Sabtu, 02 Januari 2016

Aku Ingin Satu Januari Setiap Hari

Melakukan perjalanan jauh berdua tampak begitu impossible dilakukan sepanjang tahun 2015 kemarin. Jadwal kerja yang berbenturan, sama-sama menjadi karyawan baru yang belum mendapat cuti, dan perasaan lelah yang entah begitu betah menggelayut setiap waktu. Mungkin adaptasi dari sebuah ritme baru di dunia kerja.

Perjalanan di awal tahun 2016 ini seolah mengisi ruang kosong yang kami lewatkan di tahun 2015. Satu setengah jam lamanya dia berada di balik kemudi motornya, tak ada keluhan panas yang tanpa ampun membakar punggung kaki dan muka kami, tak ada keluhan tentang banyaknya lampu merah yang memberikan jeda terlalu lama untuk kami, tak ada keluhan tentang macet yang mengharuskannya mencari celah-celah sempit dari jalanan yang disita ribuan kendaraan dalam waktu bersamaan. Ya, dia begitu pandai menyembunyikan emosinya. Dia menjadi cermin bagiku, betapa kami sangat berbeda, tapi hey, bukankah kutub yang berlawanan akan saling tarik menarik?

Alam terbuka, pemandangan hijau, dan potret indah bumi pertiwi adalah dunia kami. Mungkin itulah salah satu kesamaan yang kami punya. Dan hari ini kerinduan menarik kami ke Depok. Kampung 99 pepohonan, tempat yang (semula) kami tuju.

Jauh, terasa sangat jauh sekali. Terasa jauh bahkan dibandingkan ketika kami melakukan perjalanan Jakarta-Majalengka. Sayangnya, lelah kami tak terobati. Kami tidak menemukan apa yang kami cari di sana. Tidak sampai 10 menit kami berkeliling.

Waktu yang kami miliki begitu sempit, kami memutuskan untuk shalat di awal waktu, dan akhirnya menginjakkan kaki di mesjid kubah mas. Mesjid megah dengan daya magis yang menarik ribuan pengunjung.

[caption id="" align="alignnone" width="1440" caption="Lokasi: Mesjid Dian Al Mahri"]image[/caption]



Rumput hijau menghampar luas di sepanjang jalan menuju mesjid. Banyak orang yang rehat di sana. Kami pun turut serta. Inilah moment yang paling aku suka. Duduk berdua, bertukar pikiran, berbicara dari hati ke hati. Tapi tak ada canda jenaka darinya hari ini. Aku maklum, dia terlalu memforsir fisiknya, dan manajemen waktunya tak seperti yang seharusnya.

Dia bukan orang yang detail atau terorganisir, tapi dia selalu berusaha memenuhi semua kebutuhanku. Kami mampir di sebuah warung tenda untuk mengisi perut. Sebenarnya aku agak ragu melihat sanitasi di sana tapi aku tetap mengikutinya. Dan terbukti, lalat beragam ukuran, kucing yang terus menerus menjilati kakiku, bahkan sampai karpet meja yang diterbangkan angin mengenai wajahku, semua itu melenyapkan selera makanku, dan sedikit banyak mempengaruhi alam bawah sadarku. Jangan ajak aku makan di pinggir jalan, please!

Seolah mengerti kekecewaanku, alam pun menangis, hujan mengiringi kepulangan kami tapi aku suka.

Aku ingin satu Januari setiap hari, agar aku bisa menghabiskan waktu bersamanya, karena aku suka, benar-benar suka bersamanya.

Lokasi: Mesjid Dian Al Mahri
Continue reading Aku Ingin Satu Januari Setiap Hari

Kamis, 15 Oktober 2015

Jakarta City Tour

Ketika diksar kemarin, hari libur ga ada kegiatan akhirnya berencana untuk belajar di ruang terbuka. Niatnya ke lahan hijau Jakarta, Taman Surapati. Tapi sempat nyasar gara-gara fokus ke buku. Akhirnya memutuskan untuk belajar di Monas. Tapi ternyata, bertepatan dengan tahun baru Islam pengunjungnya banyak sekali. Akhirnya belajar di bawah pohon kelapa yang cukup untuk berteduh, dikelilingi para pasangan muda (yang seperti terinspirasi untuk duduk di bawah pohon kelapa). Zzzzz

Continue reading Jakarta City Tour

Rabu, 14 Oktober 2015

Perpustakaan Umum Daerah DKI Jakarta

Salah satu tempat yang selalu menarik untuk dikunjungi adalah perpustakaan. Siapa sangka wisata perpustakaan bisa jadi kegiatan yang menyenangkan. Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta salah satunya.

image



Perpustakaan ini terdiri dari 4 lantai.

1. Ground
Begitu memasuki pintu, kita akan disambut oleh security, dan kita dipersilahkan untuk mengisi buku pengunjung. Uniknya, selain cara manual, di sini juga bisa mengisi buku tamu dengan cara menscanning kartu anggota saja. Praktis dan ga ribet.

Lantai satu ini tak ubahnya sebuah gallery lukisan. Setelah memasuki ruangan pertama, di ruangan kedua, ada tempat untuk pembuatan kartu anggota, dan peminjaman/pengembalian buku.
Untuk menjadi anggota perpustakaan, kita diwajibkan memiliki KTP Jakarta atau menyerahkan surat keterangan yang menyatakan bahwa kita bekerja di Jakarta. Difoto langsung di sana, walaupun saya sudah membawa foto ukuran yang ditentukan tapi pihak perpustakaan lebih menyarankan untuk foto langsung.

image



Sebelum memasuki ruangan lain, kita diwajibkan untuk menyimpan tas dan barang-barang lainnya di dalam loker, kecuali untuk barang berharga seperti handphone, dompet, dll bisa dibawa dengan menggunakan tas transparan yang disediakan pihak perpustakaan, kita cukup menitipkan ktp.

image



Akses masing-masing lantai bisa dengan menggunakan tangga ataupun lift, enak kan?



Continue reading Perpustakaan Umum Daerah DKI Jakarta

Selasa, 08 September 2015

Cara Mereschedule Tiket Kereta

Berniat pulang minggu ini tapi entah kenapa malah booking tiket kereta minggu depannya. Untung sadar sebelum keberangkatan. Maka datanglah kami ke stasiun. Berikut langkah yang kami lakukan:

1. Mendatangi Customer Service dan diberikan form isian. Sekaligus mengecek jadwal keberangkatan yang dikehendaki masih available atau tidak.


image



2. Mendatangi loket yang melayani pembatalan & reschedule tiket kereta.
3. Menyerahkan form yang telah diisi dan tiket kereta yang telah dicetak


image



4. Dikenakan denda 25% dari harga tiket sebelumnya dan tarif penyesuaian untuk tiket keberangkatan yang diinginkan.

Alhamdulillah jadwal yang dikehendaki masih available. Semoga bermanfaat.
Continue reading Cara Mereschedule Tiket Kereta

Kamis, 23 Juli 2015

Mudik

Akhirnya merasakan annual activity tiap menjelang dan sesudah hari raya Idul Fitri juga. Kalau dulu hanya meyaksikan di layar kaca mengenai hiruk pikuknya mudik dan berpikir "kenapa orang mau bersusah-susah terjebak macet demi bisa mudik?" Akhirnya semua terjawab ketika di perantauan. Rasa rindu ke keluarga mengalahkan perasaan lainnya sebagai efek samping dari mudik.

Pertama kalinya mudik setelah menjabat status baru: pegawai swasta. Ditambah embel-embel, anak perantauan ibukota. Saya mudik dengan menggunakan kereta api Benar pepatah mengatakan: "Bergaulah untuk membuka wawasan."

image



Dari mudik ini saya belajar banyak:

1. Kegesitan

Saya memesan tiket kereta api dari H-90 hari Idul Fitri. Untuk keberangkatan mudik, awalnya saya memesan tiket secara online tapi karena tidak ada saldo di atm akhirnya tiket yang sudah dipesan hangus dan baru ketika hendak berangkat kerja sekitar pukul 5.30 pagi, saya membeli di al-fa-ma-rt. Alhamdulillah masih rezeki saya mendapat tiket walaupun kelas ekonomi seharga Rp 180.000. Banyak rekan kerja yang berduka karena tidak mendapat tiket pulang.
Sedangkan untuk keberangkatan sekembalinya mudik, saya pukul 02.00 pagi menyempatkan diri ke al-fa-ma-rt dan akhirnya mendapat tiket ekonomi seharga Rp 75.000. Perjuangan mendapatkan tiket ini benar-benar luar biasa, ibarat pertempuran anak-anak kuliah dalam menentukan mata kuliah yang akan diambilnya. So hwaiting!

2. Pandai Memperhitungkan Waktu

Kantor ditutup setengah hari sedangkan saya mendapat tiket pukul 20.30. Pastikan waktu yang ditempuh di perjalanan jikalau menggunakan kereta atau pesawat yang jam-jam keberangkatannya sudah ditentukan.

3. Packing barang seapik mungkin agar tidak menyusahkan

Saya hanya membawa satu tas kecil berisi baju lebaran, angpao, kado lebaran buat orang tua, payung, handphone, dompet, power bank, charger, make up, ATK, kresek, endesbre endesbre... Dan satu buah kresek berisi buah-buahan sebagai oleh-oleh. Sedangkan pulangnya jangan ditanya, oleh-oleh segambreng sudah di tangan siap didistribusikan. Ckckck

4. Perhatikan keamanan diri

Jika berangkat menggunakan kendaraan bermotor, persiapkan baju hangat, jaket, jas hujan, sarung tangan, masker, helm, surat-surat, dan lain-lain. Jika menggunakan kendaraan umum, perhatikan letak penyimpanan barang, dan tetap waspada.

5. Kesabaran

Berdasarkan kekhawatiran setelah mendengar pengalaman mudik para senior, yang menyebutkan selalu akan terjadi antrian panjang dalam pengecekan tiket di stasiun, akhirnya saya berangkat dari kosan pukul 15.00 dan sampai stasiun satu jam setelahnya. Saya duduk terlantar di lantai depan peron yang hendak saya masuki. Memperhatikan orang-orang yang hilir mudik, heboh dengan barang bawaan mereka, anak kecil yang tidak betah berada dalam hawa panas manusia, antrian panjang layaknya semut. Ah, betapa melelahkan walaupun hanya sekedar memperhatikan. Dan hasil tidak pernah mengkhianati ikhtiar. Ketika peron dibuka, saya berdiri paling depan dan tidak perlu merasakan antrian panjang. Buah kesabaran selalu manis. In syaa Allah.

6. Pentingnya komunikasi

Ketika berangkat saya menggunakan kopami jaya 02 ke pasar senen, semacam metromini yang ngetemnya super sekali. Hal tersebut dikarenakan abang yang kerja lembur. Dan ketika sampai di Majalengka untungnya ada mpa yang sudah setia menunggu. Pukul 23.00 bayangkan! Seorang wanita sendirian di malam takbiran, membawa ini itu. Tidak ada angkot, tidak ada elf, jarang angkutan umum, hanya ada ojeg dan entah penjaja jasa apalagi.
Alhamdulillah sepulangnya mudik, ada abang yang menjemput dari pukul 21.00 walaupun kedatanganku baru pukul 23.30. Thank you abang!
Pastikan untuk menghubungi dan menginformasikan kedatangan kita sebelum datang, selain untuk keamanan, juga untuk kenyamanan kita sendiri.

8. Bersikap Ramah

Akan menjadi hal yang sangat menjemukan jika kita bepergian sendiri dan tidak ada orang yang bisa diajak mengobrol. Carilah kenalan baru, sekedar berbasa-basi menghilangkan kebosanan. Selain menambah silaturahmi, hal tersebut akan memperluas wawasan kita terhadap karakter seseorang, dan kita tak pernah tahu, barangkali orang yang kita ajak ngobrol adalah jodoh kita, atau ibu atau keluarga dari jodoh kita. Hehehe..
Pengalaman mudik kemarin ketika menunggu di stasiun, saya menghabiskan waktu dengan selfie dan berbincang ringan dengan stranger. Jika kopi atau rokok adalah bahasa universal di dunia lelaki, mungkin selfie adalah bahasa universal di dunia wanita :p
Sedangkan ketika berada di dalam kereta saya menghabiskan waktu dengan menonton film dengan stranger di hp. Yah, cukup menyenangkan untuk menghabiskan waktu.
Continue reading Mudik

Jumat, 19 Juni 2015

Bumi Manusia

Judul      : Bumi Manusia
Penulis   : Pramoedya Ananta Toer
Penerbit : Lentera Dipantara

Buku yang bergenre roman ini mengisahkan tentang kisah kasih seorang Pribumi berdarah priyayi, Minke, dengan seorang Indo Belanda, Annelies. Minke sebagai pribumi sangat menjunjung tinggi adab dan ilmu pengetahuan Eropa. Ia sangat fasih berbahasa Belanda dan bisa dikatakan berkiblat pada Belanda. Suatu hari dia diajak oleh salah seorang temannya Robert Suhoorf untuk mengunjungi sebuah perusahaan bernama Boerderij Buitendezorg. Inilah awal pertemuannya dengan Annelies, seorang peranakan Belanda, anak dari Nyai Ontosoroh, seorang gundik Tuan Mellema.

Kesan pertama yang sangat membekas bagi Minke, kekagumannya terhadap seorang Nyai Ontosoroh karena adabnya, kecakapannya dalam mengatur perusahaan seorang diri, ilmu pengetahuannya, dan juga dari keberaniannya dalam mengemukakan pendapat. Hal yang jarang ditemui dari seorang wanita Pribumi terlebih seorang Nyai. Juga kecantikan kreol Annelies yang mengalahkan ratu Wilhelmina.

Minke tertawan oleh pesona ibu dan anak tersebut, dan atas tawaran Nyai Ontosoroh akhirnya dia pun tinggal satu atap bersama mereka. Menjadi satu-satunya lelaki selain Darsam (orang kepercayaan Nyai Ontosoroh) di rumah itu karena Tuan Mellema dan Robert Mellema, anaknya yang pertama, tidak pernah berada di rumah. Mereka seolah tak mengenal lagi keluarganya. Mereka terpedaya oleh babah Ah tjong, tetangga yang memiliki rumah plesiran dan menetap di sana. Walaupun pada akhirnya Tuan Mellema meninggal karena keracunan minuman keras yang diracuni dengan dosis rendah dalam jangka waktu yang lama oleh babah Ah Tjong dan Robert Mellema tak pernah ditemukan.

Annelies seorang gadis belia yang kehilangan masa mudanya karena harus memikul tanggung jawab untuk membantu ibunya mengatur perusahaan. Dia yang bak seorang ratu, secara fisik terlihat normal, namun secara mental dia tertinggal 10 tahun dari orang seusianya. Dia akhirnya menikah dengan Minke secara Islam.

Setelah kematian Tuan Mellema terungkap oleh dunia, maka anak dari pernikahannya yang syah dengan Amelia Mellema, yaitu Maurits Mellema, seorang insinyur yang berbakat, menuntut harta benda dan perusahaan mendiang ayahnya tersebut. Cobaan demi cobaan dilalui oleh Nyai Ontosoroh, Minke, dan Annelies. Maurits sebagai kakak tirinya menuntut untuk menjadi ahli waris Annelies selama dia masih di bawah umur, karena secara hukum Belanda Annelies diakui sebagai anak Tuan Mellema. Namun dia tidak diakui sebagai anak dari Nyai Ontosoroh karena Nyai merupakan pribumi dan hanya seorang gundik, pernikahannya dengan tuan Mellema tidak syah di mata hukum. Pernikahan Annelies pun tidak diakui oleh pengadilan. Hukum menyatakan Annelies masih seorang gadis di bawah umur. Perjuangan dan perlawanan dari Nyai Ontosoroh dan Minke untuk mempertahankan anak dan istrinya berbuntut sia-sia. Annelies akhirnya diboyong ke Belanda. Dan cerita ini bersambung.
Continue reading Bumi Manusia

Kamis, 18 Juni 2015

NPWP sebagai kado ulang tahun

Tanggal 10 Juni 2015 yang lalu aku membuat surat permohonan pendaftaran NPWP online. Dan hari ini aku baru mendapat konfirmasi via email. Tapi sayangnya statusnya: DITOLAK.

Permohonan ditolak karena ada kesalahan input NIK. Setelah mendapat clue tersebut meluncurlah aku ke akun di ereg.pajak.go.id, mengeditnya dan mengirim kembali surat permohonan. Tidak mau menunggu lama, aku pun langsung mendatangi KPPnya yang berada di bilangan Ancol. KPP Pratama Jakarta Pluit Jl. Lodan, Ancol. Naik motor sendirian, masih asing dengan rute jalanan di ibukota, nyasar ke sana kemari mengikuti petunjuk warga awam.

Continue reading NPWP sebagai kado ulang tahun

Selasa, 05 Mei 2015

Job Seeking

Bagi para fresh graduate mungkin job seeking menjadi dilemma. Bekerja sesuai passion, beban kerja tidak terlalu berat, dan gajinya besar, siapa yang tidak mau? Semua orang pasti berharap demikian.

Dilemma tersebut juga akhirnya aku rasakan. Kebanyakan dari teman-teman sangat antusias untuk mengirimkan lamaran ke sana dan kemari. Berbeda denganku, aku hanya mengapply lamaran ke tempat yang memang sedang membutuhkan. Browsing di internet, banyak sekali lowongan kerja tapi kebanyakan tidak sesuai dengan hati. Akhirnya hanya berbekal informasi loker dari group angkatan, status job seeker pun dimulai.

  1. F-Ciputat, Tangsel. Data di internet tentang klinik tersebut masih sangat kurang bahkan tidak ada. Aku memutuskan untuk melamar ke sana hanya dengan alasan, ada beberapa kakak tingkat yang juga bekerja di sana, aku berharap di samping bekerja, aku juga bisa lebih meningkatkan kualitas diri dan kepribadianku jika bersama mereka. Aku mengirimkan berkas lamaran dan persyaratan lainnya melalui email. Sekitar beberapa hari kemudian aku dipanggil untuk interview. Yang menarik adalah interview dilakukan secara informal yakni dilakukan di Yoghurt Cisangkuy, Bandung, bahkan aku ditraktir. WOW!Hanya ada tiga orang yang juga diinterview. Ketika review jawaban interview waktu itu rasanya pengen ngakak, fresh graduate yang masih polos, menjawab jujur dan samasekali tidak ada compliment ke target perusahaan.

    Ketika ditanya kenapa ingin bergabung dengan kami? Aku menjawab karena lokasinya. Mbake menjawab karena ingin membahagiakan orang tua hahahaha.

    Tapi dari tiga orang yang diseleksi akhirnya, aku dan mbake lolos dengan catatan pertimbangkan kembali karena lab tempat kami bergabung masih sangat berkembang jadi harus tahan mental dan fisik. Setelah diumumkan bahwa kami lolos ternyata beberapa hari kemudian kami ditelpon dan dikabarkan bahwa lab tersebut akan direnovasi jadi kami harus menunggu selama tiga bulan. Ah…

  2. P-Kramat, Jakarta Pusat. Perusahaan ini merupakan salah satu laboratorium klinik terbesar di Indonesia dengan anak cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Lamaran aku kirimkan via email. No response.

  3. P-Pluit, Jakarta Utara. Laboratorium klinik ini merupakan cabang dari P yang di Kramat. Aku mengirimkan lamaran serta persyaratan lain via pos berdasarkan informasi dari grup angkatan. Berikut rincian kegiatan bersama labklin P di Pluit ini:


Continue reading Job Seeking

Minggu, 26 April 2015

Medical Laboratory Professional Week

Dalam rangka memperingati ulang tahun PATELKI yang ke-29 yakni jatuh pada 26 April maka diselenggarakanlah Pekan Teknologi Laboratorium Medik. Acara ini bersifat nasional dan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia selama sepekan dari 20-26 April 2015.

[caption id="attachment_1570" align="alignleft" width="300"]Pembukaan Acara Puncak Pekan TLM ditandai dengan pelepasan balon dan burung merpati Pembukaan Acara Puncak Pekan TLM ditandai dengan pelepasan balon dan burung merpati[/caption]

[caption id="attachment_1572" align="alignright" width="403"]Partisipan semangat berfoto di Tugu proklamasi Partisipan semangat berfoto di Tugu proklamasi[/caption]

Di acara puncak Pekan Teknologi Laboratorium Medik (26 April 2015) yang dilaksanakan di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Bapak Entuy Kurniawan selaku ketua umum DPP PATELKI menyampaikan bahwa acara Pekan TLM ini bertujuan untuk mensosialisasikan perubahan nomenklatur Analis Kesehatan menjadi Ahli Tenaga Laboratorium Medik (ATLM). Hal ini sesuai dengan UU Nomor 36 Tahun 2014 pasal 11 ayat 1 dan 12.
Jenis Tenaga Kesehatan yang termasuk dalam kelompok tenaga teknik biomedika sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf k terdiri atas radiografer, elektromedis, ahli teknologi labratorium medik, radioterapis, dan ortotik prostetik.

Lomba foto, donor darah, stands dari DPC PATELKI se-Jabodetabek, pentas seni, senam, dan jalan sehat mewarnai kemeriahan acara puncak Pekan TLM, Tidak hanya orang dewasa tapi para kader muda PATELKI juga turut berpartisipasi dengan menampilkan ragam tarian tradisional bahkan adat Melayu. Antusiasme ATLM ini terlihat dari jumlah peserta yang mencapai ribuan orang. Acara yang diliput oleh stasiun televisi nasional ini juga dimeriahkan oleh doorprizes, seperti mug cantik anti dehidrasi, peralatan elektronik, peralatan check up, sampai grand prize berupa motor.

[caption id="attachment_1573" align="aligncenter" width="314"]Pentas Seni Pentas Seni[/caption]

Semoga dengan usia PATELKI yang hampir mencapai kepala tiga ini, bisa mengiring para ATLM seluruh Indonesia dalam menghadapi tantangan global dengan profesionalitasnya, dan semakin sejahtera para tenaga kesehatan di Indonesia.

Salam ATLM,
Continue reading Medical Laboratory Professional Week