Sabtu, 19 April 2014

Kawah Putih

Pulang dari Gunung Tangkuban Parahu aku dan abang melanjutkan perjalanan menuju kawah putih. Kami berencana bertemu bang Iwan dan Eka di sana. Tapi ternyata di perjalanan mereka memutuskan untuk langsung pulang ke Jakarta dan datang ke taman bunga di Bogor. Walaupun bang Iwan dan Eka batal pergi ke kawah putih, kami tetap melanjutkan perjalanan ke sana.
Mengambil rute yang berbeda dari perjalanan awal, kami melewati daerah Parongpong, Nanjung, dan akhirnya Soreang. Cukup sulit untuk sampai di  Soreang, berhubung kami sama-sama belum pernah ke sini, beberapa kali kami sempat tersasar. Namun orang-orang di Bandung memang begitu hangat kepada para pendatang, hal tersebut membuat kami tidak sungkan untuk bertanya.
Ketika sampai di depan Stadion Jalak Harupat, abang begitu excited. Dia yang selalu meledekku narsis malah bermetamorfosis jadi makhluk photogenic. Kami berhenti sebentar di luar gerbang stadion karena pintu masuk ditutup dan sepertinya tidak dibuka untuk umum kecuali ketika ada pertandingan.







image









Aksi kami rupanya mengundang penasaran orang. Bahkan ada pasangan yang juga ikut berfoto ria dengan background stadion jalak harupat.
Kami melanjutkan perjalanan, sekitar pukul 12.29 perut kami mulai keroncongan dan kami pun singgah di Rumah Jamur (Pasir Jambu, Soreang). Setali tiga koin kami juga numpang ngecharge hp yang hampir sekarat. Sepi. Padahal rumah makan tersebut lumayan menarik, dari jendela kita bisa melihat kolam ikan yang dikeliling oleh kebun. Kami duduk lesehan di tempat paling ujung (berhubung cuma di sini yang ada colokan) sambil menonton TV. Kami memesan daging ayam bakar dan teh manis ditambah pencuci mulut jamur crispy. Sebenarnya menu yang ditawarkan sangat beragam dan banyak varian masakan jamur. Namun harganya juganya lumayan. Jadi kami memilih yang ramah di dompet.





image









Terhipnotis oleh cita rasa makanan yang disajikan kami sampai lupa mengabadikan moment di sana. Makanannya emang enak-enak, tapi porsinya kecil dan harganya mahal. Baru ketika hendak pulang, kami baru teringat akan kamera. Dan kami pun selfie dengan muka ngantuk karena kekenyangan.
Ketika dikonfirmasi ke penjaga rumah makan tersebut, jarak ke kawah putih masih sangat jauh, berkilo-kilo meter lagi. Dan jam 17.00 tempat wisata tersebut sudah ditutup karena gasnya yang mulai beracun.
Bingung antara terus jalan atau kembali pulang. Tapi setelah sejauh ini perjalanan rasanya sayang kalau lelah ini tidak terbayar. Oleh karena itu kami memutuskan untuk KEEP GOING!
Percayalah, mencapai kawah putih sangat melelahkan, entah itu perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun umum.
Cuaca mendung, dan ketika kami hampir tiba di kawasan kawah putih, gerimis pun turun. Seketika itu pun kami berbalik arah dan mencari penginapan. Kami memutuskan untuk berbalik arah karena khawatir di atas tidak ada penginapan dan kalaupun ada pasti harganya jauh lebih mahal dibandingkan dengan penginapan di bawah. Kami pun singgah di penginapan yang paling dekat.
Pondok Gembyang, Jl. Patengan km. 38. Desa Baru Tunggul, Alam Endah. Telp. (022)5928998, 087824622244 Ciwidey, Bandung.
Kami membooking satu unit penginapan standar seharga 200k. Fasilitas




yang didapat cukup memuaskan, kamar dengan seprai wangi dan bersih rapi, sebuah tv, kamar mandi dengan air hangat, alat shalat, kolam air hangat, rak-rak tempat menyimpan pakaian, roti panggang untuk sarapan, kopi, teh, dan masih banyak lagi.
Malam harinya kami turun untuk mencari makanan dan kami singgah di Rumah Makan Bebek dan Ayam Unti, Jl. Raya Ciwidey Rancabali Telp. (022) 85920555.

[caption id="" align="alignnone" width="2000" caption="Pagi di Pondok Gembyang"]image[/caption]



Ceritanya candle light dinner, suasananya romantis, ditemani gemericik air dari kolam, kaki kami pun bisa berselonjor menyentuh air kolam, karena tempat makannya disetting sedemikian rupa sehingga kami di bawah meja makan tersebut terhubung dengan kolam.
Kami makan enak malam itu, benar-benar moment yang jarang. Terima kasih buat Yayu yang sudah jadi sponsor setia kebahagiaan kami.

[caption id="" align="aligncenter" width="840" caption="Candle light dinner"]image[/caption]



Kami tidak langsung angkat kaki setelah menyikat bersih makanan yang ada. Menikmati malam yang diciptakan begitu romantis dengan segala suguhan kekuasaan-Nya.
Insiden lucu di penginapan ini adalah ketika pagi-pagi kami kelaparan, kami pun menagih fasilitas roti bakar yang tertulis di brosur, memalukan tapi butuh hahaha. Ternyata jauh dari ekspektasi kami, roti tawar + susu coklat yang dipanggang. Tapi lumayan lah untuk mengganjal perut.
We are ready to go! Yeay! Kawah putih we are coming..

image



Kami menggunakan kendaraan pribadi dengan tujuan bisa meminimalisir budget, ternyata sesampainya di sana, pihak pengelola tempat wisata ternyata begitu komersil. Pertama kami parkir motor seharga Rp 5.000 dan helm tidak boleh disimpan di motor, harus dititipkan, biaya penitipannya sebesar Rp 5.000.
Kemudian tiket masuknya Rp 28.000 per orang biaya tersebut sudah termasuk tiket masuk dan kendaraan ontang anting yang akan mengantar ke tempat wisatanya. Kami diberikan kartu untuk membuka palang pintu yang menghubungkan ke tempat ontang anting.

Ontang anting ini mobil serupa angkot dengan kapasitas penumpang 12 orang ditambah sopir. Kami menunggu lumayan lama karena mobil baru berangkat apabila sudah terisi penuh.
Menurut informasi pihak pengelola sudah tiga tahun melarang adanya kendaraan pribadi yang langsung masuk ke tempat wisata. Tapi apabila hendak membawa mobil pribadi, maka akan dikenakan biaya Rp 150.000 per mobil ditambah Rp 15.000 per orang. Ckckckck
Tapi hal positif dengan diberlakukan peraturan tersebut adalah bisa memberdayakan warga yang berdomisili di sekitar tempat wisata, mereka jadi punya mata pencaharian.

[caption id="" align="aligncenter" width="640" caption="Ontang anting"]image[/caption]



Entah memakan waktu berapa lama, akhirnya kami sampai di kawasan kawah putih. Banyak yang menyodorkan masker. Ingat! Bawalah masker sendiri. Di sini, harga masker dispossible yang umumnya dijual Rp 500 - Rp 1.000 dijual dengan harga Rp 5.000. Luar biasaaaa...
Di depan area masuk sudah banyak orang yang mengantri untuk foto di tugu bacaan kawah putih. Keadaan di sana ramai sekali, dari beragam usia, tua muda semuanya tumpah ruah.

image



Kami harus menuruni tangga yang lumayan panjang. Tapi tidak sepanjang great wall China. :D
Sesampainya di bawah aku langsung terbatuk-batuk tidak kuat menahan bau belerang. Tapi hal tersebut tidak berlangsung lama, aku pun mulai terbiasa. Dan kami langsung memulai pemotretan.

image



Ada banyak fotografer yang menawarkan jasanya. Hanya Rp 10.000 tapi kami memilih untuk menggunakan kamera sendiri.

image



Tempatnya cantik, sesuai namanya hampir semua berwarna putih, air, pasir. Banyak juga orang yang melakukan prewedding di sini.

image



Tapi entah kenapa aku kurang puas terhadap perjalanan ke tempat ini, selain biaya yang mahal, tempat ini walaupun suhunya terasa dingin tapi matahari menyengat langsung. Dan jarang ada yang jualan makanan, mungkin khawatir terkontaminasi racun.

image



Tadinya kami hendak melanjutkan ke situ patenggang. Tapi berhubung waktu sudah siang dan kami harus melanjutkan perjalanan ke Majalengka, dengan berat hati kami pun pulang.
Oia dalam perjalanan pulang, sempat berdiskusi dengan sopir ontang anting. Katanya apabila kita mau masuk gratis, cukup bawa motor tapi jangan pakai helm. Biasanya para pengelola mengizinkan masuk gratis orang-orang yang tinggal di sekitar sana.
Ada insiden lucu juga ketika pulang, kami melewati orang-orang yang berjualan, hampir setiap toko meneriakkan hal yang sama, stroberinya teh. Rp 5.000 dua. Ketika aku menoleh, terlihatlah buah stroberi segar, merah merona sangat menggoda. Sempat tidak percaya, kemasan sebesar itu hanya Rp 5.000 dapet dua pula. Aku pun tertarik untuk menghampiri, ternyataaaaa.... ZONK! kemasan stroberi yang dipajang harganya Rp 25.000 sedangkan yang ditawarkan seharga Rp 5000 itu kemasan kecil. dasar, marketing yang bagus hahaha. Hati-hati jangan tertipu ya!



Posted from WordPress for Android
Continue reading Kawah Putih

Reuni di Gunung Tangkuban Perahu

Otanjoubi Omedetou, abang...
Sebenarnya ultah abang jatuh pada 2 Maret kemarin tapi berhubung saya sedang PKL di Tasik, jadi kami menangguhkan pertemuan kami. Niat awalnya abang akan menjemput saya di Bandung dan mengantar saya di Majalengka, esoknya kami akan berjalan-jalan di Majalengka. Tapi planning itu pun gagal karena kebetulan Eka dan bang Iwan juga berencana ke Bandung dan ingin berlibur bersama ke kawah putih. Jadi kami menunda keberangkatan ke Majalengka.

Continue reading Reuni di Gunung Tangkuban Perahu

Minggu, 13 April 2014

Info Trayek Tasikmalaya – Majalengka ?

Tidak banyak yang tahu tentang rute perjalanan dari Tasikmalaya menuju Majalengka. Pasalnya memang tidak ada mobil yang langsung menuju majalengka. Berikut rute perjalanan saya ketika Praktik Kerja lapang di Tasikmalaya menuju Majalengka.

Via Bandung:

      *Dari Rumah Sakit Umum dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya - pool Primajasa, naik angkot 05 tarifnya Rp 3.000,-;


 

      *Kemudian naik bis Primajasa.sampai Cileunyi;


AC jurusan Tasik – Bekasi set 2-2

      , tarif sampai CIcalengka, Rancaekek, maupun Cileunyi harganya sama yaitu Rp 18.000,-.


AC jurusan Tasik – Bekasi set 2-3

      kemudian turun di Dangdeur, tarifnya Rp 10.000,-.


 

      Dangdeur – Cileunyi, naik angkot Majalaya – Gedebage, tarifnya Rp 2.000,-


 

      Dangdeur – Jatinangor, naik angkot Majalaya – Gedebage, tarifnya Rp 5.000,-


Ekonomi jurusan Tasik – Bekasi

      , tarif sampai Cicalengka/Rancaekek yaitu 7.000, dan menuju Cileunyi Rp 10.000,-.


 
    *Cileunyi – Majalengka, naik elf jurusan Bandung – Cirebon (untuk arah ke Cirebon) atau elf BUHE/Rukun Wargi jurusan Cikijing – Bandung (untuk arah ke Majalengka pusat), tarifnya Rp 20.000,- sampai Kadipaten.

Continue reading Info Trayek Tasikmalaya – Majalengka ?

Selasa, 04 Februari 2014

Yeay, Akhirnya BBM untuk Gingerbread


Sekarang BlackBerry Messenger bisa diinstall di cell phone dengan sistem operasi Android 2.3 Gingerbread. Sebelumnya BBM ini hanya bisa digunakan oleh Android versi Ice Cream Sandwich, JellyBean, dan KitKat. Tapi berhubung Indonesia merupakan negara yang masih berkembang dengan sekitar 21% dari keseluruhan Android User masih menggunakan versi Gingerbread, maka BlackBerry melebarkan bisnisnya untuk menyaingi platform messaging lain seperi WhatsApp, Line, Facebook, dll.
Bagi anda para user roti jahe, bisa download aplikasi BBM tersebut di sini.
Setelah sekian lama,akhirnya selamat menikmati! ^^
Continue reading Yeay, Akhirnya BBM untuk Gingerbread

Sabtu, 21 Desember 2013

Pendakian Cinta – Merbabu

Setelah penetapan tanggal keberangkatan yang labil akhirnya diputuskan perjalanan kami dimulai tanggal 21 Desember 2013. Aku berangkat pagi dari kosan di Bandung menuju Jakarta Barat, dan sesampainya di terminal Kalideres, sudah berdiri di sana seseorang dengan senyumnya yang hangat menyambut uluran tanganku. Dialah kekasihku, bang Majid. Dia menunggu terlalu lama, sebelum masuk tol Tangerang bahkan dia sudah standby untuk menjemputku, walau disengat teriknya matahari Jakarta, dan sumpeknya atmosfer terminal tapi dia masih bergairah untuk tersenyum kepadaku. Mendengar perutku yang keroncongan dia menawarkan diri untuk mengisi perut dengan mie ayam pedas-manis di sekitar minimarket, rasanya nuampol rek, enak tenan… karena kebetulan sedang lapar.

Kemudian kami mengunjungi lapak bang Sugy yang berada tidak jauh dari tempat kami makan. Beliau sedang menganyam tali untuk dijadikan gelang, kreatif sekali. Di lapaknya tersedia berbagai macam aksesoris untuk anak muda, seperti gelang yang beraneka ragamnya, kaos, kalung, dan lain-lain. Dari lapak inilah perjalanan panjang kami dimulai.
Continue reading Pendakian Cinta – Merbabu

Minggu, 01 Desember 2013

Selamat Ulang Tahun, Rifqa!

Saya tidak tahu apakah Rifqa orang yang suka atau tidak ketika diberi ucapan selamat ulang tahun. Pasalnya orang yang fanatik terhadap agama menganggap hal tersebut merupakan kebudayaan orang-orang yang beragama selain Islam. Sebenarnya saya juga tidak tahu apakah Rifqa fanatik terhadap agama atau tidak, yang jelas dia tergabung dalam suatu organisasi kerohanian di kampus, dan kerap rajin mengikuti pengajian di rumahnya. Bahkan dia sempat bermimpi dipanggil ummi jika kelak menikah dengan ustadz IM (nama samaran sekaligus kesayangan Rifqa mungkin hehehe).

Saya tidak bermaksud sekuler, merayakan ulang tahun mungkin merupakan suatu hal yang tidak pantas tapi postingan ini bermaksud sebagai salah satu bentuk syukur dan do'a untuk Rifqa. Kalau Rifqa nanti baca, mohon jangan marah ya! :)

Saya sayang sama Rifqa insya Allah karena Allah. Saya bukan orang yang pandai mengekspresikan rasa sayang. Semoga Rifqa usianya berkah, Sehat selalu, selalu jadi kebanggaan orang tua, punya banyak teman yang tulus sayang sama Rifqa, dijodohkan dengan orang yang sholeh, ganteng, baik, kaya, cerdas, mapan, sayang sama Rifqa, dimudahkan proses menjalani kegiatan menjadi mahasiswa tingkat akhirnya, bahagia dunia dan akhirat. amin.

Usia saya dan Rifqa terpaut satu tahun, dan hal tersebut tampak dari kedewasaan, Rifqa orang yang lebih bijaksana dan sabar. Dia pandai sekali bercerita, fasih bahasa sunda (walaupun terkadang ada kata yang kurang familiar di telinga saking fasihnya), menyenangkan deh pokoknya kalau dengerin Rifqa bercerita.
Continue reading Selamat Ulang Tahun, Rifqa!

Selamat Ulang Tahun, Puel!

"Selamat ulang tahun ku ucapkan, sambutlah hari indah bahagia... selamat ulang tahun untuk pueeeel, bahagia di dalam hidupmu.."

Alhamdulillah, ulang tahun ke-3 di analis. Berarti sekarang lewat satu tahun kepala dua ya, jadi bingung harus memberi ucapan selamat atau ungkapan rasa iba. Hehehe. Semoga panjang umur puel, Bahagia, sukses, dan sehat selalu.
Hari yang special di tahun yang special, Tahun ke-3 di analis semoga dilancarkan.

Dulu pertama kali tahu nama Putri Luhur Sejati adalah dari facebook.
Continue reading Selamat Ulang Tahun, Puel!

Minggu, 25 Agustus 2013

Pendakian ke Gunung Sumbing

Make a trip along strangers and being the only girl maybe was my craziest thing i ever did. My sweetheart invited me to go on vacation with him. I came along, even though i just close with some of them. It was irritating when i am thinking how come I could go?

Our trip embarked on Wednesday, August 14th, 2013. But I went to Bandung on Sunday with my relatives. I stayed for two days at my boarding house. Everything settled rapidly and all i need to do just to follow my sweetheart's rules. He was worried i would be tired so i am asked to go earlier and stay at his home. I have no choice but agree it. :p

I spent about a week for vacation with them. Bang Noonk as the driver, bang Iwan as guide leader, Bang Dani, Bang Eky, bang Rey (rosani), and also my sweetheart. At first we fetched bang Roy (another my sweetheart's friend) at Bumi Ayu. He is the most handsome among the other. Then we were heading Desa Saradan, Pemalang, Central Java to attend bang Bakray's wedding. Bang Bakray is one of abang's friend who is in Virapala (Pinggir Rawa Pecinta Alam) too. Unfortunately, I, abang, and bang Noonk couldn't see their akad/ijab qabul cause i heard that the headman (penghulu) was in hurry. He started it without waiting for the whole family get together.
Continue reading Pendakian ke Gunung Sumbing

Sabtu, 13 Juli 2013

Pengalaman Belanja di Bukukita

Kemajuan dalam teknologi benar-benar memberikan kemudahan dalam kehidupan manusia. Setidaknya itu yang aku harapkan. Dan ini pertama kalinya aku menggunakan jasa online book shop. Awalnya tidak begitu tertarik dengan berbagai penawaran di media social, tapi setelah mempertimbangkan banyak hal, aku pikir tidak adanya ruginya menggunakan jasa online shop sebagai pilihan.

Palasari biasanya merupakan pilihan paling nyaman untuk berbelanja buku. Tapi mengingat transportasi yang njelimet, 3 kali naik turun angkot, ongkos yang naik seiring kenaikan harga BBM, belum ditambah hiruk pikuk jalanan kota Bandung, setelah itung-itungan, ongkir dengan ongkos yang biasa aku habiskan ke palasari tidak jauh beda, bedanya aku tidak perlu menghabiskan energy untuk datang ke tkp apabila menggunakan online shop, dan buku yang kita cari bisa dipastikan tersedia selama shop tersebut memberikan keterangan tersedia.
Continue reading Pengalaman Belanja di Bukukita