Jumat, 18 Maret 2016

Mahar

Dari dulu keinginan tentang mahar ini tidak berubah. Saya ingin logam mulia sebagai mahar saya, kalau untuk beratnya sesuai kemampuan calon suami saya, semakin besar, saya semakin senang hahaha. Walaupun sebenarnya, sebaik-baik perempuan adalah yang maharnya paling sedikit 😣

Kenapa tidak seperangkat alat shalat? Entahlah, seperangkat alat shalat sudah dimasukkan ke dalam list seserahan. Jadi, cukuplah saya pikir sebagai seserahan saja. Tanggungjawabnya juga besar untuk suami saya. 

Kenapa tidak perhiasan atau uang entah dalam bentuk rupiah maupun mata uang asing? Sejujurnya saya tidak terlalu suka memakai perhiasan, tapi kalau dikasih sih suka banget 😛 Selain itu, saya sudah mengenakan kalung dari nenek saya, anting dari mamah, dan terakhir cincin dari calon suami. Kalau mata uang, rasanya ko sayang, uang sebanyak itu dihias khawatir lecek, rusak atau nanti dibongkarnya sayang(?) 

Jadilah akhirnya diputuskan kalau maharnya logam mulia seberat 25 gram (tipisnyeuuuuuu) yang kami beli bersama langsung dari Antam, nanti deh diposting pengalaman beli emas ke Antam. 

Nah, sekarang gimana nih ngehias maharnya? Browsing di instagram ko terlalu mainstream, rata-rata pakai kotak akrilik, cantik sih tapi terlalu biasa. Akhirnya nemu inspirasi di google, simple dan aku langsung suka. Pas bilang ke calon suami,  dia langsung setuju. Bahkan kami pun bahu membahu membuatnya. Ini dia penampakan karya kami berdua:



Pertama bikin dulu sketsanya, setelah selesai print di kertas HVS atau boleh kertas lain. Siapkan kardus atau karton tebal, sesuaikan kardus dengan ukuran frame. Gunting gambar kemudian tempelkan di kardus menggunakan lem kayu (yang warna putih itu loh, adanya cuma lem ini hahaha). Jangan lupa lubangi kardus untuk tempat logam mulia menggunakan cutter supaya lebih rapi. Sisipkan logam mulia di tempat yang dikehendaki, supaya lebih kokoh saya beri selotip di bagian belakangnya. Kemudian masukkan ke dalam frame, tadaaaaaa... Cukup puas lah dengan hasilnya, ya walaupun kombinasi warnanya menyesuaikan dengan bahan yang ada hahaha

Total kerusakan untuk mahar ini:

  1. Logam mulia 25 gram - beli di Antam: Rp 13.350.000

  2. Wooden frame - beli di Citra Land: 155.900

Continue reading Mahar

Sabtu, 27 Februari 2016

Membaca Semakin Mudah dengan IJakarta

Salah inovasi baru dari pemerintah kota Jakarta adalah dengan menyediakan perpustakaan digital yang bisa diakses dimanapun dan kapanpun. Namanya Ijakarta app, teman-teman tinggal mendownloadnya di playstore. Oh, ya, ini tidak hanya diperuntukan bagi warga Jakarta saja, tapi semua orang juga bisa mengaksesnya.

image



Sistem Ijakarta ini sama seperti pada perpustakaan pada umumnya. Kita harus mempunyai akun dulu dengan mendaftar menggunakan email atau akun facebook. Setelah terdaftar baru kita bisa mengakses aplikasinya. Sebelum meminjam kita harus memfollow beberapa epustaka yang menyediakan buku. Kita bisa meminjamnya selama jangka waktu tertentu sesuai keterangan dari perpustakaan. Jika melebihi batas waktu pinjam, maka buku tersebut akan otomatis hilang dari rak buku kita dan kita harus meminjam ulang. Jika ada orang yang sedang membaca buku tersebut, maka kita harus antri. Rata-rata buku populer antriannya sangat panjang.

image



Kita bisa mengedit profile kita seperti menambah avatar, menambahkan deskripsi tentang kita. Di sini juga ada status semacam di kaskus seperti newbie, bookworm, dan sosializer.

image



Untuk isi dari aplikasi ini sendiri sudah cukup innovatif, yaitu terdiri dari:

1. Koleksi
Berisi kategori buku yang dibagi menjadi rekomendasi, terbaru, terpopuler, dan buku (ada buku agama, alam, bahasa, fiksi, fotografi, sains, dan masih banyak banget, puas deh pokoknya).

image



2. Epustaka
Ini merupakan perpustakaan yang menyediakan buku untuk dipinjam. Contohnya ada Arsip, kedutaan, komunitas, pemerintahan, pendidikan, tokoh (contohnya Ahok Pustaka).

image



3. Home
Sama seperti home pada umumnya, berisi news feed tentang aktivitas user lain.

image



4. Rak buku
Berisi buku yang sedang kita pinjam, buku yang kita antri pinjam, dan juga riwayat peminjaman.

image



5. Notifikasi
Ini berisi pemberitahuan contohnya jika buku yang kita sudah antri available to read maka akan ada notifikasi masuk.

image



Gimana? Keren, kan? Sekarang untuk yang rumahnya jauh dari perpustakaan gausah berkecil hati, karena ada banyak jalan menuju Roma.
Continue reading Membaca Semakin Mudah dengan IJakarta

Kamis, 25 Februari 2016

Cara Asyik Menikmati Kopi di The Reading Room

Ketika ada yang berkata "Jika peluru hanya menembus satu kepala, maka tulisan bisa menembus jutaan kepala" faktanya itu adalah benar. Dan aku adalah salah satu korban yang tertarik untuk berkunjung karena tulisan yang mengulas tentang The Reading Room.

Pagi-pagi langsung ngechat temen SMA dulu, namanya Nursita sari. Nur sebenarnya lagi sibuk skripsi tapi pas aku ajak ke The Reading Room dia juga excited setelah melihat reviewnya di Zomato, asyiiikkk! Sekalian reuni hampir 4 tahun ga ketemu. Sorenya langsung deh ketemuan di The Reading Room.


image



Continue reading Cara Asyik Menikmati Kopi di The Reading Room

Senin, 22 Februari 2016

Abang, Iced Capucino, dan Gula Jagung

Kami menghabiskan waktu di cafe untuk menunggu pemutaran film gratis yang diadakan oleh salah satu museum di Jakarta. Kami memilih duduk di bagian luar depan cafe tersebut.

Walaupun cafe tersebut hanya menyediakan coffee dan desert, tapi masing-masing kursi dipenuhi oleh pengunjung (lebih tepatnya satu meja diisi oleh satu orang atau pasangan bahkan keluarga). Di sini pelayanannya self-service karena hanya ada satu petugas yang merangkap sebagai bartender dan juga kasir.

Ada banyak varian kopi yang terpampang besar di menu box yang ditempel di dinding. Berhubung aku bukan penikmat kopi yang addict maka aku memilih durian frape, sayangnya semua frape kosong. Akhirnya aku memesan ice coffee tiramisu latte. Sedangkan abang memilih iced cappuccino.

image



Kami menunggu agak lama sampai pesanan kami siap dihidangkan. Dan hal yang lucu adalah tiba-tiba abang bersikap ekspresif ketika meminum coffee tersebut.

"Ko rasa cengkeh, ya, neng? Pahit."

Penasaran aku pun mencicipi kopi tersebut. Dan memang pahit hoekss.. Untungnya aku tidak salah pilih kopi. Punyaku rasanya lumayan enak, karena rasa manis kopi tak pernah berkhianat di lidah.

Kami terus menertawakan rasa aneh dari si iced cappuccino. Abang memilih kopi rasa itu karena namanya lebih familiar dibanding nama kopi yang lain hahaha, sedangkan aku memilih latte karena suka manis. Akhirnya sang pecinta kopi pun menambahkan gula jagung pada kopinya demi menyelamatkan kenikmatan kopi itu. Dan dia berkilah,

"Ane menunjukkan cara menikmati kopi yang benar"

Lain kali kita coba kopi rasa lain ya, bang! Kali aja ada kopi rasa muntah kaya di film Harry Potter (walaupun namanya familiar) hahaha.
Continue reading Abang, Iced Capucino, dan Gula Jagung

Minggu, 03 Januari 2016

Wedding Rings

Bisa dikatakan kami terlalu terburu-buru dalam membeli cincin nikah. Sebenarnya sempat browsing tempat yang direkomendasikan para capeng di Jakarta, tapi entah kenapa tidak ada bayangan, males juga karena tempatnya jauh. Jadilah akhirnya kami membeli cincin di Rose Jewelery Pluit Village. Alasan utamanya karena tempatnya dekat tentu saja, di belakang kost saya, selain itu sedang ada promo anniversary Rose PV juga. 

Rincian cincinnya sebagai berikut:

  1. Cincin aku: emas 75% 2.35 gram + diamond 0.030/1 DR F VVS VG

  2. Cincin abang: emas 75% 2.90 gram + diamond 0.060/1 DR F VVS VG


Totalnya Rp 8.905.000



Seolah terhipnotis, kami langsung mengatakan "ya" ketika SPG Rose menawarkan beberapa jenis cincin nikah. Tidak ada cincin berbahan Palladium di Rose, Frank n Co atau toko di mall lainnya, malah mereka menawarkan Platina WOW! Padahal sudah ada perdebatan dalam hati, karena Islam melarang laki-laki memakai cincin emas. Tapi si SPG meyakinkan banyak ko muslim yang memakai cincin emas, bahkan dia sendiri juga cincinnya terbuat dari emas. Kegelisahan lainnya adalah awalnya kami berencana untuk membuat cincin custom tapi SPG Rose meyakinkanku lebih baik membeli cincin yang sudah ready untuk menghemat budget. Dan akhirnya dibungkuslah cincin nikah kami. Huft... 

Kelebihannya membeli cincin nikah di mall ini free service seumur hidup, free grafir nama atau tanggal nikah, dan sering dikabari kalau ada promo apapun. Tapi mahalnya yaampun... Dan sedihnya lagi, karena ini cincin promo, di sertifikatnya dicap tidak bisa direfund hiks. Memang sih siapa yang mau jual cincin kawin tapi kan setidaknya ingin ada jaminan kalau suatu saat kami ingin menjual bisa ke toko itu lagi. Tapi ternyata, yasudahlah... 

Setelah beberapa bulan kami memiliki cincin dari Rose, hati saya tetap tidak tenang, seolah sudah berbuat dosa. Kegelisahan tersebut saya bagi pada calon suami, akhirnya kami memutuskan untuk membeli baru cincin abang yang terbuat dari Palladium. Kami memesannya di Cikini Gold Center. Awalnya ketika survei pertama tidak ada keharusan minimal gramnya, tapi ketika kami order, kami diharuskan membeli minimal 5 gram cincin Palladium. Biaya cincin dan pembuatannya di CGC ini Rp 2.000.000. Pembuatannya memakan waktu sekitar sebulan. Sayangnya di sini hanya bisa grafir nama, dan tidak bisa ditambah tanggal nikah, karena nanti terlalu penuh katanya. Cincin Palladium ini tidak bersertifikat jadi tidak bisa dijual. 

Nah, buat para capeng, ada baiknya survei yang matang buat bikin cincin nikah, jangan sampai nyesel nantinya. Banyak ko blog capeng yang merekomendasikan tempat pembuatan cincin nikah dengan harga miring tapi kualitas seperti Frank n co atau Orori dll. 
Continue reading Wedding Rings

Sabtu, 02 Januari 2016

Aku Ingin Satu Januari Setiap Hari

Melakukan perjalanan jauh berdua tampak begitu impossible dilakukan sepanjang tahun 2015 kemarin. Jadwal kerja yang berbenturan, sama-sama menjadi karyawan baru yang belum mendapat cuti, dan perasaan lelah yang entah begitu betah menggelayut setiap waktu. Mungkin adaptasi dari sebuah ritme baru di dunia kerja.

Perjalanan di awal tahun 2016 ini seolah mengisi ruang kosong yang kami lewatkan di tahun 2015. Satu setengah jam lamanya dia berada di balik kemudi motornya, tak ada keluhan panas yang tanpa ampun membakar punggung kaki dan muka kami, tak ada keluhan tentang banyaknya lampu merah yang memberikan jeda terlalu lama untuk kami, tak ada keluhan tentang macet yang mengharuskannya mencari celah-celah sempit dari jalanan yang disita ribuan kendaraan dalam waktu bersamaan. Ya, dia begitu pandai menyembunyikan emosinya. Dia menjadi cermin bagiku, betapa kami sangat berbeda, tapi hey, bukankah kutub yang berlawanan akan saling tarik menarik?

Alam terbuka, pemandangan hijau, dan potret indah bumi pertiwi adalah dunia kami. Mungkin itulah salah satu kesamaan yang kami punya. Dan hari ini kerinduan menarik kami ke Depok. Kampung 99 pepohonan, tempat yang (semula) kami tuju.

Jauh, terasa sangat jauh sekali. Terasa jauh bahkan dibandingkan ketika kami melakukan perjalanan Jakarta-Majalengka. Sayangnya, lelah kami tak terobati. Kami tidak menemukan apa yang kami cari di sana. Tidak sampai 10 menit kami berkeliling.

Waktu yang kami miliki begitu sempit, kami memutuskan untuk shalat di awal waktu, dan akhirnya menginjakkan kaki di mesjid kubah mas. Mesjid megah dengan daya magis yang menarik ribuan pengunjung.

[caption id="" align="alignnone" width="1440" caption="Lokasi: Mesjid Dian Al Mahri"]image[/caption]



Rumput hijau menghampar luas di sepanjang jalan menuju mesjid. Banyak orang yang rehat di sana. Kami pun turut serta. Inilah moment yang paling aku suka. Duduk berdua, bertukar pikiran, berbicara dari hati ke hati. Tapi tak ada canda jenaka darinya hari ini. Aku maklum, dia terlalu memforsir fisiknya, dan manajemen waktunya tak seperti yang seharusnya.

Dia bukan orang yang detail atau terorganisir, tapi dia selalu berusaha memenuhi semua kebutuhanku. Kami mampir di sebuah warung tenda untuk mengisi perut. Sebenarnya aku agak ragu melihat sanitasi di sana tapi aku tetap mengikutinya. Dan terbukti, lalat beragam ukuran, kucing yang terus menerus menjilati kakiku, bahkan sampai karpet meja yang diterbangkan angin mengenai wajahku, semua itu melenyapkan selera makanku, dan sedikit banyak mempengaruhi alam bawah sadarku. Jangan ajak aku makan di pinggir jalan, please!

Seolah mengerti kekecewaanku, alam pun menangis, hujan mengiringi kepulangan kami tapi aku suka.

Aku ingin satu Januari setiap hari, agar aku bisa menghabiskan waktu bersamanya, karena aku suka, benar-benar suka bersamanya.

Lokasi: Mesjid Dian Al Mahri
Continue reading Aku Ingin Satu Januari Setiap Hari

Kamis, 15 Oktober 2015

Jakarta City Tour

Ketika diksar kemarin, hari libur ga ada kegiatan akhirnya berencana untuk belajar di ruang terbuka. Niatnya ke lahan hijau Jakarta, Taman Surapati. Tapi sempat nyasar gara-gara fokus ke buku. Akhirnya memutuskan untuk belajar di Monas. Tapi ternyata, bertepatan dengan tahun baru Islam pengunjungnya banyak sekali. Akhirnya belajar di bawah pohon kelapa yang cukup untuk berteduh, dikelilingi para pasangan muda (yang seperti terinspirasi untuk duduk di bawah pohon kelapa). Zzzzz

Continue reading Jakarta City Tour

Rabu, 14 Oktober 2015

Perpustakaan Umum Daerah DKI Jakarta

Salah satu tempat yang selalu menarik untuk dikunjungi adalah perpustakaan. Siapa sangka wisata perpustakaan bisa jadi kegiatan yang menyenangkan. Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta salah satunya.

image



Perpustakaan ini terdiri dari 4 lantai.

1. Ground
Begitu memasuki pintu, kita akan disambut oleh security, dan kita dipersilahkan untuk mengisi buku pengunjung. Uniknya, selain cara manual, di sini juga bisa mengisi buku tamu dengan cara menscanning kartu anggota saja. Praktis dan ga ribet.

Lantai satu ini tak ubahnya sebuah gallery lukisan. Setelah memasuki ruangan pertama, di ruangan kedua, ada tempat untuk pembuatan kartu anggota, dan peminjaman/pengembalian buku.
Untuk menjadi anggota perpustakaan, kita diwajibkan memiliki KTP Jakarta atau menyerahkan surat keterangan yang menyatakan bahwa kita bekerja di Jakarta. Difoto langsung di sana, walaupun saya sudah membawa foto ukuran yang ditentukan tapi pihak perpustakaan lebih menyarankan untuk foto langsung.

image



Sebelum memasuki ruangan lain, kita diwajibkan untuk menyimpan tas dan barang-barang lainnya di dalam loker, kecuali untuk barang berharga seperti handphone, dompet, dll bisa dibawa dengan menggunakan tas transparan yang disediakan pihak perpustakaan, kita cukup menitipkan ktp.

image



Akses masing-masing lantai bisa dengan menggunakan tangga ataupun lift, enak kan?



Continue reading Perpustakaan Umum Daerah DKI Jakarta

Selasa, 08 September 2015

Cara Mereschedule Tiket Kereta

Berniat pulang minggu ini tapi entah kenapa malah booking tiket kereta minggu depannya. Untung sadar sebelum keberangkatan. Maka datanglah kami ke stasiun. Berikut langkah yang kami lakukan:

1. Mendatangi Customer Service dan diberikan form isian. Sekaligus mengecek jadwal keberangkatan yang dikehendaki masih available atau tidak.


image



2. Mendatangi loket yang melayani pembatalan & reschedule tiket kereta.
3. Menyerahkan form yang telah diisi dan tiket kereta yang telah dicetak


image



4. Dikenakan denda 25% dari harga tiket sebelumnya dan tarif penyesuaian untuk tiket keberangkatan yang diinginkan.

Alhamdulillah jadwal yang dikehendaki masih available. Semoga bermanfaat.
Continue reading Cara Mereschedule Tiket Kereta