Kamis, 17 September 2020

Menjaga Fitrah Cemburu Istri

Pagi ini ketika hendak migrasi blog dari wordpress ke blogspot, tiba-tiba menemukan blog suami. Blog tersebut terakhir update tahun 2010. Akhirnya hati tergelitik untuk membaca postingan teratasnya. 

Postingan tersebut berisi semacam puisi tentang keadaan ketika beliau dilahirkan, saat beliau menulis, dan harapan di waktu yang akan datang. Tapi ada sebaris kalimat yang membuat saya menghela nafas panjang. 

"Pastinya tidak sama dengan tangis cinta bodohku yang lalu."

Membayangkan beliau menangis karena "cinta" membuat dada terasa sedikit sesak. Dan berputar kembali rekaman masa lalu tentang sebuah percakapan di Twitter. 

Seorang wanita membalas cuitan suami saya yang menulis "ga ada motor" dengan kalimat "Motor gue ada nih, kak. Masih hafal jalan ke rumah gue kan?" 

Sebenarnya respon suami biasa saja, beliau hanya menjawab "hahaha kejauhan." Tapi tetap saja percakapan tersebut membuat saya cemburu. Ketika saya menyampaikannya pada suami, beliau menjawab. 

"Aku sama dia itu kalau ibarat rumah, kami cuma ngobrol di teras, kalau sama Neng di dalam rumah, lebih privasi. Kami ga ada hubungan apa-apa lagi."

Maternity-Photo-at-Muse-Photography
Foto maternity anak pertama

Klarifikasi beliau masih belum menghilangkan rasa cemburu saya saat itu. Tapi saat ini setidaknya saya belajar. Hal yang lumrah ketika memiliki perasaan cemburu terhadap pasangan selama tidak berlarut-larut dan mengarah pada prasangka dan hal tercela lainnya. 

Saya menyadari rasa cemburu itu hadir karena rasa cinta terhadap suami. Dan itu merupakan hal yang fitrah bagi seorang perempuan. 

Selama bisa mengelola perasaan tersebut dan mengkomunikasikan dengan pasangan, rasa cemburu tersebut sah-sah saja dan yang diharapkan rasa itu bisa menjadi reminder untuk masing-masing pasangan agar kembali mengisi penuh tanki cintanya sehingga rasa cinta tersebut meleburkan rasa cemburu. 

Aku mencintaimu semoga karena Allah, suamiku. Semoga Allah mencintaimu, Dzat yang telah menjadikan engkau mencintaiku. Semoga cinta, kasih sayang, dan rumah tangga kita selalu utuh, penuh dan hidup terpelihara dengan baik sampai Jannah-Nya. Aamiin. Ya Allah Yaa Rahman Rahiim Semoga cinta kami selalu mengarah pada cinta-Mu. 


#harike15

#tantangan15hari

#zona1komprod

#pantaibentangpetualang

#institutibuprofesional

#petualangbahagia

2 komentar:

  1. Huwaaa baper ... Aku juga bakal baper tuh kalo baca "masih hafal jalan ke rumah gue". Ih ngapain sih Komen begitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk emang sifat perempuan selembut itu kan ya mba? Wajar kalo baper. Terimakasih sudah mampir ya mba.

      Hapus