm we pursued to go down and we got confusion again. we got astray. Moreover, There are people who got hurt so it was impossible to go down at that night. We camp again in the second pos. There is funny story when we got astray, Bang Iwan with his confidence said to bang Jabeng "This is my opinion, i think you just have to throw out the edelweis!" said him sound convincing because the mystical was still convincing bang jabeng threw it out LOL and finally we saved by bang Jabeng's poop (i won't tell the detail) LOL.




The reason why we are imposing to go down at that night because we want to go to Dieng too. It will be too late if we go at noon but unfortunately times was still mocking us.

In the basecamp, we were queuing for taking a bath cause the water reached to the limit. Oh, yeaa.. my ankle be sprained here hiks..

At Basecamp "Si Petung" with Mas Agus and Mas Kris

Then we paid bang Roy and bang EKy's dream since in the mountain. They looked for mie ongklok. So we came to Alun-alun Wonosobo, ate mie ongklok, and also watched ceremony of HUT RI.

Mie Ongklok

After we're full, times for Dieng. We just came to Arjuna temple. It was funtastic but a bit scary. aaaaa when you get here, don't miss to try "PURWACENG"! a cup of coffee purwaceng can warm you up and make you"GRENG" and spiritful :p But I and abang Majid have no chance to try it :D In this place you can also buy souvenir such as Edelweis, purwaceng, Gruby (in west java it called keremes), Carica (buahnya para dewa dari dataran tinggi Dieng), etc.

Candi Arjuna

We are late came here, so we just came to that temple then pursued to Bumi Ayu, Bang Roy's home and back to Jakarta in the day after. Thanks for the trip. We are stranger but i got bunch of blissness. I love you all, i wish there will be next time. See You!


Continue reading Pendakian ke Gunung Sumbing

Sabtu, 13 Juli 2013

Pengalaman Belanja di Bukukita

Kemajuan dalam teknologi benar-benar memberikan kemudahan dalam kehidupan manusia. Setidaknya itu yang aku harapkan. Dan ini pertama kalinya aku menggunakan jasa online book shop. Awalnya tidak begitu tertarik dengan berbagai penawaran di media social, tapi setelah mempertimbangkan banyak hal, aku pikir tidak adanya ruginya menggunakan jasa online shop sebagai pilihan.

Palasari biasanya merupakan pilihan paling nyaman untuk berbelanja buku. Tapi mengingat transportasi yang njelimet, 3 kali naik turun angkot, ongkos yang naik seiring kenaikan harga BBM, belum ditambah hiruk pikuk jalanan kota Bandung, setelah itung-itungan, ongkir dengan ongkos yang biasa aku habiskan ke palasari tidak jauh beda, bedanya aku tidak perlu menghabiskan energy untuk datang ke tkp apabila menggunakan online shop, dan buku yang kita cari bisa dipastikan tersedia selama shop tersebut memberikan keterangan tersedia.

Tidak mau mengadu peruntungan, aku memutuskan untuk menggunakan jasa online book shop yang sudah secara pasti menjual buku Muhammad Lelaki Penggenggam Hujan. Buku ini sudah agak sulit dicari. Jadi menemukannya di online shop memberikan harapan yang besar untuk bisa segera mengoleksi buku tersebut.

Pengiriman yang dijanjikan oleh online book shop yang aku pakai jasanya hanya 4-5 hari, dan ditambah 1-2 hari apabila buku tersebut habis di gudangnya sehingga harus meminta langsung ke gudang penerbit. Tapi ternyata sampai menghabiskan waktu 2 minggu lebih. Jelas hal tersebut mengundang kekecewaan. Pasalnya buku tersebut dialamatkan ke kampus dan menjelang liburan. Aku harus menangguhkan liburan demi menanti kedatangan buku tersebut.

Kekecewaan sedikit terobati ketika paketnya datang, ya bagaimanapun kesabaran selalu berbuah manis, kan? Melihat buku yang dikemas rapi tanpa cacat, dan yang penting buku yang benar-benar sangat aku nantikan datang, kebahagiaannya tak terperi. Alhamdulillah. Sekarang koleksi Buku Muhammad karya Tosaro GK-ku lengkap. :)
Continue reading Pengalaman Belanja di Bukukita

Jumat, 12 Juli 2013

There’ll Always Be an Excuse for Hating This Place

Bulan ini pulang ke rumah dengan suasana hati yang resah. Masih ada ganjalan yang seharusnya menangguhkan kepulanganku. Tapi bagaimanapun akhirnya aku tetap pulang, menyingkirkan semua gundah, karena egoku yang memegang kendali.

Ada dua mata kuliah yang dititipkan kepada kami untuk diselesaikan di rumah. Statistika praktik dan Manlab Praktik. Entah harus bersikap seperti apa, senang atau marah? Keleluasaan yang diberikan jelas merupakan satu keuntungan yang patut disyukuri. Tapi ketidakpraktisannya menjadi perintang hati.

Hal lain yang benar-benar menguji kesabaran adalah tanggal 23 Juli nanti, masih tersisa ujian praktik AMAMI. Ujian satu mata kuliah yang tersisa. Jeda waktu 2 minggu. Benar-benar egois kan? Tidak jelas apa alasannya, yang aku tahu, mereka tidak menghargai orang yang tinggal di luar Bandung. Pulang ke rumah adalah moment yang paling dinantikan, langka, apalagi berharap libur panjang, angan tersebut sudah kami libas jauh-jauh hari. Setidaknya mempersingkat tempo ujian dengan melaksanakan pada waktu yang tepat atau sesuai jadwal yang ditentukan akan membuat kami setidaknya sangat berterimakasih.
Continue reading There’ll Always Be an Excuse for Hating This Place

Jumat, 28 Juni 2013

Tujuan Puasa

Berikut adalah kajian ilmu yang dilaksanakan di kampus Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bandung oleh Ustadz Dadi.

Berbeda dengan shalat yang tata caranya dijelaskan secara lebih mendetail oleh hadits, teknis puasa langsung dijelaskan dalam Al Qur'an, yaitu dalam surah Al Baqarah ayat 183-188. Shaum atau puasa berarti menahan (keinginan) bercampur antara suami dan istri, makan dan minum dari mulai terbit fajar sampai terbenam matahari (Q.S.Al Baqarah:187).

Manusia dan hewan diberikan keinginan atau nafsu oleh Allah Swt. bedanya manusia memiliki keinginan khusus yang tercantum dalam surah Ali Imran ayat 14, yaitu:
"Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia, cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik."

Jadi keinginan yang diberikan secara khusus oleh Allah kepada manusia itu berupa keinginan memiliki pasangan, keturunan, harta benda, alat transportasi, pekerjaan atau bisnis atau jabatan, dan kesenangan hidup lainnya.
Nah, keinginan manusia ini sayangnya selalu dipengaruhi oleh syaithan. Maka untuk mencegah hal tersebut terjadi, Allah Swt. menciptakan sebuah sistem yaitu puasa.

Illah adalah sesuatu yang mendominasi hati dan pikiran. Pola tipu daya syaithan membuat manusia menjadikan nafsu atau keinginannya sebagai Tuhan, sebagai Illah.
Continue reading Tujuan Puasa

Kamis, 27 Juni 2013

Ujian Open Book

2013-06-27 10.31.25

Apa yang anda pikirkan setelah melihat foto ini?
Mungkin banyak yang bingung foto apa ini, apabila kita perhatikan sekilas memang tidak jelas, yang tampak hanya sebuah ruangan dengan pintu yang sedikit terbuka dan kursi-kursi kosong di dalamnya.
Baiklah, akan saya deskripsikan terlebih dahulu tentang foto ini. Foto ini diambil 27 Juni 2013, tepat ketika suasana ujian akhir semester. Dan ruangan yang ada dalam foto ini adalah ruangan ujian. Loh, kemana para peserta ujiannya? Suasana ujian di ruangan ini tampak begitu santai, pengawas ujian yang duduk tenang sambil menelpon, dan para mahasiswa duduk di lantai sambil membuka laptop, memang jadwal ujian hari ini menggunakan sistem open book, tapi adakah ujian model seperti ini di tempat lain?
Continue reading Ujian Open Book

Jumat, 24 Mei 2013

Ketika Idealisme Dipertaruhkan

Kemewahan yang dimiliki seorang mahasiswa adalah Idealisme. Bukan kamar kosan yang berantakan oleh kertas-kertas kopian materi kuliah, bukan cucian kotor yang menanti seseorang dari petugas laundry mengulurkan tangan, bukan pakaian kusut yang menuntut segera disetrika, bukan piring dan gelas kotor yang dibiarkan menumpuk sebelum akhirnya dicuci kalau ada lalat mengerubunginya, atau bukan pula jas lab, sepatu, kaos kaki, dan tas yang tidak pernah dicuci.
Continue reading Ketika Idealisme Dipertaruhkan

Sebutir Nasi

Menjalani setengah kehidupan dengan bersemedi di kampus, membuat hari demi hari tidak jauh berbeda. Semangat yang menggebu untuk menuntut ilmu, biasanya terpatahkan oleh rasa lelah, metode mengajar dosen yang monoton, dan berujung dengan saraf mata yang memberi alarm bahwa aku sudah terlalu kejam dengan memforsir kerjanya seharian itu.

Matahari yang meninggi, perut yang baru diisi, kombinasi yang tepat untuk menciptakan rasa ngantuk.
Continue reading Sebutir Nasi

Senin, 20 Mei 2013

Nggak Sekadar Ngampus

Nggak Sekadar Ngampus

Judul Buku : Nggak Sekadar Ngampus
Penulis : Bambang Q. Anees
Penerbit : Dar! Mizan
Tebal Buku : 192 halaman

Lihatlah matahari! Ia memiliki cahaya yang begitu kuat sehingga selain menerangi dirinya, ia juga menerangi sekitarnya. Setiap manusia dapat menjadi cahaya bila mengaktifkan seluruh potensinya. Menjadi mahasiswa adalah saat untuk mengasah diri menjadi cahaya setahap demi setahap. Mulanya barangkali kamu adalah lilin, yang mencahayai orang lain sambil mengorbankan dirimu sendiri. Kemudian, kamu dapat menjadi bulan yang mencahayai orang lain setelah menyerap cahaya dari matahari. Secara perlahan, kamu akan menjadi matahari bila kamu sudah menghasilkan cahaya sendiri dan mau berbagi dengan orang lain. Menuju cahaya, itulah jawabannya bila ada yang bertanya tentang alasan kita kuliah.

Buku ini bukan cerpen ataupun sejenis novel, tapi merupakan suatu bentuk penuturan opini tentang keadaan dunia “kegelapan” mahasiswa dalam realita yang ada, kemudian disertai dengan pencahayaan alias tips agar kuliah tidak hanya sekadar ngampus. Bahasanya yang ringan membuat buku ini mudah dipahami, selain itu buku ini menyelipkan motivasi spiritual berdasarkan pandangan Islam dan juga para pakar di dunia. Dari awal kata pengantar penulis (yang saya sebutkan di awal), buku ini sudah menggugah hati, sangat menampar dan merupakan refleksi dari dilematis yang dialami mahasiswa zaman sekarang.

Buku ini menjelaskan kenapa kita harus kuliah, apabila perguruan tinggi yang kita masuki ternyata bukan merupakan persemaian yang baik untuk cita-cita kita, masih ada banyak hal yang bisa kita lakukan dengan mengandalkan kemampuan kita sebagai mahasiswa. Mahasiswa adalah orang yang mempunyai banyak waktu luang dan kesempatan untuk melakukan hal-hal yang besar. Manusia juga mengalami tahapan untuk berubah sesuai dengan pengetahuan yang didapatkannya menuju penyempurnaan yang tiada akhir, jadi, mungkin dapat kita simpulkan kita harus kuliah agar menjadi manusia.

Buku ini juga menjelaskan tentang persiapan yang harus kita lakukan dalam menuju proses perjalanan yang panjang. Persiapan itu di antaranya adalah peta, kompas, tekad, dan keterampilan dalam melakukan perjalanan. Peta maksudnya adalah tahapan yang akan kita lalui dari titik berangkat sampai titik akhir. Kompas adalah prinsip. Tekad adalah penyempurna dari peta dan kompas. Dan terakhir, keterampilan adalah cara kita melakukan perjalanan.

Selain itu dijelaskan mengenai sabda Rasulullah kepada Abu Dzar Al Ghiffari mengenai persiapan sebelum berpetualang, di antaranya adalah memperbaharui perahu yaitu diri dan kepribadian kita. Menyiapkan banyak bekal yaitu pengetahuan. Mengurangi beban yaitu keinginan yang berlebihan, rasa sombong dan rendah diri.

Buku ini mengupas hal-hal yang mendetail mengenai kehidupan mahasiswa, dari mulai kebiasaan, sikap, virus kebebasan, tips agar kita mengenali maksud perjalanan kita, impian-impian mahasiswa, mengukur kemampuan kita dalam melakukan perjalanan, pentingnya kesehatan tubuh, menjadi raja di kamar sendiri, artinya kita harus bisa menentukan hal privasi dan public, bagaimana menghadapi dosen yang tidak maksimal dalam mengajar, pentingnya teman sebagai pendorong kesuksesan kita, komitmen dan masih banyak lagi.

Tidak ada kekurangan yang signifikan dari buku ini, yang paling dominant adalah judul bukunya terkesan gaul, mungkin hal tersebut dimaksudkan sebagai nilai komersil supaya buku ini tidak terkesan kaku seperti buku motivasi pada umumnya. Buku ini sangat cocok bagi mahasiswa maupun dosen dan orang tua untuk memahami bagaimana karakter dari seorang mahasiswa sehingga bisa ditransformasi menjadi sebuah dukungan dalam meraih kesuksesannya.
Continue reading Nggak Sekadar Ngampus

Rabu, 17 April 2013

Bleeding Time

Waktu Praktikum: Rabu, 10 April 2013

Tujuan:
Untuk mengetahui waktu yang diperlukan pada perdarahan buatan sampai tidak terjadi lagi perdarahan. Percobaan ini untuk mengukur faktor vaskuler dan fungsi trombosit dalam hemostasis.

Prinsip:
Perdarahan buatan dibuat pada pembuluh darah lalu tetesan darah diserap kertas saring setiap 30 detik. Dan dihitung waktu sampai perdarahan berhenti.

Metode dan Nilai Normal:
1. Duke: 1-3 menit
2. Ivy : 1-7 menit

Alat dan Bahan:
1. Blood Lanset
2. Autoclick
3. Tensimeter
4. Stopwatch
5. Darah kapiler/pembuluh kapiler
6. Alkohol 70%
7. Kapas
8. Kertas saring

Dasar Teori:
Bleeding time adalah tes kasar hemostasis (penghentian perdarahan). Hal ini menunjukkan seberapa baik trombosit berinteraksi dengan dinding pembuluh darah untuk membentuk bekuan darah.

Bleeding time paling sering digunakan untuk mendeteksi cacat kualitatif trombosit, seperti penyakit Von Willebrand. Tes ini membantu mengidentifikasi orang yang memiliki disfungsi trombosit. 

Ini adalah kemampuan darah untuk membeku setelah luka atau trauma. Biasanya, trombosit berinteraksi dengan dinding pembuluh darah menyebabkan gumpalan darah. Ada banyak faktor dalam mekanisme pembekuan, dan hal tersebut diprakarsai oleh trombosit. 

Uji waktu perdarahan atau bleeding time biasanya digunakan pada pasien yang memiliki riwayat perdarahan berkepanjangan setelah terluka, atau yang memiliki riwayat keturunan gangguan perdarahan. 

Selain itu, Uji waktu perdarahan kadang-kadang dilakukan sebagai tes pra-operasi untuk menentukan respon perdarahan yang mungkin terjadi selama dan setelah operasi. Namun, pasien yang tidak memiliki riwayat masalah perdarahan, atau yang tidak memakai obat anti-inflamasi, uji waktu perdarahan biasanya tidak diperlukan.
Continue reading Bleeding Time